06 September 2026

Get In Touch

Anggota DPD RI Ini Dorong Gen Z Suarakan Aspirasi Secara Kritis

Anggota DPD RI, Lia Istifhama, dalam kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Universitas Al Hikmah Indonesia di Tuban, Sabtu (5/9/2026).
Anggota DPD RI, Lia Istifhama, dalam kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Universitas Al Hikmah Indonesia di Tuban, Sabtu (5/9/2026).

TUBAN (Lentera) – Anggota DPD RI, Lia Istifhama, meminta Generasi Z (Gen Z) tidak alergi terhadap politik. Menurutnya Anak muda perlu berani menyuarakan aspirasi secara kritis, santun, dan solutif agar kebijakan bangsa ke depan tetap memberi ruang bagi generasi muda.

"Jadilah pribadi yang berperan, jangan sampai baperan," ujar senator yang akrab disapa Ning Lia saat menjadi dosen tamu dalam kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Universitas Al Hikmah Indonesia di Tuban, Sabtu (5/9/2026).

Saat itu, di hadapan ratusan mahasiswa baru, itu membawakan materi bertajuk "Meritokrasi sebagai Pilar Kampus Berdampak dan Berdaya Saing Global". Dia menekankan, kepemimpinan bukan semata soal jabatan, melainkan keberanian untuk mengambil peran dan menghadirkan tindakan nyata.

Ia juga mendorong mahasiswa memanfaatkan media sosial untuk mengawal berbagai persoalan sosial. Namun, kritik yang disampaikan harus konstruktif dan menawarkan solusi, bukan sekadar mengejar viralitas atau menjatuhkan pihak lain.

"Speak up melalui media sosial boleh dan sangat boleh. Tapi jangan menjadikan momen tersebut untuk viral atau tenar yang justru berpotensi menjatuhkan pihak lain. Yang harus dilakukan tetap speak up namun memberikan solusi," tegasnya.

Menurut Ning Lia, Indonesia merupakan negara hukum berbasis konstitusi. Karena itu, setiap aspirasi dalam sistem demokrasi tetap harus melewati proses pembahasan dan mekanisme pengambilan keputusan. Ia meminta mahasiswa tidak patah semangat ketika aspirasi yang disampaikan belum langsung terakomodasi.

Ning Lia juga mengingatkan pentingnya keterlibatan anak muda dalam politik. Ia tidak ingin generasi muda justru menyerahkan ruang pengambilan keputusan kepada kelompok lain karena enggan terlibat dalam politik.

"Pemuda Indonesia harus jadi pemuda yang melek politik agar kursi legislatif tetap diisi oleh para pemuda Indonesia," katanya.

Dalam sesi tanya jawab, mahasiswa Prodi Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah, Ali Usman, menanyakan cara menghadapi keraguan masyarakat terhadap kinerja wakil rakyat.

Ning Lia menjelaskan, salah satu bentuk pertanggungjawaban anggota DPD adalah menjalankan masa reses dengan turun langsung menemui masyarakat di daerah pemilihan.

Melalui reses, wakil rakyat menyerap keluhan, kebutuhan, dan masukan masyarakat untuk kemudian dirangkum menjadi Pokok Pikiran (Pokir) dan dibawa dalam pembahasan bersama pemerintah.

Paparan Ning Lia mendapat respons positif dari mahasiswa. Sebelum meninggalkan ruangan, ratusan mahasiswa memberikan apresiasi dengan mengangkat tangan membentuk simbol love sign.

Rektor Universitas Al Hikmah Tuban, Laily Hidayati mengatakan pihaknya kembali mengundang Ning Lia karena dinilai konsisten memberikan perhatian terhadap dunia pendidikan.

Menurut Laily, pengalaman dan kiprah Ning Lia dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa baru untuk berani mengambil peran, mengembangkan kapasitas diri, serta berkontribusi bagi masyarakat.(*)


Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.