08 October 2026

Get In Touch

Waspada! Ayam Terlihat Sehat Belum Tentu Bebas Flu

Waspada! Ayam Terlihat Sehat Belum Tentu Bebas Flu

SURABAYA ( LENTERA ) - Memelihara ayam di pekarangan rumah semakin diminati, terutama untuk memenuhi kebutuhan telur keluarga. Namun, unggas yang terlihat aktif, memiliki bulu bersih, dan makan dengan lahap belum tentu bebas infeksi virus. Pakar mengingatkan masyarakat agar tidak hanya mengandalkan kondisi fisik ayam untuk memastikan kesehatannya.

Kebiasaan memelihara ayam petelur di lingkungan rumah atau urban farming memiliki sejumlah manfaat. Selain menyediakan telur untuk konsumsi keluarga, aktivitas ini juga menjadi alternatif pemenuhan pangan rumah tangga. Namun, ada aspek kesehatan yang perlu diperhatikan, terutama ketika pemilik berinteraksi langsung dengan unggas setiap hari.

Salah satu hal yang perlu diwaspadai adalah influenza pada unggas, termasuk influenza avian atau flu burung. Ayam yang terinfeksi virus tertentu tidak selalu langsung memperlihatkan gejala klinis. Karena itu, penampilan luar tidak dapat dijadikan satu-satunya patokan untuk memastikan unggas terbebas dari penyakit.a

Guru Besar Universitas Airlangga (Unair), pakar biologi molekular Prof. Dr. drh. Chairul Anwar Nidom, M.S., mengingatkan bahwa ayam yang tampak sehat bisa saja sudah terinfeksi virus.
"Akhir-akhir ini sering dijumpai kondisi tersebut, ayam yang terlihat sehat ternyata sudah terinfeksi virus tertentu," ujar Nidom.

Menurut dia, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat yang memelihara ayam di sekitar tempat tinggal. Pengamatan secara kasatmata tidak cukup untuk memastikan unggas benar-benar bebas dari infeksi.

Kenali Perubahan Perilaku

Pemilik ayam tetap perlu mengenali perubahan perilaku dan kondisi fisik unggas. Sejumlah tanda yang patut diperhatikan antara lain:
Nafsu makan dan minum menurun. Ayam yang biasanya aktif mencari makan mendadak tidak tertarik pada pakan atau air.

Lebih banyak diam dan lemas. Unggas terlihat lesu, kurang bergerak, atau cenderung menyendiri.

Perubahan warna jengger. Jengger yang biasanya merah dapat terlihat lebih pucat.
Gangguan pernapasan. Ayam mengalami batuk, bersin, mengeluarkan cairan dari hidung atau mata, hingga kesulitan bernapas.
Perubahan kotoran. Kotoran menjadi lebih encer atau mengalami perubahan warna dan konsistensi.

Produksi telur menurun. Ayam petelur menghasilkan telur lebih sedikit atau bentuk dan kualitas telurnya berubah.
Kematian mendadak. Ayam dapat mati tanpa menunjukkan tanda sakit yang jelas sebelumnya.

Pengalaman Rita Andayani, kreator konten pemilik akun Instagram @kebun_samara asal Yogyakarta, menunjukkan pentingnya mengenali perubahan perilaku ayam. Selama hampir dua tahun memelihara ayam petelur di rumah, ia terbiasa mengamati kondisi unggas setiap hari.

"Kalau ayam yang sekiranya dia sakit itu dia pasti lemas, tidak nafsu makan. Terus warna jenggernya itu lebih pucat," kata Rita.
Tanda-tanda tersebut dapat menjadi petunjuk awal bahwa kondisi kesehatan ayam sedang menurun. Namun, gejala itu tidak secara khusus memastikan ayam terinfeksi influenza avian. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui penyebab penyakitnya.

Bagaimana Bisa Menular ke Manusia?

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan, influenza avian atau flu burung merupakan penyakit akibat virus influenza yang terutama menyerang unggas, tetapi juga dapat menginfeksi mamalia, termasuk manusia.
Penularan kepada manusia terutama terjadi melalui kontak dekat dengan unggas yang terinfeksi atau lingkungan yang telah tercemar virus. Penularan dapat berlangsung ketika seseorang terpapar air liur, lendir, kotoran, maupun cairan tubuh unggas yang terinfeksi.

Virus dapat masuk melalui mata, hidung, mulut, atau terhirup bersama partikel di udara. Risiko paparan lebih besar pada orang yang memiliki kontak langsung dan berkepanjangan dengan unggas terinfeksi tanpa perlindungan memadai.

Gejala pada manusia dapat bervariasi, mulai dari demam, batuk, sakit tenggorokan, nyeri otot, hingga gangguan pernapasan berat. Beberapa infeksi juga dilaporkan menyebabkan peradangan pada mata atau konjungtivitis.
WHO menegaskan bahwa penularan influenza avian antarmanusia secara berkelanjutan belum terbukti. Meski demikian, infeksi pada manusia tetap menjadi perhatian kesehatan masyarakat karena dapat menimbulkan penyakit serius.

Langkah Aman Beternak di Rumah

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) memberikan sejumlah panduan bagi masyarakat yang memelihara unggas di lingkungan rumah.
Pertama, pemilik sebaiknya tidak menyentuh ayam yang sakit atau mati tanpa perlindungan. Kotoran, alas kandang, tempat minum, dan permukaan yang mungkin tercemar juga perlu dihindari dari kontak langsung.

Kedua, biasakan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir setelah memegang ayam atau membersihkan kandang. Ketiga, tempatkan kandang di luar rumah dan jauhkan unggas dari area penyimpanan, pengolahan, maupun penyajian makanan.

Keempat, jaga kebersihan kandang dan peralatan pakan serta minum. Unggas baru sebaiknya tidak langsung dicampurkan dengan kelompok ayam yang sudah dipelihara. Pemilik juga perlu berkonsultasi dengan dokter hewan atau petugas kesehatan hewan jika menemukan gejala penyakit.

Untuk konsumsi, WHO mengingatkan masyarakat agar tidak menyembelih atau mengonsumsi unggas yang sakit. Daging ayam dan telur harus dimasak hingga matang. CDC juga menyebut pemanasan hingga suhu internal 165 derajat Fahrenheit atau sekitar 74 derajat Celsius dapat membunuh virus influenza avian pada produk unggas dan telur.
World Health Organization.

CDC turut menyarankan pemantauan kondisi kesehatan selama 10 hari setelah paparan terakhir bagi orang yang diketahui terpapar unggas atau hewan terinfeksi influenza avian. Jika muncul gejala seperti demam, batuk, atau gangguan pernapasan, segera mencari pertolongan medis dan menyampaikan riwayat kontak dengan unggas kepada tenaga kesehatan.

Memelihara ayam di rumah tetap dapat menjadi kegiatan yang bermanfaat bagi keluarga. Namun, kebersihan kandang, pengamatan rutin, dan pemeriksaan kesehatan unggas tidak boleh diabaikan. Ayam yang tampak sehat belum tentu bebas virus sehingga kewaspadaan perlu dimulai sebelum gejala penyakit terlihat.(far,ist/dya)

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.