21 October 2026

Get In Touch

Trenggalek Siapkan 139 Atlet Pelajar untuk Berkompetisi di Ajang POPDA dan PAPERDA

Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Trenggalek, Arief Setiawan, menyampaikan persiapan 132 atlet pelajar yang akan berlaga di POPDA XV Jawa Timur 2026.
Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Trenggalek, Arief Setiawan, menyampaikan persiapan 132 atlet pelajar yang akan berlaga di POPDA XV Jawa Timur 2026.

TRENGGALEK (Lentera) -Sebanyak 132 atlet pelajar Kabupaten Trenggalek dipersiapkan untuk bersaing dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV Jawa Timur 2026. Mengikuti 17 cabang olahraga, kontingen Trenggalek menargetkan peningkatan prestasi dari kompetisi sebelumnya, sementara 7 atlet lainnya disiapkan untuk berlaga di Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PAPERDA).

Persiapan menuju POPDA kini telah mencapai tahap verifikasi kedua. Para atlet nantinya akan bertanding di Kabupaten Ngawi dan Surabaya untuk menunjukkan kemampuan sekaligus membawa nama Kabupaten Trenggalek di tingkat provinsi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Trenggalek, Arief Setiawan, menyampaikan bahwa tahapan persiapan terus berjalan. Pemerintah daerah berupaya memastikan atlet yang diberangkatkan siap menghadapi persaingan dengan peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur.

Menurut Arief, keikutsertaan dalam 17 cabang olahraga tersebut merupakan hasil pertimbangan dan evaluasi terhadap potensi atlet yang dimiliki Trenggalek. Sejumlah cabang olahraga diharapkan mampu memberikan hasil positif dan membuka peluang meraih medali.

“Persiapan para atlet sudah berjalan dan sekarang memasuki verifikasi kedua. Tahun ini Trenggalek mengikuti 17 cabang olahraga, dengan harapan seluruh peserta bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya saat bertanding,” ujar Arief.

Meski begitu, pemberangkatan kontingen tidak sepenuhnya ditanggung melalui anggaran Dispora. Keterbatasan pembiayaan membuat beberapa cabang olahraga memilih mengikuti kompetisi dengan biaya mandiri.

Kendati terdapat perbedaan skema pembiayaan, Dispora tetap memberikan dukungan kepada para peserta. Fasilitasi dilakukan terutama untuk membantu pemenuhan ketentuan dan kelengkapan administrasi yang dibutuhkan agar atlet dapat mengikuti pertandingan sesuai aturan.

Arief menjelaskan, keberangkatan secara mandiri tidak lantas membuat atlet kehilangan dukungan dari pemerintah daerah. Koordinasi tetap dilakukan untuk memastikan persyaratan yang diperlukan dapat dipenuhi.

“Tidak semua peserta bisa kami biayai keberangkatannya melalui Dispora. Ada cabang olahraga yang memilih berangkat dengan pembiayaan sendiri, tetapi kami tetap membantu dari sisi administrasi dan ketentuan yang harus dipenuhi. Yang terpenting, semua pihak tetap bisa bekerja sama untuk mendukung atlet Trenggalek,” jelasnya.

Dalam menentukan target, Dispora tidak ingin membebani atlet dengan tuntutan berlebihan. Arief berharap hasil yang diraih tahun ini setidaknya lebih baik dibandingkan capaian pada penyelenggaraan POPDA sebelumnya.

Peningkatan prestasi tersebut diharapkan dapat terwujud melalui persiapan yang lebih matang, semangat berkompetisi, serta kemampuan atlet menerapkan hasil latihan ketika menghadapi lawan.

Selain mengejar medali, para atlet juga diingatkan agar menjaga sikap selama mengikuti pertandingan. Mereka diharapkan menjunjung tinggi sportivitas, menghormati lawan, dan menjaga nama baik daerah yang mereka wakili.

“Manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Kalian merupakan atlet pilihan yang membawa nama Trenggalek, sehingga tunjukkan semangat, kemampuan, dan sikap sportif selama mengikuti pertandingan,” pesan Arief.

Di luar persiapan POPDA, Dispora Trenggalek juga mengirimkan perhatian pada pengembangan olahraga pelajar disabilitas. Sebanyak 7 atlet disiapkan untuk mengikuti PAPERDA yang akan berlangsung di Kabupaten Ngawi.

Keikutsertaan dalam dua ajang tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan ruang bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan olahraga. Kompetisi juga menjadi kesempatan bagi para atlet untuk memperoleh pengalaman bertanding dan mengukur hasil latihan selama ini.

Bagi kontingen Trenggalek, POPDA dan PAPERDA bukan sekadar ajang memperebutkan gelar juara. Kedua kompetisi itu menjadi kesempatan untuk unjuk potensi atlet pelajar daerah sekaligus membangun pengalaman yang dapat menjadi bekal dalam menghadapi kejuaraan berikutnya.

Reporter: Herlambang|Editor: Arifin BH

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.