15 September 2026

Get In Touch

Antisipasi Gangguan Kesehatan Akibat Kabut Asap, Pemkot Sediakan Layanan Kesehatan Gratis

Layanan kesehatan gratis bagi masyarakat terdampak kabut asap di Puskesmas Bukit Hindu.
Layanan kesehatan gratis bagi masyarakat terdampak kabut asap di Puskesmas Bukit Hindu.

PALANGKA RAYA (Lentera) – Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya terus mengintensifkan penanganan kesehatan masyarakat di tengah ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Puskesmas Bukit Hindu, Hellyana, mengatakan Puskesmas Bukit Hindu juga membuka layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi warga terdampak di Jalan Mendawai Induk, Kota Palangka Raya.

"Layanan ini bertujuan untuk memantau kondisi kesehatan warga sekaligus memberikan penanganan awal terhadap keluhan yang muncul akibat paparan kabut asap," papar Hellyana, Senin (14/9/2026).

Ia mengutarakan, pemeriksaan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat yang terdampak kabut asap. Upaya ini dilakukan dengan memantau kesehatan warga dan memberikan edukasi agar mereka bisa menjaga kondisi tubuh selama kualitas udara masih buruk.

Selain pemeriksaan, tim medis juga membagikan masker, vitamin, serta obat-obatan sesuai kebutuhan warga.

Warga yang mulai merasakan gejala gangguan pernapasan, seperti sesak atau rasa tidak nyaman pada dada, diimbau untuk tidak menunda pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat.

"Penggunaan masker sangat penting saat beraktivitas di luar ruangan untuk mencegah risiko gangguan saluran pernapasan," tegasnya.

Ia juga menyarankan masyarakat untuk memanfaatkan Puskesmas Pembantu (Pustu) terdekat jika mengalami keluhan. Jangan menunggu sampai kondisi kesehatan ataupun pernafasan memburuk baru pergi berobat.

Untuk mengantisipasi penanganan darurat, Hellyana menambahkan, Puskesmas Bukit Hindu telah menyiapkan ruang khusus oksigen bagi warga yang membutuhkan bantuan pernapasan intensif. 

"Kami selalu mengingatkan masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap masih pekat karena berbahaya bagi kesehatan," tutupnya. (*)

 

Reporter : Novita
Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.