23 October 2026

Get In Touch

Meski TPA Supit Urang Kebakaran, DLH Kota Malang Pastikan Pengangkutan Sampah Tetap Normal

Antrean armada truk pengangkut sampah akan masuk TPA Supit Urang, Kota Malang, Kamis (22/10/2026). (Santi/Lentera)
Antrean armada truk pengangkut sampah akan masuk TPA Supit Urang, Kota Malang, Kamis (22/10/2026). (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang memastikan pengangkutan sampah dari tempat penampungan sementara (TPS) menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang tetap berjalan normal, di tengah kebakaran yang melanda area sanitary landfill.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Matondang mengatakan pihaknya menerapkan pengaturan antrean truk pengangkut sampah, untuk menyesuaikan kondisi operasional di lokasi sekaligus menjaga kelancaran proses pemadaman.

"Karena volume sampah yang masuk ke TPA Supit Urang rata-rata mencapai 500 ton hingga 600 ton per hari. Maka kami tetap mengupayakan pengambilan sampah setiap harinya harus dilakukan. Kalau tidak, nanti sampah-sampah yang ada di TPS itu akan menumpuk," ujarnya, Kamis (22/10/2026).

Dengan volume sampah yang relatif besar tersebut, DLH Kota Malang memilih mempertahankan ritasi pengangkutan daripada mengurangi frekuensi pengiriman sampah ke TPA. Pengurangan ritasi dikhawatirkan berdampak pada penumpukan sampah di TPS maupun titik penampungan lainnya.

"Tidak mungkin ada pengurangan, karena kalau pengurangan nanti berdampak juga yang di lokomotif. Cuma antisipasinya antre tadi," kata Raymond.

Berdasarkan pantauan di lapangan, truk pengangkut sampah terlihat mengantre memasuki TPA Supit Urang pada Kamis (22/10/2026) pukul 13.00 WIB. Raymond menyebut, pengaturan tersebut dilakukan karena area penempatan sampah yang biasanya terbagi menjadi 2 titik kini hanya dapat menggunakan 1 titik.

Satu titik lainnya difokuskan untuk mendukung jalur pemadaman kebakaran. Kondisi ini membuat truk pengangkut sampah harus menunggu giliran ketika memasuki area TPA.

"Saya sudah menginstruksikan para pengemudi truk agar tetap menjalankan pengangkutan sesuai jadwal operasional, dengan memperhatikan kondisi di lapangan dan bersabar saat mengantre," katanya.

Selain mengatur arus masuk truk, UPT TPA Supit Urang, kata Raymond, juga tetap menjalankan penanganan sampah di area sanitary landfill. Petugas yang bertugas meratakan sampah tetap melaksanakan pekerjaannya, disertai penimbunan menggunakan tanah maupun pasir batu (sirtu).

Raymond mengatakan, pihaknya telah menginstruksikan penambahan volume tanah dan sirtu untuk membantu penanganan area yang terdampak kebakaran. Penimbunan dilakukan setelah proses pembasahan atau pendinginan guna membantu mencegah munculnya kembali titik api.

"Setelah ada pembasahan atau pendinginan, kami tumpuk dengan tanah atau sirtu supaya tidak timbul api kembali," jelasnya.

Terkait kronologi kejadian kebakaran, Raymond menjelaskan, cuaca dan kondisi rumput yang kering turut mempercepat perambatan api hingga mencapai area sanitary landfill TPA Supit Urang pada Rabu (21/10/2026).

Menurutnya, petugas sebelumnya telah berupaya mengantisipasi dan memadamkan api di titik awal. Namun, embusan angin yang cukup kencang membuat percikan api melintasi sungai dan mengarah ke area TPA. (ADV).

 

Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.