04 October 2026

Get In Touch

Kelompok Pendidikan Penyumbang Utama Inflasi September, Ini Langkah BPS dan TPID Kota Kediri

Kepala Bagian Administrasi Perekonomian Setda Kota Kediri selaku Sekretaris TPID Kota Kediri, Noviana Rachmawati.
Kepala Bagian Administrasi Perekonomian Setda Kota Kediri selaku Sekretaris TPID Kota Kediri, Noviana Rachmawati.

KEDIRI (Lentera) - Dalam rangka melaksanakan kegiatan rutin pemantauan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Kota Kediri, Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri menyampaikan realisasi data perkembangan inflasi Kota Kediri Bulan September 2026 melalui Press Release Berita Resmi Statistik yang digelar oleh BPS Kota Kediri secara daring, pada Kamis (1/10/2026).

Saat menyampaikan paparannya, Kepala BPS Kota Kediri, Emil Wahyudiono menyampaikan pada September 2026, Kota Kediri mengalami inflasi bulanan atau month-to-month (m-to-m) sebesar 0,41 persen, sementara inflasi tahunan (y-on-y) tercatat sebesar 3,38 persen. 

"Penyumbang utama inflasi m-to-m bulan tersebut, ialah kelompok pendidikan dengan andil 0,19 persen," ujar Emil dalam keterangan dikutip, Sabtu (3/10/2026).

Selanjutnya untuk komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi bulanan di Kota Kediri antara lain: akademi/perguruan tinggi dengan andil sebesar 0,19 persen; cabai rawit dengan andil sebesar 0,12 persen; daging ayam ras sebesar 0,09 persen; telur ayam ras sebesar 0,05 persen; beras dan jeruk sebesar 0,03 persen; angkutan udara dan bayam sebesar 0,02 persen; jagung manis dan daging sapi 0,01 persen.

"Di sisi lain, sejumlah komoditas turut menahan laju inflasi atau mengalami deflasi yaitu: emas perhiasan dan alpukat deflasi sebesar -0,04 persen; kacang panjang dan semangka sebesar -0,03 persen; cabai merah, bawang merah, pir, bawang putih, ketimun sebesar -0,02 persen; dan ikan bandeng/ikan bolu sebesar -0,01 persen," jelasnya.

Selain memaparkan kondisi inflasi September, di kesempatan tersebut, Emil juga menyampaikan beberapa hal yang perlu diwaspadi terjadi pada bulan berikutnya, karena berpotensi mempengaruhi kenaikan harga berbagai komoditas. 

Diantaranya: ketersediaan stok dan distribusi komoditas beras, daging ayam dan telur ayam ras, serta komoditas pangan lainnya akibat permintaan konsumen. Di sisi lain, berdasarkan keterangan BMKG El Nino sangat kuat dan diprediksi berlangsung hingga awal 2027, hal itu berpotensi mengakibatkan tertundanya awal musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia. 

"Selain itu, penyesuaian tarif BBM non subsidi yang masih akan berlangsung. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan efek domino pada harga komoditas lainnya," terangnya.

Untuk itu Emil mengimbau, masyarakat Kota Kediri tetap bijak dalam berbelanja dan merencanakan pengeluaran rumah tangga, terutama menghadapi potensi kenaikan harga sejumlah komoditas pada bulan Oktober 2026.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bagian Administrasi Perekonomian selaku Sekretaris TPID Kota Kediri, Noviana Rachmawati menyampaikan bahwa kondisi tersebut menuntut adanya evaluasi, untuk melihat apakah tarif akademi/perguruan tinggi cukup berdampak pada perekonomian di Kota Kediri.

"Serta tekanan harga pada komoditas pangan telah melandai atau justru berlanjut akibat faktor musiman, pola distribusi, dan penyesuaian harga di tingkat grosir maupun eceran," ujarnya.

Pergerakan harga pada bulan September ini, memegang peran strategis sebagai acuan pemetaan risiko inflasi menjelang kuartal akhir tahun 2026. 

Sebagai langkah antisipatif dan responsif, lanjut Noviana, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri terus mengoptimalkan sinergi lintas sektor melalui strategi untuk menjaga 4K, yaitu Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif. 

Pada September kemarin terdapat event Syiar di Balai Kota Kediri, dimana dalam rangkaian acara tersebut TPID menggelar Gerakan Pangan Murah sebagai upaya mengendalikan keterjangkauan harga. 

Kegiatan lain yang dilaksanakan di bulan September adalah penyaluran bantuan pangan oleh Bulog, yang diharapkan dapat mengurangi permintaan terutama pada komoditas beras di Kota Kediri. 

Di sisi kelancaran distribusi terdapat sarana terminal bongkar muat barang, yang bisa digunakan untuk mengurangi kemacetan akibat menumpuknya truk muatan pada simpul-simpul kegiatan ekonomi. 

"Sedangkan menyikapi kondisi kedepan, diharapkan masyarakat dapat mengatur terkait kebutuhan sehari hari dengan bijak agar dapat tercukupi, untuk para pedagang agar dapat menyediakan kebutuhan pokok sehingga harga tetap stabil.” pungkasnya.

Noviana turut mengimbau, agar masyarakat tidak panic buying dikarenakan Pemerintah juga terus berusaha menjaga ketersediaan pasokan seluruh komoditas, serta kestabilan harga di berbagai sektor agar roda perekonomian di Kota Kediri tetap berjalan semestinya.

 

Reporter: Ais/Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.