02 November 2026

Get In Touch

Hujan Memicu 9 Kejadian Bencana, 5 Kecamatan di TrenggalekTerdampak

Kondisi plengsengan dan pagar SDN 2 Pandean, Kecamatan Dongko, Trenggalek, yang ambrol akibat longsor pada Senin (2/11/2026). Material tanah dan reruntuhan bangunan menumpuk di sekitar lokasi.
Kondisi plengsengan dan pagar SDN 2 Pandean, Kecamatan Dongko, Trenggalek, yang ambrol akibat longsor pada Senin (2/11/2026). Material tanah dan reruntuhan bangunan menumpuk di sekitar lokasi.

TRENGGALEK (Lentera) – Hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Trenggalek memicu sejumlah kejadian bencana pada Senin (2/11/2026). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek mencatat sedikitnya 9 kejadian yang tersebar di 5 kecamatan, mulai dari tanah longsor, pohon tumbang hingga kerusakan infrastruktur.

Berdasarkan laporan yang masuk ke Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Trenggalek, terdapat 4 titik tanah longsor, 3 titik pohon tumbang, serta 2 kejadian kerusakan infrastruktur. Selain itu, satu talud penahan jalan (TPJ) dilaporkan ambrol.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, mengatakan kejadian tersebut tersebar di Kecamatan Dongko, Panggul, Kampak, Munjungan, dan Durenan.

"Update laporan yang masuk di Pusdalops BPBD terjadi di 5 kecamatan. Kemudian ada 4 titik tanah longsor, 3 pohon tumbang, dan 2 kejadian terkait infrastruktur," jelas Triadi, Senin (2/11/2026).

Dari sejumlah laporan tersebut, kondisi yang membutuhkan perhatian khusus berada di Kecamatan Panggul. Longsor terjadi di wilayah perbatasan Dusun Joketro, Desa Nglebeng, yang berdekatan dengan permukiman warga.

Menurut Triadi, terdapat sekitar 9 rumah yang berada di dekat tebing dan berpotensi terdampak apabila terjadi longsor susulan. Kondisi tersebut membuat lokasi itu perlu segera mendapatkan penanganan.

"Yang paling parah di Panggul. Di antara Nglebeng dan Joketro, ada sekitar 9 rumah yang berdekatan dengan tebing. Ini yang perlu segera mendapatkan penanganan," ungkapnya.

Menurut data dari BPBD, longsor di wilayah tersebut menyebabkan talud penahan jalan berupa bronjong ambrol. Kerusakan diperkirakan memiliki ketinggian sekitar 10 meter dan panjang mencapai 12 meter. Lokasinya berada di RT 37 RW 09, Dusun Joketro, Desa Nglebeng.

Triadi menjelaskan, kondisi geografis berupa kemiringan tanah yang berada di dekat rumah warga menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko longsor. Selain itu, hujan yang turun secara terus-menerus turut menggerus kondisi tanah hingga akhirnya mengalami pergerakan.

"Salah satu penyebabnya karena kemiringan tanah yang berada di samping rumah. Kemudian dampak hujan yang terus-menerus menggerus lahan tersebut sehingga mengakibatkan tanah longsor," terangnya.

Selain longsor di Panggul, kerusakan juga terjadi pada plengsengan dan pagar SDN 2 Pandean, Kecamatan Dongko. Bagian plengsengan dan pagar sekolah dilaporkan ambrol dengan panjang sekitar 10 meter dan tinggi 3 meter.

Sementara di Kecamatan Kampak, material longsor menyebabkan tembok bagian dapur rumah milik Komari dan Tarikem di Dusun Buluroto, Desa Ngadimulyo mengalami jebol.

Kerusakan infrastruktur lainnya terjadi di Jembatan Nayu, Desa Karangturi, Kecamatan Munjungan. Tiang penyangga jembatan tersebut dilaporkan roboh sehingga membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Di sisi lain, tiga kejadian pohon tumbang juga dilaporkan di sejumlah jalur. Di jalur Panggul-Dongko, tepatnya wilayah Desa Ngrencak, Kecamatan Panggul, beberapa pohon yang terdiri dari akasia, 2 pohon johar, dan pinus tumbang hingga mengganggu akses jalan.

Pohon trembesi juga tumbang di jalur Durenan-Trenggalek, tepatnya di Desa Kendalrejo, Kecamatan Durenan. Kejadian serupa dilaporkan di jalan menuju kawasan Agro, Dusun Krajan, Desa Bendoagung, Kecamatan Kampak.

Meski sejumlah kejadian tersebut menimbulkan kerusakan, BPBD memastikan hingga laporan disampaikan belum terdapat korban jiwa maupun korban luka akibat rangkaian bencana tersebut.

Masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar tebing dan kawasan rawan longsor, diimbau meningkatkan kewaspadaan ketika hujan turun dalam durasi cukup lama. Kondisi tanah yang terus-menerus diguyur hujan berpotensi mengalami pergerakan dan memicu longsor susulan.

Reporter: Herlambang|Editor: Arifin BH

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.