28 October 2026

Get In Touch

Unesa Kukuhkan 1.511 Wisudawan, Hasilkan Lulusan Bermanfaat bagi Masyrakat

Prosesi wisuda Unesa.
Prosesi wisuda Unesa.

SURABAYA (Lentera)– Lulusan perguruan tinggi dituntut tidak hanya mengandalkan gelar akademik untuk bersaing di dunia kerja, tetapi juga mampu berkolaborasi, beradaptasi, dan menghasilkan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat. 

Tantangan tersebut menjadi salah satu pesan dalam Wisuda ke-123 Universitas Negeri Surabaya (Unesa), yang mengukuhkan 1.511 lulusan, pada Selasa (27/10/2026).

Prosesi wisuda yang berlangsung di Graha Unesa itu mengusung tema “Wisudawan Unesa Progresif, Inovatif, dan Kontributif untuk Indonesia Emas 2045”.

Tema tersebut menekankan, pentingnya peran alumni dalam merespons perubahan dan berkontribusi terhadap pembangunan nasional melalui keahlian serta inovasi yang dikembangkan.

Komisaris PT Pelindo Terminal Petikemas, Yoke Candra Katon dalam orasi ilmiahnya menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperluas manfaat ilmu pengetahuan dan kepemimpinan. Ia mengajak alumni membangun hubungan strategis antara perguruan tinggi, dunia industri, dan pemerintah.

Melalui gagasan From Connection to Collaboration, From Reputation to Impact, Yoke menekankan jejaring profesional tidak cukup berhenti pada hubungan atau perkenalan. Jejaring tersebut perlu dikembangkan menjadi kerja sama yang menghasilkan manfaat konkret.

Menurutnya, alumni juga perlu menjaga integritas, berani mengambil peran strategis, serta mampu membuka peluang dan menciptakan solusi bagi kebutuhan masyarakat.

“Melalui lima pilar kepemimpinan, yakni merawat jejaring, menjaga integritas, aktif berbagi, berani mengambil peran strategis, serta menciptakan warisan kebermanfaatan, para alumni diharapkan tidak sekadar mengejar karier pribadi, melainkan membuka peluang kerja dan solusi bagi publik,” tuturnya.

Sementara itu, Rektor Unesa, Nurhasan mengatakan kelulusan bukanlah akhir dari proses pendidikan, melainkan awal bagi lulusan untuk membuktikan kompetensi dan tanggung jawab sosialnya. 

Menurutnya, gelar akademik perlu diiringi kemauan untuk terus belajar, mengembangkan kreativitas, dan menjaga integritas ketika menghadapi tantangan di dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.

“Kita berharap agar lulusan Unesa nantinya mampu menjembatani ilmu pengetahuan dan kebutuhan publik, baik melalui pengembangan riset, inovasi industri, pelayanan pemerintahan, maupun pemberdayaan komunitas. Dengan demikian, keberhasilan pendidikan tinggi juga tercermin dari manfaat yang dapat dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Wisuda kali ini juga diikuti mahasiswa internasional. Dua wisudawan hadir langsung, yakni Yusra Ali Idris dari program S-2 Manajemen, Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB), asal Sudan, serta Fameela Lateh dari program S-1 Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), asal Thailand.

Selain itu, enam wisudawan program S-2 Manajemen Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), mengikuti prosesi secara daring dari China. Mereka adalah Tan Shiyi, Liang Baihan, Huang Kuidong, Li Xingyin, Gui Sijie, dan Gui Simei.

Salah satu wisudawan internasional, Yusra Ali Idris mengaku senang, lantaran selama menjalani studi di Unesa ia selalu dibantu oleh para dosen.

“Meskipun kami merupakan mahasiswa baru di Indonesia, kami tidak merasa seperti berada di negara asing. Kami merasa seperti berada di rumah sendiri, terutama karena dukungan dari para dosen,” tutupnya.

 

Reporter: Amanah/Editor: Ais

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.