16 October 2026

Get In Touch

Kondisi Udara Masih Berbahaya, Disdik Perpanjang Masa PJJ Hingga 17 Oktober

Disdik Perpanjang PJJ, Kondisi Udara Masih Level Berbahaya
Disdik Perpanjang PJJ, Kondisi Udara Masih Level Berbahaya

PALANGKA RAYA (Lentera) -Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palangka Raya memperpanjang pembelajaran jarak jauh bagi siswa PAUD, SD, dan SMP pada 15-17 Oktober 2026, mengikuti kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih berada pada level berbahaya.

Sebagaimana diungkapkan Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Aprae Vico Ranan, keputusan tersebut diambil berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara pada 11-14 Oktober 2026.

"Keputusan ini bertujuan untuk melindungi kesehatan siswa di tengah kualitas udara yang masih berada pada kategori berbahaya," papar Vico, Kamis (15/10/2026).

Ia menekankan, pembelajaran tatap muka sementara dibatasi untuk mengurangi risiko paparan asap pada peserta didik.

Dari hasil pemantauan ISPU pada 11-14 Oktober 2026, menunjukkan kualitas udara di wilayah setempat masih dalam kategori berbahaya.

Bahkan, berdasarkan data pemantauan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) yang diberitakan pada Rabu, 14 Oktober 2026, ISPU di stasiun Palangka Raya, Jekan Raya, sempat tercatat mencapai 4.055 pada pukul 13.17 WIB dengan PM2.5 sebagai parameter pencemar utama.

Tidak hanya itu, kondisi kabut asap juga menyebabkan jarak pandang di sejumlah ruas jalan menurun. Di beberapa titik Jalan Mahir Mahar dan jalur Trans Kalimantan, jarak pandang pada Rabu dilaporkan hanya sekitar 50-100 meter.

"Kami juga meminta siswa mengurangi aktivitas di luar rumah, memperbanyak minum air putih, menjaga pola makan, dan menggunakan masker sesuai standar jika harus keluar rumah," ucap Vico.

Selain itu, orang tua juga diminta mengawasi kegiatan anak selama mengikuti pembelajaran dari rumah.

Kebijakan ini akan terus dievaluasi seiring perkembangan kualitas udara.

"Langkah selanjutnya akan disesuaikan dengan mempertimbangkan hasil pemantauan lingkungan dengan tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan peserta didik," tuturnya.

Namun, Vico tidak memungkiri jika pembelajaran dari rumah juga memiliki sejumlah kendala, seperti jaringan internet, keterbatasan perangkat, dan kejenuhan anak karena lebih sedikit berinteraksi dengan teman.

"Kita semua berharap karhutla dan kabut asap segera berakhir sehingga kegiatan belajar dapat kembali normal, dan anak-anak bisa kembali belajar di sekolah, bermain, dan berinteraksi dengan teman dalam kondisi aman dan nyaman," pungkasnya.

Reporter: Novita|Editor: Arifin BH

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.