20 October 2026

Get In Touch

Wali Kota Eri Minta Orangtua Lebih Dekat dengan Anak, Usai Kasus Dugaan Perundungan

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

SURABAYA (Lentera) - Kasus dugaan perundungan terhadap anak penyandang disabilitas yang berujung pada kematian, menjadi pengingat pentingnya peran keluarga dalam mendampingi tumbuh kembang anak. 

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi meminta para orangtua memperkuat komunikasi dengan anak agar lebih memahami keseharian, pergaulan, hingga persoalan yang mereka hadapi.

Eri mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya masih memberikan pendampingan kepada keluarga korban sekaligus berkoordinasi dengan kepolisian terkait penanganan anak yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Pemeriksaan juha masih berlangsung untuk memastikan kondisi psikologis dan kebutuhan penanganannya.

“Pendampingan tetap kami lakukan, dan kami juga sudah berkoordinasi dengan kepolisian agar proses ini bisa ditindaklanjuti sesuai hasil pemeriksaan. Karena yang bersangkutan masih berusia di bawah 12 tahun, perlu dipastikan terlebih dahulu kondisi psikologisnya melalui pemeriksaan yang sedang berjalan. Setelah hasilnya diketahui, penanganan selanjutnya akan disesuaikan,” kata Eri, Senin (19/10/2026).

Menurut Eri, penanganan kasus yang melibatkan anak harus dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan kondisi anak serta hasil pemeriksaan yang sedang berjalan. Pemkot Surabaya akan terus berkoordinasi dengan kepolisian untuk memastikan proses penanganan dan pendampingan keluarga tetap berjalan.

Di luar proses penanganan kasus, Eri mengingatkan bahwa keluarga memiliki peran mendasar dalam membentuk perilaku dan karakter anak. Kedekatan emosional serta komunikasi yang terbuka dinilai penting agar orangtua dapat mengetahui perkembangan anak, termasuk perubahan perilaku dan persoalan yang muncul dalam pergaulan sehari-hari.

“Kalau kita ingin membangun kota dan negara, semuanya harus dimulai dari keluarga. Orangtua harus dekat dengan anaknya, tahu bagaimana kesehariannya, mendengarkan ceritanya, dan memberikan pendidikan yang baik. Jangan sampai komunikasi dengan anak justru semakin jauh,” ujarnya.

Ia menambahkan, mendampingi anak tidak cukup hanya dengan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Orangtua juga perlu menyediakan waktu untuk mendengarkan, memberikan arahan, serta menciptakan ruang aman bagi anak untuk menyampaikan cerita dan persoalan yang dialaminya.

“Ini menjadi pembelajaran bagi saya pribadi dan seluruh orangtua. Mari kita lebih mendekatkan diri kepada anak-anak kita. Pendidikan pertama dimulai dari keluarga, dari bagaimana kita membangun komunikasi, memberikan contoh, dan menanamkan nilai-nilai yang baik,” pungkasnya.

 

Reporter: Amanah/Editor: Ais

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.