PALANGKA RAYA (Lentera) - Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, diminta untuk turun langsung merasakan kondisi masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng).
Hal ini diusulkan oleh Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Arif M. Norkim, yang berharap agar Raja Juli bisa menghabiskan waktu selama 10 hari di sejumlah wilayah terdampak karhutla, antara lain di Kota Palangka Raya, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kotawaringin Barat (Kobar), Barito Selatan (Barsel), Gunung Mas (Gumas), serta daerah lain yang mengalami dampak dari karhutla dan kabut asap.
"Dengan menghabiskan waktu selama 10 hari di wilayah terdampak karhutla, dan jangan hanya berdiam di hotel saja, diharapkan beliau bisa merasakan apa yang dirasakan masyarakat setempat," papar Arif, Selasa (13/10/2026).
Menurut Arif, sebaiknya kunjungan tidak hanya diisi agenda pertemuan resmi dengan pemerintah daerah, tetapi juga mengajak menteri untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat yang setiap hari harus menghadapi kabut asap.
Tidak hanya itu, ia juga menyarankan agar selama berada di daerah, Raja Juli tidak hanya menginap di hotel. Menteri dapat memanfaatkan rumah jabatan wali kota atau gubernur, bahkan menginap di rumah warga di wilayah terdampak, agar dapat merasakan dampaknya secara langsung dan nyata.
Dengan merasakannya secara langsung, diharapkan pemerintah pusat dapat mengetahui dampak karhutla terhadap kehidupan sehari-hari dan persoalan yang dihadapi masyarakat, seperti gangguan kesehatan, aktivitas ekonomi, pendidikan, dan mobilitas warga.
"Setelah merasakan secara langsung di wilayah terdampak, diharapkan penanganan karhutla tidak hanya bertumpu pada laporan administratif, tetapi juga mempertimbangkan pengalaman warga yang terdampak," ungkapnya.
Selain itu, Arif juga menyoroti pentingnya perhatian pemerintah pusat terhadap daerah yang mengalami kebakaran dan kabut asap. Penanganan karhutla membutuhkan koordinasi lintas pemerintahan, dukungan sumber daya, serta langkah konkret untuk melindungi masyarakat.
"Semoga usulan ini menjadi bahan pertimbangan bagi Menteri Kehutanan agar kunjungan ke Kalteng dapat dimanfaatkan untuk mengevaluasi kondisi lapangan sekaligus memperkuat upaya penanggulangan karhutla," pungkasnya. (*)
Reporter : Novita
Editor: Lutfiyu Handi




.jpg)
