05 September 2026

Get In Touch

Karhutla Gunung Buthak Panderman Capai 16,5 Hektare, Berpotensi ke Arah Barat

Pemadaman karhutla di kawasan Gunung Buthak, Kabupaten Malang melalui operasi water bombing, Sabtu (5/9/2026) (foto: Pusdalops PB BPBD Kab. Malang)
Pemadaman karhutla di kawasan Gunung Buthak, Kabupaten Malang melalui operasi water bombing, Sabtu (5/9/2026) (foto: Pusdalops PB BPBD Kab. Malang)

MALANG (Lentera) -Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Buthak, Kabupaten Malang, hingga Sabtu (5/9/2026) mencapai luasan 16,5 hektare. Kondisi angin yang cukup kencang menjadi kendala operasi pemadaman api yang dilakukan melalui udara atau water bombing.

"Area terdampak berada di kawasan Gunung Buthak, Panderman, dan Bokong, termasuk Petak 100," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang, Purwoto, melalui laporan resmi Pusdalops PB BPBD Kabupaten Malang, Sabtu (5/9/2026).

Menurutnya, salah satu titik api terbesar terpantau berada pada koordinat -7.930556°S, 112.473611°E. Api dilaporkan berpotensi merambat ke arah barat daya atau menuju kawasan puncak Gunung Buthak.

"Sebelumnya, pada Jumat (4/9/2026), tim juga sempat berupaya menangani titik api di bagian selatan pada koordinat -7.929785°S, 112.474128°E. Namun, upaya tersebut dihentikan setelah kondisi angin yang cukup kencang menyebabkan api semakin membesar," kata Purwoto.

Pada Sabtu ini, lanjutnya, tim gabungan masih melakukan penanganan melalui operasi darat maupun udara.

Pemadaman darat dilakukan dengan membuat sekat bakar, menimbun bara api yang masih terdapat pada pohon maupun area terdampak, serta memotong pohon tumbang yang berpotensi menyebabkan api merambat ke kawasan yang belum terbakar.

Sementara penanganan melalui udara, operasi water bombing menggunakan satu unit helikopter dari BPBD Provinsi Jawa Timur dengan registrasi PK-DAP/AS350B3e Shortie 1.

"Helikopter tersebut melakukan 8 kali rit dengan kapasitas sekitar 1.000 liter setiap rit. Dengan demikian, total air yang dijatuhkan melalui operasi water bombing pada Sabtu mencapai 8.000 liter," tuturnya.

Namun, Purwoto mengatakan operasi kemudian dihentikan sementara karena kecepatan angin yang cukup kencang. Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala utama dalam penanganan kebakaran.

Purwoto memastikan, tim darat tetap melakukan penjagaan dan penanganan terhadap titik-titik bara api yang masih ditemukan di jalur pendakian menggunakan water shooter.

"Kami bersama unsur terkait akan melanjutkan operasi pemadaman pada Minggu (6/9/2026). Penanganan akan dilakukan melalui operasi darat dan udara, termasuk melanjutkan upaya water bombing di sekitar area yang terdampak kebakaran," tegasnya. 

Hingga laporan perkembangan tersebut dibuat pada Sabtu (5/9/2026) pukul 14.00 WIB, BPBD memastikan tidak terdapat laporan korban jiwa akibat kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Buthak.

Sebagai informasi, dalam penanganan karhutla ini, sejumlah unsur terlibat, di antaranya BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Malang, BPBD Kota Batu, TNI AU, Kodim 0818 Malang-Batu, Polres Batu, Damkar Kabupaten Malang, Damkar Kota Batu, Perhutani, Dinas Lingkungan Hidup, LMDH, MPA Arjuno Welirang, Paguyuban Ojek Gunung Buthak, tim basecamp pendakian Gunung Buthak dan Kawinajang, relawan, serta unsur pendukung lainnya.

Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.