04 September 2026

Get In Touch

DLHK Sidoarjo Lakukan Perawatan Rutin, Warga Diimbau Lapor Jika Ada Pohon Berisiko Tumbang

DLHK Sidoarjo Lakukan Pemangkasan Pohon demi Keselamatan
DLHK Sidoarjo Lakukan Pemangkasan Pohon demi Keselamatan

SIDOARJO (Lentera) -Warga Sidoarjo diimbau segera melapor jika menemukan pohon berisiko tumbang, seperti yang memiliki batang miring, keropos, atau cabang rapuh. Terutama pohon-pohon di sepanjang pinggir jalan yang berpotensi mengganggu keselamatan lalu lintas.

Laporan dapat disampaikan langsung ke Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo guna segera ditindaklanjuti penebangannya. Layanan permohonan penanganan pohon ini gratis dan tidak dipungut biaya apa pun.

Cara pengajuannya cukup sederhana: warga atau pemohon cukup mengajukan surat permohonan penebangan/pemangkasan kepada DLHK Sidoarjo. Setelah diterima, petugas akan melakukan peninjauan lokasi secara langsung dan melaksanakan pekerjaan segera setelah proses verifikasi selesai.

DLHK Sidoarjo sendiri secara rutin menyelenggarakan pemeliharaan pohon di seluruh ruas jalan wilayah kabupaten. Kegiatan pemangkasan pohon besar di berbagai titik telah disusun jadwalnya, dan laporan dari masyarakat menjadi prioritas utama penanganannya—khususnya di jalan-jalan protokol yang padat lalu lintas. Contohnya, kegiatan sedang berlangsung di Jalan Gading Fajar serta Jalan Kalijaten Taman pada Kamis (3/9/2026).

Kepala Bidang Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau DLHK Sidoarjo, Vira Murti Krida Laksmi, menjelaskan bahwa jadwal perawatan disusun secara berkala dengan lokasi yang bergeser bergantian. Fokus utamanya menyasar jalan utama berdasarkan masukan dari warga.

“Pemeliharaan rutin ini merupakan langkah antisipasi agar tidak terjadi pohon tumbang yang membahayakan pengguna jalan,” ujarnya.

Pihaknya menurunkan tim khusus yang dilengkapi peralatan memadai, berupa kendaraan skylift dan truk pengangkut. Terdapat dua tim penebang yang masing-masing beranggotakan sepuluh orang, yang disebar untuk menangani pohon-pohon yang dinilai mengkhawatirkan dan rawan jatuh.

Vira menambahkan bahwa laporan masyarakat menjadi acuan penting dalam penanganan risiko. “Kami menerima banyak masukan—tidak hanya dari warga, tetapi juga dari pihak desa dan kecamatan,” jelasnya.

Selain itu, pemangkasan pohon memerlukan kehati-hatian ekstra, terutama jika lokasinya berdekatan dengan jaringan kabel listrik. Kondisi seperti ini menuntut penanganan lebih teliti sehingga pengerjaannya memakan waktu lebih lama demi menjamin keamanan penuh.

“Tidak semua kondisi pohon bisa ditangani dengan cara yang sama. Apalagi jika berada dekat dengan instalasi listrik, keselamatan petugas maupun pengguna jalan menjadi hal terpenting yang tidak boleh dikompromikan,” tegasnya.

Reporter: Teguh|Editor: Arifin BH

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.