15 September 2026

Get In Touch

Kasus Demam dan Influenza Meningkat di Surabaya, Dinkes Ingatkan Warga Jaga Imun Tubuh

Kepala Dinkes Kota Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh. (Amanah/Lentera)
Kepala Dinkes Kota Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh. (Amanah/Lentera)

SURABAYA (Lentera)- Kasus demam dan influenza di Kota Surabaya tercatat mengalami sedikit peningkatan beberapa waktu terakhir, Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat menyebut kondis tersebut masih dalam batas wajar dan berkaitan dengan perubahan cuaca.

Kepala Dinkes Kota Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh mengatakan masyarakat tidak perlu panik, menyikapi peningkatan kasus tersebut. Ia mengingatkan warga untuk tetap menjaga kondisi tubuh agar tidak mudah terserang penyakit.

“Memang dalam beberapa waktu terakhir ada sedikit peningkatan kasus demam. Kondisi ini masih tergolong wajar dan dapat terjadi seiring perubahan cuaca serta meningkatnya aktivitas masyarakat,” ujar dr. Billy, Senin (14/9/2026).

Menurutnya, perubahan cuaca dapat memengaruhi kondisi tubuh, terlebih ketika mobilitas dan aktivitas masyarakat meningkat. Untuk itu, masyarakat dianjurkan menerapkan pola hidup sehat untuk menjaga daya tahan tubuh.

Upaya yang dapat dilakukan antara lain mencukupi waktu istirahat, memperbanyak konsumsi air putih, menggunakan masker saat beraktivitas, serta mengonsumsi vitamin sesuai kebutuhan.

“Kami imbau masyarakat untuk tetap tenang. Cukup dengan rajin memakai masker saat beraktivitas, cukup istirahat, minum air putih, dan konsumsi vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh,” imbaunya.

Di sisi lain, Dinkes Surabaya menepis, kekhawatiran terkait informasi di media sosial yang menyebut sejumlah rumah sakit di Surabaya penuh akibat lonjakan pasien demam dan influenza tipe A.

Dr. Billy memastikan, pelayanan kesehatan di rumah sakit maupun puskesmas tetap berjalan normal. Ia menuturkan, pasien yang menjalani rawat inap merupakan mereka yang berdasarkan kondisi medis memang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Salah satunya, pasien dengan gangguan pernapasan berat, sementara pasien dengan demam atau influenza dengan kondisi ringan pada umumnya masih dapat ditangani melalui layanan rawat jalan.

“Yang saat ini dirawat inap di rumah sakit adalah pasien dengan kondisi yang memang memerlukan penanganan lebih lanjut, seperti mengalami gangguan pernapasan berat. Sementara itu, pasien dengan demam atau influenza pada umumnya dapat ditangani melalui perawatan rawat jalan,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, fasilitas kesehatan tetap memprioritaskan pasien yang membutuhkan penanganan medis, terutama dalam kondisi gawat darurat. Karena itu, masyarakat diminta tidak langsung mempercayai informasi mengenai kondisi rumah sakit yang beredar di media sosial sebelum memastikan sumber dan kebenarannya.

Tak hanya itu, Pemkot Surabaya melalui Dinkes juga terus berkoordinasi dengan rumah sakit dan puskesmas untuk memantau perkembangan kondisi kesehatan masyarakat. Pemantauan tersebut mencakup kondisi pasien hingga ketersediaan tempat tidur dan tenaga kesehatan.

“Intinya, faskes kita siap. Jika ada keluhan, silakan periksa ke puskesmas terdekat terlebih dahulu. Mari kita sama-sama menjaga kesehatan dan tidak mudah percaya informasi yang belum jelas sumbernya,” tutupnya.

 

Reporter: Amanah/Editor: Ais

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.