05 September 2026

Get In Touch

Sebanyak 160 Siswa di Tana Toraja Keracunan MBG

Bupati Tana Toraja, Zadrak Tombeq menjenguk para siswa SMP yang dirawat di rumah sakit. Para siswa itu diduga keracunan makan bergizi gratis. (Kareba Toraja).
Bupati Tana Toraja, Zadrak Tombeq menjenguk para siswa SMP yang dirawat di rumah sakit. Para siswa itu diduga keracunan makan bergizi gratis. (Kareba Toraja).

MAKASSAR (Lentera) - Sebanyak 160 siswa di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan keracunan makanan dari menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan pada Rabu (2/9/2026). Siswa tersebut dari SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Makale.

Hingga Jumat (4/9/2026) masih sebanyak 81 siswa yang menjalani perawatan di tiga rumah sakit. "Jadi tadi pagi sisa 81 orang rawat inap tapi mungkin hari ini sudah bisa pulang. Kemudian ada 106 rawat jalan dan langsung pulang," kata Sekretaris Daerah Tana Toraja sekaligus Ketua Satgas MBG, Rudy Andi Lolo melansir CNNIndonesia.com, Jumat (4/9/2026).

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Makale, Yohanis Pakiding mengatakan beberapa siswa mengalami gejala keracunan, seperti mual, muntah, sakit perut, hingga diare pada Kamis, 3 September 2026 pagi. Namun beberapa siswa mengaku sudah mengalami gejala pada Kamis subuh.

“Karena sudah massal, sudah antri di WC, maka kami ambil tindakan secepatnya menghubungi rumah sakit dan Puskesmas,” ungkap Yohanis melansir kareba toraja..

Meski begitu, Yohanis tidak berani menyatakan bahwa penyebab keracunan massal siswanya ini adalah MBG. “Untuk penyebabnya, kami belum berani menyatakan, karena itu bukan kewenangan kami,” kata Yohanis.

Dia menyebut, MBG yang dikonsumsi siswanya diantar oleh SPPG pada jam 11.00 Wita, Rabu, 2 September 2026. Dan dimakan para siswa jam 12.00 Wita. Menunya, nasi, ayam dimasak air, perkedel, dan sayur campuran wortel. Makanan itu, kata Yohanis, sudah dicek oleh petugas PIC (person in charge) di sekolahnya.

Saat ini, kejadian tersebut dalam penyelidikan kepolisian untuk mengungkap penyebab dugaan keracunan MBG tersebut. "Iya, sementara ini kita masih menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan dari pihak BPOM," kata Kapolres Toraja, Budi Hermawan.

Dia menyebutkan penyelidikan dilakukan untuk mengetahui apakah ada tindakan kelalaian dalam proses pembuatan makan MBG tersebut. "Kita harap korban bisa sembuh secepatnya, agar proses proses penyelidikan bisa dilakukan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala BGN Sudaryono menyatakan pihaknya tengah melakukan evaluasi menyeluruh menyusul laporan gangguan kesehatan yang diduga terjadi setelah mengonsumsi menu MBG di sejumlah daerah.

Sudaryono usai rapat dengan Komisi IX DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis malam (3/9/2026) mengatakan menyerahkan proses hukum dugaan tindak pidana dalam kasus gangguan kesehatan terkait MBG kepada aparat penegak hukum.

"Pidana atau tidaknya itu tergantung hasil penyelidikan dari pihak aparat penegak hukum," kata Sudaryono. (*)

Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.