TIM penyelamat dikerahkan untuk mencari lima pekerja yang dilaporkan hilang setelah sebuah anjungan minyak lepas pantai tenggelam di wilayah perairan Gabon. Insiden tersebut dikonfirmasi perusahaan pengelola dan otoritas setempat.
Pemerintah Gabon menyatakan lima korban yang masih hilang terdiri dari tiga warga negara Gabon, satu warga negara India, dan satu warga negara Kroasia.
Kecelakaan menimpa anjungan minyak Prospector 5 pada Sabtu malam ketika sedang bersiap melakukan pengeboran lepas pantai. Perusahaan pengelola yang berbasis di Bermuda, Borr Drilling, mengonfirmasi fasilitas tersebut mengalami kegagalan struktur parah hingga akhirnya tenggelam.
"Pada saat kejadian, terdapat 115 personel di atas anjungan," tulis pihak Borr Drilling dalam pernyataan resminya.
"Sebanyak 110 individu berhasil diselamatkan dan didata dengan aman. Lima orang masih belum ditemukan, dan operasi pencarian serta penyelamatan secara intensif terus dilakukan," lanjut pernyataan tersebut.
Otoritas Gabon mengonfirmasi operasi SAR masih berlangsung hingga Minggu malam. Tiga helikopter serta peralatan bawah air telah diterjunkan untuk memindai area perairan tempat tenggelamnya anjungan. Pihak Angkatan Laut Gabon juga turut memperkuat proses pencarian di lokasi kejadian.
Kronologi kejadian
Menteri Minyak Gabon, Clotaire Kondja, menjelaskan anjungan tersebut sempat miring sebelum akhirnya tenggelam saat menjalankan prosedur pra-pemuatan (pre-loading) menjelang rencana kampanye pengeboran.
Anjungan Prospector 5 sejatinya disiapkan untuk mendukung aktivitas pengeboran milik BW Energy, perusahaan eksplorasi minyak dan gas asal Norwegia yang beroperasi di Gabon, Brasil, dan Namibia.
Meski fasilitas fisik tenggelam ke dasar laut, otoritas mengonfirmasi belum ada tanda-tanda kebocoran bahan berbahaya di sekitar lokasi.
"Belum ada pelepasan zat berbahaya yang teramati pada tahap ini," ujar Kondja, dilansir Senin (26/10/2026).
Kondja menambahkan bahwa investigasi resmi telah dibuka untuk mengusut penyebab pasti kegagalan struktur serta menentukan pihak yang bertanggung jawab atas insiden ini.
"Area tersebut berada di bawah pengawasan ketat secara berkelanjutan, dan sumber daya penanganan polusi tetap disiagakan untuk melindungi garis pantai serta Taman Nasional Mayumba," tegasnya.
Evaluasi
Kecelakaan ini mendapat perhatian serius dari jajaran pimpinan tertinggi Gabon dan pihak manajemen perusahaan.
Direktur Utama Borr Drilling, Bruno Morand, menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah yang menimpa para pekerja.
"Kami sangat prihatin terhadap mereka yang belum ditemukan dan semua pihak yang terdampak oleh insiden ini," kata Morand.
Sementara itu, Presiden Gabon Brice Clotaire Oligui menegaskan pentingnya jaminan keselamatan bagi para pekerja di sektor lepas pantai melalui unggahan di media sosialnya.
"Mereka yang bekerja di laut atas nama negara kita harus dapat melakukannya dengan aman," tulis Oligui.
"Ini adalah persyaratan yang akan saya tegakkan kepada setiap operator yang berada di wilayah maritim kita," pungkasnya (*)
Editor: Arifin BH/mediaindonesia





.jpg)
