28 October 2026

Get In Touch

Peringatan Sumpah Pemuda di Ubaya Diisi Penyaluran Beasiswa hingga Parade Prestasi Mahasiswa

Mahasiswa Ubaya menunjukkan prestasinya dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda.
Mahasiswa Ubaya menunjukkan prestasinya dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda.

SURABAYA (Lentera) – Sebanyak 4.067 mahasiswa Universitas Surabaya (Ubaya) menerima beasiswa dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda, Rabu (28/10/2026). Kegiatan yang digelar di Kampus Ubaya Tenggilis itu juga diisi dengan parade prestasi mahasiswa tingkat nasional dan internasional serta peragaan busana adat dari berbagai daerah di Indonesia.

Penyerahan beasiswa tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam upacara yang diikuti civitas academica Ubaya dengan mengenakan pakaian adat Nusantara. Selain itu, sebanyak 238 mahasiswa juga dikukuhkan sebagai pengurus organisasi mahasiswa (ormawa), yang diwakili oleh ketua masing-masing organisasi.

Dari total penerima beasiswa, sebanyak 3.499 mahasiswa memperoleh pendanaan langsung dari Ubaya, 458 mahasiswa menerima beasiswa dari pemerintah, sedangkan 110 mahasiswa lainnya mendapat dukungan dari partisipasi masyarakat.

Rektor Ubaya Benny Lianto mengatakan, peringatan Sumpah Pemuda menjadi momentum untuk memperkuat karakter generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan pembangunan. Menurutnya, kemajuan tidak cukup diukur melalui pencapaian material, tetapi juga harus disertai karakter dan kepedulian sosial.

Saat membacakan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Benny menekankan pentingnya membentuk generasi yang patriotik, gigih, dan berempati.

“Karena itu, kita harus membentuk generasi masa depan yang patriotik, gigih, dan berempati. Sebab patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya. Kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya,” ujarnya.

Peringatan Sumpah Pemuda di Ubaya juga diisi dengan parade prestasi mahasiswa di berbagai kompetisi. Capaian tersebut mencakup bidang penelitian, penulisan esai, debat, olahraga, seni, hingga fotografi dan videografi.

Di bidang inovasi dan riset, Nicole Olivia Tranggono, Christopher Kayne, Selena Hans, dan Fransiskus Hendra Setiawan Roni mengembangkan Dauroma, parfum berbahan limbah buah, yang meraih juara harapan I dalam KMI EXPO 2026.

Jordy Santosa meraih medali perak Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi (ONMIPA-PT) Nasional 2026 bidang kimia. Bersama Zensky Feriadi dan Maureen Livitasari Dewi, Jordy juga meraih juara II BRINATHON 2026 yang diselenggarakan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Pada bidang esai, Richie Devalino Hari Wibawa dan Viola Fay Christian masing-masing mengoleksi delapan penghargaan, sedangkan Agussalim meraih tujuh penghargaan. Di bidang debat dan penulisan makalah ilmiah (paper), Dave Sebastian Saputra meraih dua penghargaan internasional dan satu penghargaan nasional.

Sementara itu, Isaac Charis El Wonder mengoleksi empat penghargaan tingkat nasional. 

Prestasi juga datang dari bidang olahraga. Tim basket putri Ubaya meraih juara I Campus League Nasional 2026 dan menjadi runner-up Cheng Hoo Cup 2026.

Di cabang wushu, Michael Arroll Nestor Jennings mengoleksi 13 medali emas, sedangkan Jessie Djalimin meraih sembilan medali emas dalam kejuaraan nasional dan internasional. Pada cabang karate, Ribka Levina Wibisono meraih tiga medali emas, sementara Marvell Nicholla Stevyano Ferdyanto mencatatkan 10 kemenangan.

Febri Sulistyo Arnowo mengoleksi lima kemenangan dalam kejuaraan pencak silat, sedangkan Jason Theodorus Gunawan meraih 11 kemenangan di cabang jujitsu.

Di cabang renang, Ananda Caraka Ishvara mencatatkan 34 kemenangan dan Jennifer Alexa Kusoema meraih 29 kemenangan dalam kompetisi tingkat regional hingga internasional. 

Sementara itu, Rachel Abiyu Setiawan meraih delapan kemenangan dalam kompetisi bridge, Jonathan Wahyu Christia Nanta tujuh kemenangan, serta Ramadhani Setiawan dan Aldo Yanuar Syachputra masing-masing tiga kemenangan.

Dalam bidang seni, Daven Edberto Budiawan meraih juara I Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) Jawa Timur 2026 dan juara III Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) pada cabang desain media kampanye sosial. Tim paduan suara Ubaya juga melaju ke final 25 besar Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) 2026 dan meraih medali perak.

Adapun Muhammad Habil Yustian mengoleksi tujuh prestasi di bidang fotografi dan videografi.

Benny mengatakan, pencapaian akademik dan nonakademik perlu ditempatkan sebagai bagian dari proses pembentukan karakter mahasiswa. Menurut dia, prestasi tidak semestinya berhenti pada nilai akademik atau penghargaan, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Bagi civitas academica Ubaya yang senantiasa menjunjung tinggi kualitas dan kepedulian, Sumpah Pemuda menjadi pengingat bahwa IPK tinggi dan deretan piagam penghargaan kokurikuler merupakan alat, bukan tujuan akhir. Tujuan akhirnya adalah bagaimana setiap torehan prestasi tersebut mampu menerangi jalan dan berdampak bagi kemajuan masyarakat luas,” tutupnya. (*)

 

Reporter: Amanah 
Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.