22 October 2026

Get In Touch

Suarakan Kedaulatan Rakyat, Aliansi di Malang Buka Peluang Eskalasi Aksi pada 28 Oktober

Ratusan massa aksi di kawasan perkantoran DPRD dan Balai Kota Malang, Rabu (21/10/2026). (Santi/Lentera)
Ratusan massa aksi di kawasan perkantoran DPRD dan Balai Kota Malang, Rabu (21/10/2026). (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu menyatakan siap mengeskalasi gerakan untuk menyuarakan kedaulatan rakyat pada 28 Oktober 2026.

Humas Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu, Muhammad Arif Ilham, mengatakan rencana eskalasi tersebut merupakan bagian dari upaya menyelaraskan gerakan di daerah dengan agenda yang berkembang di tingkat nasional. Pihaknya menyambut agenda Komite Sadar yang berpusat di Jakarta untuk bersama-sama menyuarakan penyelamatan kedaulatan rakyat.

"Di tanggal 28 nanti kami akan menyampaikan eskalasi lebih lanjut untuk menyikapi bersama bagaimana menyerukan selamatkan daulat rakyat dan juga menyerukan kedaulatan rakyat untuk mengikuti isu nasional," ujar Ilham, Rabu (21/10/2026).

Menurutnya, upaya menyelamatkan kedaulatan rakyat perlu dilakukan melalui konsolidasi berbagai elemen masyarakat, mulai dari mahasiswa di sejumlah kampus hingga kelompok masyarakat di berbagai daerah. Konsolidasi tersebut diharapkan dapat menghimpun beragam persoalan yang dihadapi masyarakat agar dapat disuarakan secara kolektif.

Sebagai bagian dari gerakan tersebut, pihaknya turut menyusun bunga rampai dan kajian bertajuk "Komite Sadar: Selamatkan Daulat Rakyat". Kajian itu merangkum berbagai persoalan yang dinilai perlu mendapat perhatian pemerintah, terutama yang berkaitan dengan kondisi ekonomi dan kebijakan negara.

Ilham menjelaskan, terdapat 4 fokus utama yang menjadi perhatian dalam kajian tersebut. Keempatnya meliputi persoalan ekonomi; hukum, tata kelola, dan kebijakan negara; hak asasi manusia (HAM) dan demokrasi; serta pendidikan.

Ia berharap, empat bidang tersebut dapat menjadi prioritas evaluasi dan pembenahan pemerintah. Menurutnya, berbagai persoalan yang muncul membutuhkan respons cepat dan tindak lanjut kebijakan yang lebih konkret.

Meski demikian, Ilham mengatakan gerakan yang dibangun tidak diarahkan pada tuntutan politik yang spesifik, seperti revisi undang-undang tertentu. Pihaknya ingin mengangkat persoalan yang dihadapi masyarakat di berbagai wilayah agar tidak terkotak-kotak oleh kepentingan politik tertentu.

"Kami tidak menggunakan tajuk-tajuk yang bersifat politis karena harapannya permasalahan yang ada di setiap wilayah, masyarakat yang kemudian juga mengetahui permasalahan tidak terbagi-bagi," katanya.

Lebih lanjut, Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu mendorong pembentukan komite perlawanan di berbagai daerah sebagai wadah untuk menghimpun dan menyuarakan persoalan masyarakat. Melalui upaya tersebut, mereka berharap kelompok masyarakat yang selama ini belum memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi dapat terakomodasi dalam gerakan bersama.

Sebagai informasi, ratusan massa aksi mulai mendatangi kawasan perkantoran DPRD Kota Malang dan Balai Kota Malang pada pukul 15.30 WIB dengan membawa berbagai macam spanduk dan poster berisikan protes terhadap kebijakan pemerintah. Hingga pukul 16.50 WIB, massa masih bergantian menyampaikan orasinya dan belum meninggalkan lokasi aksi. (*)

 

Reporter: Santi Wahyu
Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.