SURABAYA ( LENTERA ) - Tangan kesemutan setelah tertindih saat tidur umumnya dapat membaik ketika posisi tubuh diubah. Namun, jika keluhan muncul berulang, terutama pada malam hari hingga membuat seseorang terbangun, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian.
Kesemutan atau kebas bukan selalu pertanda penyakit serius. Meski demikian, keluhan yang terus berulang dapat mengindikasikan adanya tekanan atau gangguan pada saraf. Karena itu, penting mengenali pola kesemutan, bagian tangan yang terdampak, serta gejala lain yang menyertainya.
Dokter spesialis neurologi, dr. Puspasari, Sp.N, FIOM, FEEG, FPSG, F.Neurosomnologi, FEMG, KHS, menjelaskan bahwa salah satu penyebab kesemutan berulang pada tangan adalah Carpal Tunnel Syndrome (CTS). Kondisi ini terjadi ketika saraf median yang melewati terowongan sempit di pergelangan tangan mengalami tekanan.
“Keluhan CTS biasanya berupa kesemutan atau kebas pada ibu jari, telunjuk, jari tengah, dan sebagian jari manis. Keluhan ini sering lebih terasa pada malam hari dan bahkan dapat membuat pasien terbangun dari tidur,” kata Puspasari, dikutip dari ANTARA.
Pada kondisi yang lebih lanjut, CTS dapat menyebabkan kelemahan tangan. Penderitanya mungkin lebih mudah menjatuhkan benda atau kesulitan melakukan gerakan yang membutuhkan ketelitian. Kesemutan akibat CTS terkadang berkurang setelah tangan digoyangkan atau dikibaskan, tetapi perbaikan sementara tersebut tidak memastikan penyebab keluhan.
Bisa dari Saraf Leher
Selain CTS, kesemutan pada tangan dapat berkaitan dengan radikulopati servikal, yaitu kondisi ketika akar saraf di leher tertekan atau mengalami iritasi. Keluhan dapat berupa nyeri yang menjalar dari leher ke bahu, lengan, hingga jari-jari tangan. Namun, gangguan ini tidak selalu disertai nyeri leher yang berat. Perubahan pada tulang belakang, penyempitan jalur saraf, atau masalah pada bantalan antarruas tulang belakang dapat menjadi penyebabnya. Gejala bergantung pada saraf yang terdampak.
Lokasi Menjadi Petunjuk
Menurut Puspasari, lokasi kesemutan dapat membantu dokter memperkirakan sumber gangguan saraf, tetapi tidak cukup untuk memastikan diagnosis. Pemeriksaan dilakukan dengan menilai pola keluhan, kekuatan otot, refleks, serta bagian tangan atau lengan yang mengalami gangguan rasa.
Pada kondisi tertentu, dokter dapat menyarankan pemeriksaan Electromyography/Nerve Conduction Study (EMG/NCS). NCS menilai penghantaran sinyal listrik melalui saraf, sedangkan EMG mengevaluasi aktivitas listrik otot. Kedua pemeriksaan tersebut dapat membantu mengidentifikasi lokasi dan tingkat gangguan saraf. Pemeriksaan klinis dan pencitraan seperti MRI juga dapat digunakan sesuai kebutuhan untuk melengkapi penilaian.
Kapan Harus Periksa?
Kesemutan yang muncul sesaat setelah tangan tertindih dan segera membaik ketika posisi tubuh diubah umumnya tidak perlu langsung dikhawatirkan. Sebaliknya, pemeriksaan medis perlu dipertimbangkan jika keluhan terus berulang, semakin sering, mengganggu tidur, tidak kunjung membaik, disertai nyeri menjalar, atau menyebabkan tangan melemah.
Puspasari menegaskan, “Kesemutan merupakan gejala, bukan diagnosis. Mengetahui sumber dan lokasi gangguan saraf merupakan langkah penting untuk menentukan penanganan yang sesuai.”
Jika kebas atau kelemahan muncul mendadak, terutama disertai wajah mencong, kesulitan berbicara, gangguan keseimbangan, atau kelemahan pada satu sisi tubuh, segera cari pertolongan medis darurat karena gejala tersebut dapat menandakan stroke.
Mengenali pola kesemutan dapat membantu menentukan kapan seseorang perlu mencari pertolongan. Namun, penentuan penyebab dan penanganan tetap memerlukan pemeriksaan tenaga medis, bukan hanya berdasarkan jari atau bagian tangan yang terasa kebas.(Far,ist/dya)
5 GERAKAN RINGAN UNTUK MEREDAKAN KESEMUTAN TANGAN
1. Ubah Posisi Tangan
Lepaskan tekanan pada tangan dan ubah posisi duduk atau tidur secara perlahan.
2. Buka dan Kepalkan Jari
Rentangkan jari-jari tangan, lalu kepalkan perlahan. Ulangi 5–10 kali tanpa memaksakan gerakan.
3. Gerakkan Pergelangan Tangan
Tekuk pergelangan tangan perlahan ke atas dan ke bawah dalam rentang yang nyaman.
4. Goyangkan Tangan Perlahan
Goyangkan tangan dengan lembut selama beberapa detik untuk membantu meredakan sensasi kebas akibat tekanan sementara.
5. Luruskan Siku dan Rilekskan Bahu
Luruskan siku secara perlahan, turunkan bahu, lalu rilekskan lengan tanpa menarik atau meregangkan secara paksa.
PENTING!
-Hentikan gerakan jika muncul nyeri atau kesemutan bertambah parah.
-Jika kesemutan sering berulang, mengganggu tidur, atau disertai kelemahan tangan, periksakan diri ke dokter.
-Jika kebas atau kelemahan muncul mendadak disertai wajah mencong atau kesulitan berbicara, segera cari pertolongan darurat.





.jpg)
