LONDON (Lentera) -BBC melaporkan dalam waktu setempat akan menutup saluran televisi BBC Three dan BBC Scotland pada musim semi mendatang, seiring upaya perusahaan itu untuk terus menghasilkan penghematan sebesar 500 juta poundsterling (1 poundsterling = Rp24.035) atau setara 669 juta dolar AS (1 dolar AS = Rp18.006) dalam dua tahun.
Kedua layanan tersebut akan beralih menjadi layanan daring saja, yang berarti mereka akan tetap memproduksi dan menyediakan sebagian konten di iPlayer tanpa perlu mengisi jadwal siaran televisi terestrial, papar laporan itu.
Mengutip Antara, Selasa (27/10/2026) BBC juga mengumumkan bahwa pihaknya akan menghentikan Radio 4 Extra, yang sebagian besar menyiarkan program-program wicara dari arsip BBC, termasuk program komedi, drama, dan dokumenter.
Keputusan tersebut diambil sebagai respons terhadap "tekanan biaya yang mendesak," kata Direktur Jenderal BBC Matt Brittin, seraya menambahkan bahwa "kita semua tahu itu berarti pilihan-pilihan yang sulit."
"Di tengah tantangan keuangan yang signifikan, kami harus memfokuskan sumber daya kami ke bagian yang akan memberikan dampak terbesar bagi audiens," ujar Hayley Valentine, direktur BBC Scotland.
Sementara itu, serikat pekerja seni pertunjukan Equity menyoroti dampak penutupan Radio 4 Extra. Anggotanya dibayar dari tayangan ulang program arsip di kanal itu, sedangkan mulai April 2027 hanya sebagian konten yang tersedia di BBC Sounds.
Dampaknya, pendapatan seniman audio turun dan produksi naskah audio BBC berkurang. Di BBC News, direktur baru Rachel Jupp mengusulkan penghematan 5,5 juta poundsterling (sekitar Rp132 miliar) lewat penghapusan sekitar 100 posisi, dan staf terdampak sudah diberi tahu.
BBC Three pernah ditutup sebagai kanal televisi pada Februari 2016 dan beralih ke layanan daring. BBC meluncurkannya kembali sebagai kanal televisi pada 1 Februari 2022. BBC Scotland mulai siaran pada 24 Februari 2019 menggantikan BBC Two Scotlan (*)
Editor: Arifin BH





.jpg)
