
BLITAR (Lentera) - Kecelakaan mobil mewah BMW yang diduga milik Wakil Bupati Blitar, Beky Herdihansah menjadi sorotan publik, dari sisi etika pejabat maupun hukum berkendara.
Praktisi hukum dari Blitar, Haryono, SH.MH yang menyoroti insiden kecelakaan mobil sedan BMW M4 Coupe AT warna kuning, yang diduga dikemudikan Wabup Beky pada, Jumat (29/8/2025) malam di simpang empat Kanigoro, Blitar. Sejumlah kejanggalan dalam insiden ini, harus dijelaskan secara terbuka kepada publik.
Pertama, ia menyoroti aksi pengemudi mobil tersebut yang sebelumnya sempat menggeber-geber kendaraan usai rapat paripurna DPRD Kabupaten Blitar. Aksi itu dilakukan ketika para wartawan sedang mewawancarai Ketua DPRD, terkait pengesahan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK).
"Ini bukan sekadar soal gaya, tapi menyangkut etika pejabat publik. Pejabat harus menunjukkan teladan moral, bukan sebaliknya," ujar Haryono, Minggu (31/8/2025).
Kedua, Haryono mempertanyakan hilangnya pelat nomor polisi mobil tersebut. Berdasarkan informasi saksi, sebelum kecelakaan mobil masih menggunakan pelat nomor. Namun saat kejadian, pelat sudah dilepas.
"Ada apa pelat nomor ini dilepas? Apakah ada sesuatu yang ditutupi? Atau mobil ini bermasalah? Polisi harus transparan, periksa kepemilikan kendaraan ini dan umumkan hasilnya ke publik," tandasnya.
Jangan sampai persoalan ini, menambah ketidakpercayaan publik terhadap pemerintah. Terakhir, ia mendesak Polres Blitar untuk segera menyampaikan hasil penyelidikan terkait insiden ini, agar masyarakat tidak berspekulasi.
"Polisi harus hadir memberikan kepastian hukum, agar tidak menimbulkan persepsi negatif. Keterbukaan itu penting, untuk menjaga kepercayaan masyarakat," pungkas.
Demikian juga disampaikan tokoh Blitar Selatan, Karji Riyanto kalau pengemudi mobil harus bertanggungjawab, karena meskipun kecelakaan tunggal tetap membahayakan pengguna jalan lainnya.
"Polisi harus memeriksa pengemudinya, termasuk kondisinya ketika mengendarai mobil dan kelengkapan surat-suratnya," katanya.
Apakah layak mengemudi, dalam kondisi sehat dan sadar. Tidak dalam pengaruh obat atau minuman beralkohol, karena kondisi jalan tidak terlalu ramai.
"Seharusnya dilakukan tes urine, kejadiannya kan malam hari jalanan sepi. Tapi kenapa pengemudi bisa hilang kendali, sampai menabrak pembatas jalan hingga tersangkut diatasnya. Menunjukkan mobil ngebut, karena sampai melewati pembatas yang tingginya sekitar 30 centimeter," tandasnya.
Beruntung saat kejadian, tidak ada pengguna jalan atau kendaraan lain yang tertabrak dan menjadi korban.
Seperti diberitakan, sedan sport BMW warna kuning tanpa nopol yang diduga milik Wabup Blitar Beky, mengalami kecelakaan menabrak pembatas jalan di perempatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Jumat (29/8/2025) malam.
Kecelakaan tunggal tersebut menjadi sorotan publik, karena sesaat setelah kejadian pengemudi sedan sport itu tidak ditemukan di lokasi dan nomor polisi (nopol) mobil juga dicopot.
Bahkan viral beredar video di media sosial, yang menunjukkan Wakil Bupati Blitar, Beky Herdihansah berada di lokasi kecelakaan mobil mewah BMW warna kuning di perempatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Jumat (29/8/2025) malam.
Dari video berdurasi 34 detik yang dilihat Lentera, Sabtu (30/8/2025) menampilkan Wabup Beky berada di lokasi kecelakaan dan berdiri di dekat sedan sport dua pintu itu.
Sesaat setelah mobil menabrak pembatas jalan, hingga tersangkut diatasnya.Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari kepolisian, maupun pihak Wabup Beky mengenai kecelakaan tersebut.
Reporter: Ais/Editor: Arief Sukaputra