Sempat Kirim Surat Penundaan Pemeriksaan KPK, Nusron Diketahui ke Malaysia dan Singapura
JAKARTA (Lentera) - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mengirimkan surat penundaan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (14/10/2026). Nusron diketahui melakukan perjalanan dinas ke Malaysia dan Singapura.
Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko mengatakan perjalanan Nusron ke Singapura melalui Pelabuhan Batam, Kepulauan Riau. "Minggu lalu kalau tidak salah, kami termonitor beliau ke Singapura melalui Batam," kata Hendarsam setelah pembukaan Diseminasi Kebijakan Kartu Perjalanan Bisnis APEC di Jakarta, Selasa (20/10/2026) melansir CNNIndonesia.
Setelah di Singapura, kata Hendarsam, Nusron menuju Malaysia untuk menghadiri acara. ditemani sejumlah petugas. "Ya, sempat ke Malaysia. Ada kegiatan dinas di sana. Jadi, ditemani oleh beberapa petugas," ujarnya.
Namun, Hendarsam belum bisa memastikan kepulangan Nusron kembali ke Tanah Air. “Nah, saya belum terinfo apakah beliau sudah ada di Indonesia atau belum,” kata Hendarsam melansir Kompas.com.
Hendarsam mengatakan, hingga saat ini, belum ada upaya pencekalan terhadap Nusron Wahid yang diajukan aparat penegak hukum. “Sampai saat ini belum, belum ada. Sepengetahuan kami sampai dengan saat ini belum ada,” ucap dia.
Sebelumnya, Plt Direktur Penyidikan KPK Ahmad Taufik mengatakan sedianya Nusron dijadwalkan untuk diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) PT Summarecon Tbk pada Kamis (15/10/2026).
“Terhadap NW, betul bahwa tanggal 14 (Oktober) kemarin sebetulnya sudah sesuai dengan panggilan penyidik, tapi kemudian ada surat dari yang bersangkutan untuk melakukan penundaan,” kata Ahmad Taufik di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (16/10/2026).
Taufik juga mengatakan, Nusron tak memenuhi pemanggilan karena alasan dinas ke Malaysia. “Jadi yang pertama itu ada surat agenda yang berbarengan, Kemudian yang saat kemarin, tanggal 14 itu agenda kegiatan Perdin ke luar negeri. Kalau nggak salah ke Malaysia,” ujarnya. (*)
Editor: Lutfiyu Handi




.jpg)
