JAKARTA (Lentera) – Sebagian wilayah Indonesia mulai memasuki musim hujan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan perubahan kondisi cuaca pada masa peralihan musim perlu menjadi perhatian karena hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dan angin kencang memicu terjadinya bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Ph.D, menyebut bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem. Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah wilayah di Indonesia dilaporkan mengalami kejadian bencana yang berkaitan dengan kondisi tersebut.
Ia menandaskan per Selasa (3/11/2026), jumlah kejadian bencana di Indonesia mencapai 2.285 kejadian. Angka tersebut bertambah tujuh kejadian dibandingkan data sebelumnya (2/11/2026). Penambahan peristiwa yang terjadi, di antaranya banjir di Kabupaten Deli Serdang, Lumajang, Malang, dan Pidie Jaya. Dua kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Parigi Moutong dan Klaten serta satu kejadian cuaca ekstrem di Kabupaten Dairi.
Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menjadi salah satu wilayah yang mengalami beberapa jenis bencana akibat hujan dengan intensitas sedang hingga deras sejak 1 November 2026. Kondisi tersebut memicu luapan sungai, tanggul jebol, tanah longsor, dan pohon tumbang yang tersebar di 13 desa pada tujuh kecamatan.
Sementara, di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, cuaca ekstrem terjadi pada Jumat (30/10/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Peristiwa di Dusun Liren, Desa Kuta Gamber, Kecamatan Tanah Pinem tersebut menyebabkan pohon tumbang dan menimpa rumah warga. Akibat kejadian ini, satu orang meninggal dunia, satu orang mengalami luka-luka, serta satu unit rumah mengalami rusak berat.
BPBD Kabupaten Dairi berkoordinasi dengan camat serta kepala desa atau lurah di wilayah terdampak untuk melakukan asesmen dan memberikan penanganan kepada para korban. Pemerintah daerah juga telah melakukan penanganan di lokasi kejadian bersama unsur setempat.
Kejadian ini menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem, termasuk angin kencang yang dapat menyebabkan pohon tumbang, perlu diantisipasi bersama selama masa peralihan musim. Masyarakat diimbau memperhatikan kondisi lingkungan sekitar dan meningkatkan kewaspadaan ketika terjadi hujan disertai angin kencang.
"Selain Lumajang, sejumlah wilayah lain juga mengalami banjir karena intensitas hujan tinggi. Berdasarkan data kejadian bencana BNPB, terdapat empat kejadian banjir yang tercatat, antara lain di Kota Subulussalam dan Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh; Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara; serta Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur," katanya dalam keteranganya Selasa (3/11/2026).
Berdasarkan perkiraan sementara, sebanyak 1.567 kepala keluarga (KK) terdampak dan 13 rumah tercatat mengalami kerusakan. Hingga pembaruan laporan, tidak terdapat korban jiwa dalam rangkaian kejadian tersebut.
Penanganan telah dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama unsur kecamatan, desa, PLN, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca), dan pihak terkait lainnya. Tim Reaksi Cepat (TRC) melakukan asesmen, pendataan, dan penanganan darurat di 117 KK di Desa Purorejo. Salah satu upaya yang dilakukan adalah membuka akses jalan tembus Tamansari–Iburaja yang tertutup longsor.
Selain membuka akses jalan, BPBD juga menangani rumah warga yang terancam rusak, kondisi debit sungai, jembatan limpas, serta tanggul untuk mengantisipasi kemungkinan bencana susulan. Bantuan logistik turut disiapkan dan disalurkan kepada warga terdampak, antara lain di Desa Rojopolo berupa 240 kaleng makanan siap saji, tambahan gizi, dan lauk pauk.(*)
Editor: Lutfiyu Handi




.jpg)
