21 October 2026

Get In Touch

Gerhana Matahari Total 2027: Durasi 6 Menit 23 Detik

Gerhana Matahari Total 2027: Durasi 6 Menit 23 Detik

SURABAYA ( LENTERA ) - Gerhana Matahari Total (GMT) akan terjadi pada 2 Agustus 2027. Fenomena astronomi ini diperkirakan berlangsung hingga 6 menit 23 detik pada titik dengan durasi totalitas maksimum, menjadikannya salah satu gerhana Matahari total terlama yang dapat diamati dari daratan pada abad ke-21.

Menurut perhitungan astronomi, jalur totalitas gerhana akan melintasi sejumlah wilayah di Eropa, Afrika Utara, dan Timur Tengah, termasuk Spanyol bagian selatan, Maroko, Mesir, serta Arab Saudi. Pengamat yang berada di jalur tersebut dapat menyaksikan Bulan menutupi seluruh piringan Matahari sehingga siang hari berubah gelap untuk sementara.

Salah satu lokasi yang diperkirakan menjadi tujuan pengamatan adalah Luxor, Mesir. Durasi totalitas di sekitar wilayah ini dapat mencapai 6 menit 23 detik. Kota lain yang berada di jalur gerhana antara lain Cadiz dan Malaga di Spanyol, Tangier di Maroko, serta Jeddah dan Makkah di Arab Saudi.

Durasi gerhana berbeda-beda menurut lokasi pengamatan. Wilayah di luar jalur totalitas hanya akan mengalami gerhana sebagian, ketika Bulan menutupi sebagian piringan Matahari.

Mengapa Istimewa

Gerhana Matahari total terjadi ketika Bulan berada di antara Bumi dan Matahari, sehingga ketiganya berada dalam posisi yang memungkinkan Bulan menutupi seluruh piringan Matahari dari sudut pandang pengamat di Bumi.

Lamanya fase totalitas dipengaruhi jarak Bumi dari Matahari, jarak Bulan dari Bumi, serta posisi pengamat terhadap jalur bayangan Bulan. Ketika Bulan tampak relatif besar dan Matahari tampak relatif kecil, durasi totalitas berpotensi lebih panjang.

Meski disebut sebagai salah satu gerhana terlama abad ini, GMT 2027 bukanlah yang paling lama sepanjang abad ke-21. Gerhana pada 22 Juli 2009 mencatat durasi totalitas maksimum sekitar 6 menit 39 detik, tetapi jalur terbaiknya terutama melintasi Samudra Pasifik.
Kelly Korreck, ilmuwan program gerhana di NASA, menjelaskan keistimewaan fenomena gerhana Matahari yang dapat diamati dari Bumi.

"Sejauh ini, Bumi adalah satu-satunya planet yang kita ketahui mengalami jenis gerhana matahari seperti ini," kata Korreck, dikutip dari Euronews.

"Ada bulan-bulan lain yang melintas di depan Matahari, namun memiliki Bulan dengan ukuran dan jarak yang sempurna untuk menyaksikan ini sungguh istimewa," tambahnya.

Ukuran tampak Matahari dan Bulan dari Bumi hampir sama meskipun ukuran sebenarnya sangat berbeda. Kondisi ini memungkinkan Bulan menutupi Matahari sepenuhnya ketika keduanya berada pada satu garis pandang.

Korona Matahari Terlihat 

Ketika Matahari tertutup sepenuhnya, pengamat dapat melihat korona, yakni lapisan terluar atmosfer Matahari yang tampak seperti untaian cahaya di sekeliling Bulan. Bintang dan beberapa planet terang juga berpotensi terlihat ketika langit mendadak gelap.

Suhu udara dapat menurun selama gerhana, tetapi besar perubahan bergantung pada cuaca dan kondisi lingkungan setempat.
Masyarakat yang ingin menyaksikan fenomena ini harus memperhatikan keselamatan mata. 

NASA menyarankan penggunaan kacamata khusus gerhana yang memenuhi standar ISO 12312-2. Kacamata hitam biasa tidak cukup untuk melindungi mata dari cahaya Matahari.
Perlindungan wajib digunakan selama seluruh fase gerhana sebagian. Kacamata hanya boleh dilepas ketika pengamat berada di jalur totalitas dan piringan Matahari benar-benar tertutup seluruhnya. Begitu cahaya Matahari mulai terlihat kembali, kacamata harus segera digunakan.

Untuk pengamatan menggunakan kamera, teleskop, atau teropong, diperlukan filter Matahari khusus yang dipasang di bagian depan perangkat. Persiapan lokasi, pemantauan cuaca, dan penggunaan perlindungan yang tepat menjadi kunci agar gerhana Matahari total pada 2 Agustus 2027 dapat dinikmati dengan aman.(far,ist/dya)

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.