"Prinsip Hati Nurani, Integritas Jangan Diperjualbelikan", Alasan AKBP Netty Mundur dari Polri
JAKARTA (Lentera) -AKBP Netty Rosdiana Siagian mengungkapkan alasan dirinya memutuskan mundur dari Polri usai menjabat sebagai Kepala Bagian Perencanaan dan Administrasi (Kabagrenim) Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada 20 Agustus 2026 lalu.
Ia mengaku keputusan tersebut diambil atas dorongan hati nuraninya.
“(Alasan mundur) Sebenarnya lebih ke hati nurani, prinsip hati nurani kita jangan sampai integritas kita itu diperjualbelikan, itu kayaknya bukan gua banget deh,” ungkap Netty saat dihubungi melalui panggilan telepon, Senin (2/11/2026).
Netty mengatakan, dirinya masih menjunjung tinggi nilai pengabdian kepada masyarakat, sebagaimana semangat yang diusung Polri.
Namun, menurut dia, ruang pengabdiannya sebagai anggota Polri masih terbatas.
Ia ingin lebih banyak berdialog dengan masyarakat, khususnya kelompok rentan, untuk mengetahui permasalahan yang mereka hadapi sekaligus memberikan solusi.
“Kami masih sejalan. Kita ikuti alur itu, kita cinta dengan Polri. Tapi, apa yang menjadi prinsip kita itu tidak kita kedepankan. Artinya, saya harus di dalam koridor yang sesuai dengan aturan Polri,” tutur dia.
Netty menilai pengabdian kepada masyarakat sebagai amanah yang diberikan Tuhan.
Karena itu, ia ingin mengabdikan dirinya secara penuh untuk mempertanggungjawabkan amanah tersebut.
“Karena ini merupakan suatu amanah buat saya, di mana amanah ini adalah suatu pertanggungjawaban di akhirat nanti,” tutur dia.
Netty masih mengingat pengalamannya menjadi pengurus program Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) saat Jakarta masih dipimpin Anies Baswedan.
Pengalaman tersebut membuatnya ingin lebih banyak mendengarkan kebutuhan kelompok rentan dan mengabdikan diri secara langsung kepada mereka.
“Aku dulu kan ikut pengurus yang PKK di zamannya Anies Baswedan (Gubernur DKI Jakarta). Itu ada namanya tuh difabel ya, kita juga memberikan bantuan, bekerja sama juga dengan lembaga terkait. Nah jadi aku lebih suka lebih mengunjungi kayak panti-panti sosial kayak begitu,” jelas dia.
Selain itu, Netty juga berniat mengabdikan diri sebagai pengajar di tingkat universitas.
Pasalnya, ia merupakan lulusan Universitas Sriwijaya dan telah meraih gelar doktor di bidang hukum.
Wartawan telah meminta penjelasan Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P. mengenai mundurnya Netty dari Polri.
Namun, Isir meminta hal tersebut ditanyakan langsung ke Netty.
"Silakan ditanyakan ke beliau," ungkap Isir di Mabes Polri, Senin (2/11/2026).
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto sudah dimintai penjelasan mengenai mundurnya Netty.
Namun, hingga berita ini ditayangkan, Budi belum memberikan penjelasan (*)
Editor: Arifin BH/Kompas





.jpg)
