04 October 2026

Get In Touch

Cek Jenis Influenza di Sekolah, Dinkes Kota Malang Tunggu Hasil Swab Belasan Murid SMP Tamansiswa

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif. (Santi/Lentera)
Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif. (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang masih menunggu hasil pemeriksaan swab terhadap belasan murid SMP Tamansiswa, untuk memastikan jenis influenza yang muncul di lingkungan sekolah tersebut.

"Ada 13 anak yang kami asesmen di awal, ini karena ada flunya, ada batuknya, ada panasnya," ujar Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, Sabtu (3/10/2026).

Dikatakannya, sampel swab telah diambil oleh Puskesmas Dinoyo yang kemudian dikirimkan ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya. Pemeriksaan selanjutnya dilakukan di Jakarta melalui metode Whole Genome Sequencing (WGS) untuk mendapatkan gambaran lebih lanjut terkait virus yang terdeteksi.

Hasil pemeriksaan tersebut diperkirakan baru diterima pada awal pekan depan. Meski demikian, Husnul memastikan kondisi seluruh siswa yang sebelumnya mengalami gejala kini telah membaik dan mereka telah kembali mengikuti pembelajaran di sekolah.

"Sudah sehat semuanya. Termasuk yang 13 lainnya juga sudah masuk. Kami tinggal menunggu hasil swab-nya saja. Insyaallah mungkin Senin atau Selasa depan," katanya.

Dinkes Kota Malang nantinya akan menyesuaikan langkah penanganan dengan hasil pemeriksaan sekaligus kondisi masing-masing siswa. Apabila ditemukan jenis influenza tertentu, termasuk superflu atau tipe A subklade K, maupun tipe B, kondisi klinis siswa tetap menjadi pertimbangan utama.

Jika kondisi siswa dinilai baik, Husnul menyebut penanganan dapat dilakukan melalui pemberian suplemen untuk menjaga daya tahan tubuh. Ataupun dengan melakukan terapi tambahan yang dikonsultasikan dengan Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.

Husnul mengatakan, RSSA memiliki layanan terkait Severe Acute Respiratory Infection (SARI). Rekomendasi dari rumah sakit tersebut nantinya dapat menjadi acuan Dinkes dalam menentukan tindak lanjut apabila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya infeksi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Di sisi lain, Husnul juga menaruh perhatian pada kondisi lingkungan sekolah. Dari pemantauan di SMP Tamansiswa, menurutnya, ditemukan sejumlah faktor yang dinilai dapat mendukung munculnya gangguan saluran pernapasan.

Faktor tersebut antara lain ventilasi yang dinilai kurang, pencahayaan yang belum memadai, serta sarana mencuci tangan yang belum sepenuhnya layak. Selain kondisi di dalam sekolah, paparan asap dan polusi udara di lingkungan sekitar juga disebut dapat memengaruhi kesehatan saluran pernapasan siswa.

Temuan tersebut akan menjadi perhatian Dinkes dalam pemantauan sekolah lainnya di Kota Malang. Pemeriksaan akan dilakukan melalui Puskesmas di masing-masing wilayah, termasuk dengan memanfaatkan momentum pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).

Selain pemantauan lingkungan, Dinkes juga meminta penerapan kembali protokol kesehatan di sekolah. Hal tersebut sebelumnya juga telah tertuang dalam Surat Edaran (SE) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang terkait kewaspadaan ISPA di lingkungan satuan pendidikan.

Husnul menyebut, penggunaan masker tidak hanya diperuntukkan bagi siswa yang sedang mengalami gejala, tetapi dianjurkan bagi seluruh siswa.

Menurutnya, penggunaan masker menjadi salah satu upaya untuk mengurangi kontaminasi sekaligus paparan debu yang dapat masuk ke saluran pernapasan. Protokol kesehatan yang diterapkan selama pandemi COVID-19 juga diminta kembali diaktifkan sebagai langkah kewaspadaan.


Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.