20 September 2026

Get In Touch

Batu Street Food Festival ke-9 Sukses Sedot Ribuan Pengunjung, Disparta Siapkan Konsep Baru Tahun Depan

Suasana acara Batu Street Food Festival (BSSF) ke-9 di Balai Kota Among Tani, Kota Batu, pada Sabtu (19/9/2026) malam.
Suasana acara Batu Street Food Festival (BSSF) ke-9 di Balai Kota Among Tani, Kota Batu, pada Sabtu (19/9/2026) malam.

BATU (Lentera) - Penyelenggaraan Batu Street Food Festival (BSSF) ke-9 di Balai Kota Among Tani, Kota Batu, pada 17-19 September 2026 berlangsung meriah. Acara kuliner tahunan yang mempertemukan industri perhotelan dan restoran dengan masyarakat luas ini sukses menyedot ribuan pengunjung dengan perputaran uang mencapai ratusan juta rupiah.

Selama tiga hari pelaksanaannya, BSSF ke-9 dipadati dengan beragam agenda. Pada hari pertama, acara dibuka dengan kegiatan live cooking bersama Wali Kota Batu Nurochman dan Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto, Fashion Show Competition, Eat Challenge, pertunjukan Bantengan Empu Supo, hingga pertunjukan band penghibur.

Memasuki hari kedua, kemeriahan berlanjut dengan adanya Singing Competition antar Aparatur Sipil Negara (ASN), Cooking Competition antar hotel, Singing Competition untuk perwakilan hotel, penampilan Transformer, Harsoe Vocal, serta pembagian doorprize. Sementara pada puncak acara di hari ketiga, Sabtu (19/9/2026), rangkaian ditutup dengan lomba mewarnai, eat challenge, talkshow, pertunjukan Gemuruh Angklung Nusantara, Percussion Blengur, dan band penutup.

Dari kiri Ketua BPC PHRI Kota Batu Sujud Hariadi, tengah Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu Onny Ardianto, dan kanan Ketua Pelaksana BSSF #9 2026 Agus Lukyanto Lie dalam kegiatan Batu Street Food Festival (BSSF) ke-9 di Balai Kota Among Tani, Kota Batu pada Sabtu (19/9/2026) malam.
Dari kiri Ketua BPC PHRI Kota Batu Sujud Hariadi, tengah Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu Onny Ardianto, dan kanan Ketua Pelaksana BSSF #9 2026 Agus Lukyanto Lie dalam kegiatan Batu Street Food Festival (BSSF) ke-9 di Balai Kota Among Tani, Kota Batu pada Sabtu (19/9/2026) malam.

Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu, Onny Ardianto, mengatakan bahwa BSSF tahun ini terpantau lebih meriah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Cuaca cerah turut menjadi faktor pendukung tingginya animo masyarakat dan wisatawan.

"Dilihat dari transaksi keuangan, karena pembayaran kita melalui QRIS dan pembelian melalui kupon non tunai, ada peningkatan transaksi yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Total nilai transaksi tercapai sekitar Rp 300 juta, ya dibagi saja dengan harga menu yang dimulai dari Rp15 ribu, ribuan pengunjung ya," ujar Onny saat ditemui di lokasi acara, Sabtu (19/9/2026) malam.

Onny menjelaskan, dengan harga makanan yang dibanderol mulai dari Rp 15.000, jumlah kunjungan diperkirakan mencapai ribuan orang. Hal ini didasarkan pada kebiasaan pengunjung yang datang bersama keluarga untuk menikmati sajian kuliner sekaligus menonton pertunjukan seni budaya. Ke depan, Disparta Kota Batu berencana memberikan sentuhan baru untuk BSSF ke-10.

"Tahun depan kita akan upayakan konsep yang lebih fresh lagi. Harapannya mungkin waktunya bisa diperpanjang, serta lebih banyak komunitas seni budaya yang ikut perform di sini," jelasnya.

Pertunjukan dari band Atas Ijin Warga dalam acara Batu Street Food Festival (BSSF) ke-9 di Balai Kota Among Tani, Kota Batu, pada Sabtu (19/9/2026) malam.
Pertunjukan dari band Atas Ijin Warga dalam acara Batu Street Food Festival (BSSF) ke-9 di Balai Kota Among Tani, Kota Batu, pada Sabtu (19/9/2026) malam.

Sementara itu, Ketua Pelaksana BSSF #9 2026, Agus Lukyanto Lie, menjelaskan bahwa acara tahun ini diikuti oleh 30 stan yang seluruhnya berasal dari hotel dan restoran di bawah naungan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu.

"Tahun ini sajian menunya lebih variatif, satu tenant bisa menyajikan hingga lima menu. Tenda pun juga lebih mewah dan unik. Harganya kita patok minimal Rp 15.000 dan maksimal Rp 50.000. Jadi, mumpung ada BSSF, masyarakat bisa merasakan masakan hotel bintang lima," papar Agus.

Senada dengan hal tersebut, Ketua BPC PHRI Kota Batu, Sujud Hariadi, menjelaskan bahwa orientasi utama BSSF bukanlah sekadar mencari keuntungan semata, melainkan promosi pariwisata dan bentuk dedikasi kepada masyarakat.

"Target utama kita adalah bagaimana masyarakat Kota Batu ini bisa merasakan masakan hotel bintang lima, empat, dan tiga dengan harga yang murah. Ini niatnya untuk berbagi, karena harga jualnya jauh di bawah harga normal hotel masing-masing," ungkap Sujud.

Selain memberikan pengalaman kuliner premium yang terjangkau, acara ini juga memberikan nilai promosi yang tinggi bagi sektor perhotelan melalui masifnya publikasi masing-masing di media sosial. Terlebih, pelaksanaan BSSF tahun ini juga diintegrasikan dengan peringatan hari jadi Kota Batu. 

"BSSF ini juga menjadi acara pembuka untuk perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Batu, sekaligus menjadi tempat untuk launching logo HUT Kota Batu tahun ini," pungkas Sujud.

 

Reporter/Penulis: Tim Redaksi Lentera

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.