17 January 2026

Get In Touch

Catatan Perjalanan Spiritualitas Manusia pada Isra dan Mi'raj

Penulis menjelajah negeri para Nabi tahun 2016 dan 2018 atas Ridha Allah Wa Ta'ala bisa menapak tilasi Dome of Rock atau Qubah Emas di depan pintu masuk area Masjidil Aqsa (Dok.Pri)
Penulis menjelajah negeri para Nabi tahun 2016 dan 2018 atas Ridha Allah Wa Ta'ala bisa menapak tilasi Dome of Rock atau Qubah Emas di depan pintu masuk area Masjidil Aqsa (Dok.Pri)

KOLOM (Lentera) -Isra Mi’raj merupakan salah satu peristiwa paling penting dalam sejarah Islam, yang memperingati perjalanan luar biasa Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam atas kehendak Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Sebuah perjalanan spiritual manusia bertemu Allah.

Hari besar ini memiliki makna mendalam bagi umat Islam di seluruh dunia, karena peristiwa ini menjadi tonggak awal ditetapkannya kewajiban shalat lima waktu.

Isra Mi’raj adalah perjalanan dua tahap yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam dalam satu malam atas izin Allah Wa Ta'alq. peristiwa ini terjadi pada tahun ke-10 kenabian, ketika Rasulallah sedang menghadapi masa-masa sulit dalam dakwahnya, termasuk wafatnya istri tercinta, Khadijah, dan pamannya, Abu Thalib.

Isra : Perjalanan Rasulullah dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Yerussalem. Dalam perjalanan ini, Rasulullah ditemani oleh Malaikat Jibril dengan menggunakan Buraq, makhluk yang diberi kekuatan luar biasa untuk melintasi jarak jauh dalam waktu singkat.

Mi’raj: Setelah tiba di Masjidil Aqsa, Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam melanjutkan perjalanan menuju Sidaratul Muntaha, langit tertinggi, untuk bertemu langsung dengan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Di sinilah Rasulullah menerima perintah shalat lima waktu yang menjadi kewajiban bagi seluruh umat Islam.

Pada perjalanan Rasulullah menuju Sidratul Muntaha, terdapat banyak sekali pengalaman luar biasa yang mengandung hikmah mendalam. 

Berikut beberapa peristiwa penting yang terjadi :

Perjalanan melalui beberapa lapisan langit: Rasulullah melewati tujuh lapis langit, di mana beliau bertemu dengan para nabi terdahulu. Di langit pertama, beliau bertemu dengan Nabi Adam, di langit kedua bertemu dengan Nabi Isa dan Nabi Yahya, di langit ketiga bertemu dengan Nabi Yusuf, di langit keempat bertemu dengan Nabi Idris, di langit kelima bertemu dengan Nabi Harun, di langit keenam bertemu dengan Nabi Musa, dan di langit ketujuh bertemu dengan Nabi Ibrahim.

Di dalam Qubah Emas ini, batu yang dipijak Rasulallah saat akan Mi'raj hingga kini masih ada. Di bawah batu ini ada lorong ukuran +/ 3x3 Mt yang oleh para peziarah digunakan untuk berdoa (Dok.Pri)
Di dalam Qubah Emas ini, batu yang dipijak Rasulallah saat akan Mi'raj hingga kini masih ada. Di bawah batu ini ada lorong ukuran +/ 3x3 Mt yang oleh para peziarah digunakan untuk berdoa (Dok.Pri)

Sidratul Muntaha: Setelah melewati tujuh langit, Rasulullah tiba di Sidratul Muntaha, sebuah tempat yang menjadi batas akhir pengetahuan makhluk dan awal dari kebesaran Allah Wa Ta'ala yang tak terjangkau. Di sinilah beliau menyaksikan keindahan luar biasa dan keagungan Allah Wa Ta'ala.

Penerimaan perintah shalat: Di hadapan Allah Wa Ta'ala, Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam menerima perintah untuk melaksanakan shalat 50 waktu sehari. Namun, atas saran Nabi Musa AS, Rasulullah kembali dan meminta keringanan hingga akhirnya shalat yang diwajibkan sebanyak 5 waktu sehari.

Menyaksikan Surga dan Neraka: Rasulullah diperlihatkan kondisi surga dan neraka, sebagai pengingat bagi umat manusia akan konsekuensi dari perbuatan baik dan buruknya selama mereka hidup di dunia.

Kembalinya Rasulullah ke Bumi: Setelah menerima wahyu dan menjalani pengalaman spiritual yang sangat mendalam, Rasulullah kembali ke Makkah pada malam yang sama dan melanjutkan kembali dakwahnya.

Dengan demikian, Isra Mi’raj merupakan peristiwa besar yang penuh dengan hikmah dan pelajaran berharga bagi umat Islam. Dengan memahami makna di balik perjalanan Isra Mi’raj Rasulullah, harapannya dapat memperkuat keimanan dan menjalankan kewajiban agama dengan lebih baik. 

Semoga peringatan Isra Mi’raj ini selalu menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas spiritual dan lebih mendekatkan diri kita lagi kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.(fimdalimunthe55@gmail.com)

Penulis: Ferry Is Mirza, Wartawan Senior|Editor: Arifin BH

Share:

Punya insight tentang peristiwa terkini?

Jadikan tulisan Anda inspirasi untuk yang lain!
Klik disini untuk memulai!

Mulai Menulis
Kekuatan Doa
Previous News
Kekuatan Doa
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.