28 October 2026

Get In Touch

Jangan Dibiarkan Semalaman, 5 Makanan Ini Rentan Jadi Sarang Bakteri

Jangan Dibiarkan Semalaman, 5 Makanan Ini Rentan Jadi Sarang Bakteri

SURABAYA ( LENTERA ) - Kebiasaan membiarkan makanan matang di meja makan hingga berjam-jam atau bahkan semalaman perlu diwaspadai. Meski tampilan dan aromanya masih normal, makanan yang terlalu lama berada pada suhu ruang dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri penyebab penyakit bawaan makanan.

Pizza, kentang panggang, buah dan sayuran yang sudah dipotong, daging olahan, hingga nasi matang termasuk makanan yang perlu mendapat perhatian khusus. Cara penyimpanan yang keliru dapat meningkatkan risiko kontaminasi dan keracunan makanan.

Dikutip dari EatingWell, sejumlah pakar keamanan pangan mengingatkan pentingnya segera mendinginkan makanan yang mudah rusak setelah disiapkan atau disajikan.
Salah satu patokan praktis yang digunakan dalam panduan keamanan pangan adalah aturan dua jam. Makanan yang mudah rusak sebaiknya tidak dibiarkan pada suhu ruang lebih dari dua jam. Jika suhu lingkungan melebihi 32 derajat Celsius, batas waktunya menjadi satu jam.

Aturan ini penting diperhatikan di Indonesia, terutama ketika makanan disajikan di luar ruangan atau berada di tempat yang panas. Suhu ruang bukan berarti kondisi penyimpanan yang selalu aman bagi semua jenis makanan.

Pizza

Pizza sisa kerap disimpan untuk dimakan kembali pada malam hari atau keesokan harinya. Namun, makanan yang mengandung keju, daging, dan sayuran matang ini berisiko terkontaminasi jika terlalu lama dibiarkan di meja.

Pakar keamanan pangan Vanessa Coffman, Ph.D., menyarankan agar pizza sisa dipindahkan ke lemari es sebelum melewati dua jam pada suhu ruang.

"Agar tetap aman dikonsumsi keesokan harinya, pindahkan pizza ke piring dan simpan dalam kulkas sebelum dua jam. Saat akan disantap kembali, panaskan pizza hingga suhu bagian dalamnya mencapai 74 derajat Celsius," ujar Coffman, sebagaimana dikutip dari EatingWell.

Simpan pizza dalam wadah tertutup agar terlindung dari kontaminasi. Ketika akan dikonsumsi kembali, panaskan hingga seluruh bagiannya mencapai suhu yang memadai, bukan hanya sampai permukaannya terasa hangat.

Olahan Kentang

Kentang panggang dan olahan kentang lainnya juga perlu disimpan dengan benar setelah matang. Kandungan air yang tinggi dan tingkat keasaman yang rendah membuat kentang dapat mendukung pertumbuhan mikroorganisme dalam kondisi tertentu.

Pakar keamanan pangan Ashley Miller, M.P.H., CP-FS, REHS/RS, mengingatkan risiko Clostridium botulinum, bakteri yang dapat menghasilkan racun botulinum penyebab botulisme.

"Kentang mengandung banyak air dan rendah asam. Jika dibungkus rapat dengan aluminium foil pada suhu ruang, kondisi minim oksigen dapat membuat spora Clostridium botulinum tumbuh dan menghasilkan racun," ujar Miller.

Risiko ini terutama perlu diperhatikan pada kentang panggang yang dibungkus aluminium foil dan dibiarkan pada suhu ruang. Kondisi minim oksigen dapat mendukung pertumbuhan bakteri tersebut apabila penanganannya tidak tepat.

Setelah matang, kentang sebaiknya segera disajikan atau didinginkan dan disimpan dalam lemari es. Jika menggunakan aluminium foil, buka atau longgarkan bungkusnya saat proses pendinginan agar panas lebih cepat keluar. Jangan mengandalkan pemanasan ulang untuk memastikan makanan yang telah disimpan secara tidak aman kembali layak dikonsumsi.

Buah dan Sayuran Potong

Buah potong dan sayuran segar sering disajikan sebagai camilan, bekal, atau pelengkap hidangan. Meski terlihat segar, bahan pangan ini lebih rentan terhadap kontaminasi setelah dipotong.

Vanessa Coffman menjelaskan bahwa pemotongan merusak lapisan pelindung alami pada permukaan buah dan sayuran. Bagian yang terbuka kemudian lebih mudah terpapar mikroorganisme dari tangan, pisau, talenan, atau permukaan lainnya.

"Setelah buah dan sayuran dipotong, lapisan pelindung luarnya rusak sehingga bagian yang terbuka lebih rentan terhadap kontaminasi dan pertumbuhan bakteri," ujar Coffman.

Karena itu, buah dan sayuran yang telah dipotong sebaiknya segera disimpan dalam lemari es jika tidak langsung dikonsumsi. Anjuran ini juga berlaku untuk buah potong yang disajikan di meja makan atau disiapkan sebagai bekal.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) memasukkan sejumlah produk segar yang telah dipotong dalam sistem pelacakan pangan. Langkah tersebut berkaitan dengan upaya memperkuat penelusuran produk pangan yang berpotensi menimbulkan risiko keamanan.

Daging Olahan

Daging olahan siap santap, seperti irisan daging untuk isian sandwich, praktis digunakan sebagai bekal makan siang. Namun, produk tersebut tetap perlu dijaga suhunya agar aman dikonsumsi.

Mary Angela Miller, M.S., RDN, LD, seorang ahli gizi, menyarankan agar daging olahan tetap berada dalam kondisi dingin apabila tidak langsung dimakan.

"Pastikan daging tetap dingin jika tidak langsung dimakan," ujar Miller.

Jika membawa sandwich atau bekal berisi daging olahan tanpa akses ke lemari es, gunakan tas pendingin dengan kantong gel beku. Miller menyarankan penggunaan dua sumber pendingin, misalnya dua kantong gel beku atau satu kantong gel beku dan botol air beku. Bekal dapat diletakkan di antara kedua sumber dingin tersebut.

Cara ini membantu menjaga suhu makanan selama perjalanan. Namun, tas pendingin perlu digunakan dengan benar dan tidak dibiarkan terlalu lama di tempat panas.

Nasi Matang

Nasi merupakan makanan pokok yang sering disiapkan dalam jumlah banyak. Sisa nasi kemudian disimpan untuk dimakan kembali, bahkan terkadang dibiarkan di dalam penanak nasi yang sudah tidak berfungsi sebagai penghangat.

Padahal, nasi matang juga berisiko menjadi sumber keracunan makanan jika terlalu lama berada pada suhu ruang.

Vanessa Coffman menjelaskan bahwa beras dapat mengandung spora Bacillus cereus yang mampu bertahan selama proses memasak. Ketika nasi matang dibiarkan pada suhu yang mendukung pertumbuhan bakteri, spora tersebut dapat berkecambah dan bakteri berkembang biak hingga menghasilkan racun.

"Ketika nasi matang dibiarkan di suhu ruang, spora ini dapat berkecambah sehingga bakteri berkembang biak dan menghasilkan racun yang menyebabkan penyakit bawaan makanan," ujar Coffman.

Bakteri Bacillus cereus juga dapat ditemukan pada makanan bertepung lainnya, termasuk pasta dan kentang. Karena itu, penanganan nasi sisa perlu dilakukan secara hati-hati.
Mary Angela Miller menyarankan agar nasi dibagi ke dalam porsi kecil atau ditempatkan dalam wadah dangkal supaya lebih cepat dingin. 

Proses pendinginan dapat dibantu dengan meletakkan wadah di dalam air es sambil mengaduk nasi selama beberapa menit, kemudian segera menyimpannya di lemari es.
Nasi tidak sebaiknya dibiarkan berjam-jam di atas meja sebelum dimasukkan ke kulkas. Pemanasan ulang juga tidak selalu menghilangkan risiko apabila racun telah terbentuk akibat penyimpanan yang tidak aman.

Kunci keamanan makanan bukan hanya terletak pada bahan dan proses memasak, tetapi juga pada cara makanan ditangani setelah matang. Kebiasaan sederhana seperti segera menyimpan nasi sisa, mendinginkan pizza, dan menjaga bekal tetap dingin dapat membantu mengurangi risiko penyakit bawaan makanan.(far,ist/dya)

Cara Menyimpan agar Tetap Aman

Untuk mengurangi risiko keracunan makanan, beberapa kebiasaan sederhana dapat diterapkan di rumah.

Gunakan aturan dua jam. 

Segera simpan makanan mudah rusak di lemari es setelah tidak lagi disajikan. Jika suhu lingkungan di atas 32 derajat Celsius, batasi waktu di luar pendingin hingga satu jam.

Gunakan wadah dangkal. 

Bagi makanan dalam porsi kecil agar panas lebih cepat keluar dan pendinginan berlangsung merata.

Jaga suhu lemari es. 

Pastikan suhu kulkas berada pada 4 derajat Celsius atau lebih rendah.

Pisahkan makanan mentah dan matang. 

Gunakan wadah tertutup untuk mengurangi risiko kontaminasi silang.

Panaskan makanan dengan benar. 

Untuk sisa makanan, suhu bagian dalam sekitar 74 derajat Celsius menjadi acuan pemanasan ulang yang aman.

Jangan hanya mengandalkan bau dan tampilan. 
Makanan yang terkontaminasi belum tentu menunjukkan perubahan warna, aroma, atau tekstur.


 

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.