07 September 2026

Get In Touch

Pemkab Jember Fasilitasi Warga Arjasa Merantau 20 Tahun di Malaysia yang Berakhir Meninggal Dunia

Warga setempat saat memakamkan almarhum Iswandi di Desa Biting Kecamatan Arjasa.
Warga setempat saat memakamkan almarhum Iswandi di Desa Biting Kecamatan Arjasa.

JEMBER (Lentera) — Suasana haru menyelimuti kedatangan jenazah almarhum Muhammad Iswandi, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Biting, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember yang dipulangkan dari Malaysia, Minggu (6/9/2026) malam.

Almarhum mengembuskan nafas terakhir di Negeri Jiran, usai berjuang melawan penyakit yang dideritanya.

 

Putri almarhum, Istantina Anitia menceritakan bahwa ayahnya telah mengadu nasib di Malaysia sejak 2006, saat ia masih duduk di bangku taman kanak-kanak. Selama dua dekade merantau, Iswandi menekuni berbagai bidang pekerjaan. Mulai pabrik perakitan rangka mobil, manufaktur wadah plastik, hingga yang terakhir bekerja di industri pembuat wadah minuman.

Perempuan yang disapa Nita tersebut menambahkan, ayahnya tidak memiliki riwayat penyakit kronis saat kali pertama berangkat. "Namun, dalam dua tahun terakhir, almarhum baru terbuka mengenai kondisi kesehatannya," tutur Nita. 

Sebelum wafat, kondisi fisik Iswandi sempat menurun akibat luka paku di kakinya yang membengkak hingga memicu komplikasi infeksi (tetanus). Akibat kondisi tersebut, almarhum sempat tidak masuk kerja selama tiga hari. Padahal, almarhum sebenarnya sudah mengagendakan kepulangan ke Indonesia pada pertengahan Agustus 2026.

Almarhum Iswandi dinyatakan meninggal dunia pada Selasa, 18 Agustus 2026.

"Almarhum pertama kali ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di sebuah musalah setempat saat hendak bersiap memeriksakan kakinya ke rumah sakit," kata Nita.

Kabar duka tersebut diterima pihak keluarga di Jember pada hari yang sama sekitar pukul 13.15 WIB melalui rekan almarhum yang melacak keberadaan keluarga via media sosial. Saat ditemukan, barang-barang pribadi milik almarhum seperti ponsel dan uang tunai sudah tidak ada, hanya menyisakan dokumen paspor serta kunci kamar. 

Hal ini sempat membuat pihak keluarga ragu dan berhati-hati atas informasi yang diterima, sebelum adanya konfirmasi resmi dari kepolisian setempat.

Proses pemulangan jenazah membutuhkan waktu beberapa pekan akibat kendala verifikasi dokumen dan prosedur kepolisian di Malaysia. Pemulangan ini akhirnya berhasil terwujud berkat pengawalan ketat serta penggalangan bantuan dari jaringan relawan dan pihak keluarga.

Setibanya di rumah duka, kedatangan jenazah disambut oleh pihak keluarga beserta jajaran pemerintah setempat. Termasuk Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perdagangan (Kadisnaker) serta Camat Arjasa dan Camat Pakusari.

Sementara Kadisnaker Kabupaten Jember, Zamroni menyatakan bahwa pihaknya menemui keluarga almarhum untuk menyampaikan pesan Bupati Jember Gus Fawait, bahwa pembiayaan pengiriman jenazah PMI/TKI yang wafat sudah diselesaikan oleh bupati secara pribadi.

"Bukan menggunakan APBD. Dan ini juga melalui peran serta anggota DPR RI, Bambang Haryadi, yang juga sudah membantu memperlancar seluruh proses kedatangan," ungkap Zamroni. Sementara itu, jenazah tiba di Desa Biting Kecamatan Arjasa pada 21.18 WIB dan langsung dimakamkan. (ads)

 

Reporter: Moko

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.