02 November 2026

Get In Touch

Ayah dan Anak di Lumajang Meninggal Tertimpa Longsor

BPBD Kabupaten Lumajang bersama unsur TNI, pemerintah desa, Tim Reaksi Cepat (TRC) Bencana Pronojiwo dan Tamanayu, melakukan evakuasi dan pembersihan material longsor di Lumajang, Sabtu (31/10/2026). (Foto : Dok. Pendim 0821 Lumajang)
BPBD Kabupaten Lumajang bersama unsur TNI, pemerintah desa, Tim Reaksi Cepat (TRC) Bencana Pronojiwo dan Tamanayu, melakukan evakuasi dan pembersihan material longsor di Lumajang, Sabtu (31/10/2026). (Foto : Dok. Pendim 0821 Lumajang)

LUMAJANG (Lentera) - Tanah longsor menimpa menimpa rumah di Dusun Jonggrang, Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Sabtu (31/10/2026) dini hari. Peristiwa ini mengakibatkan seorang ayah dan anaknya tewas tertimpa material bangunan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, menjelaskan longsor terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kecamatan Pronojiwo sejak Jumat (30/10/2026) siang hingga malam. Kondisi permukiman yang berada di kawasan pegunungan, dengan sejumlah rumah berdekatan dengan tebing, turut meningkatkan kerawanan.

Berdasarkan pendataan sementara, terdapat dua rumah warga yang mengalami kerusakan. Rumah milik Imron Rosadi mengalami kerusakan pada bagian dapur, kamar belakang, kamar mandi, dan gudang akibat tertimbun material tanah. Sementara itu, rumah milik Wardi mengalami kerusakan pada bagian dapur dan sebagian material longsor masuk ke ruang tengah.

Melansir Kompas.com, korban meninggal adalah Imron (40) dan Hilya (9). Saat kejadian, keduanya sedang tertidur di kamar belakang.

Isnugroho mengatakan jenazah dua korban meninggal dunia sudah dimakamkan di pemakaman umum Desa Tamanayu. "Korban meninggal sudah dimakamkan, saat ini tim melakukan pembersihan dan asesmen," katanya.

Ia menjelaskan rumah korban meninggal dunia rusak di bagian dapur dan kamar belakang, kemudian rumah milik Wardi rusak di bagian belakang, dan satu lagi milik Soleman rusak di bagian pagar.

Isnugroho, melansir portalberita.lumajangkab, mengatakan pembersihan rumah warga menjadi prioritas setelah tanah longsor terjadi. BPBD Kabupaten Lumajang bersama unsur TNI, pemerintah desa, Tim Reaksi Cepat (TRC) Bencana Pronojiwo dan Tamanayu, serta masyarakat setempat bergotong royong menangani dampak kejadian tersebut.

"Penanganan kami fokuskan pada evakuasi dan pembersihan material longsor bersama unsur terkait dan masyarakat setempat. Kami juga terus memperhatikan kebutuhan warga yang terdampak agar proses penanganan dapat berjalan dengan baik,” ujar Isnugroho.

Titik longsor diperkirakan memiliki panjang sekitar delapan meter dengan ketinggian mencapai 10 meter. Untuk membantu memenuhi kebutuhan warga terdampak, BPBD juga menyalurkan bantuan logistik berupa satu dus makanan tambahan gizi, satu dus lauk pauk, satu paket makanan siap saji, dua selimut, empat terpal, dua paket bantuan sandang pria, dua paket perlengkapan makanan, dua paket kebersihan, dan dua paket alat masak.

Isnugroho menegaskan bahwa penanganan dilakukan melalui kerja sama berbagai unsur agar dampak bencana dapat segera ditangani dan warga terdampak mendapatkan perhatian.

Keterlibatan pemerintah, petugas kebencanaan, TNI, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam proses penanganan, terutama untuk mempercepat pembersihan material serta membantu warga menghadapi dampak kejadian. (*)


Editor: Lutfiyu Handi

 

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.