05 September 2026

Get In Touch

Diduga Keracunan MBG, 70 Murid SMPN 1 Kabuh Jombang Dilarikan ke Puskesmas

Sejumlah siswi SMPN 1 Kabuh Jombang dirawat di Puskesmas Kabuh, diduga keracunan menu MBG, Kamis (3/9/2026).(Sutono)
Sejumlah siswi SMPN 1 Kabuh Jombang dirawat di Puskesmas Kabuh, diduga keracunan menu MBG, Kamis (3/9/2026).(Sutono)

JOMBANG (Lentera) - Sebanyak 70 siswa SMPN 1 Kabuh, Jombang, dilarikan ke Puskesmas Kabuh setelah mengalami keluhan diare, Kamis (3/9/2026).

Diduga mereka keracunan menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disantap sehari sebelumnya atau hari Rabu (2/9/2026).

Dari 70 siswa tersebut, 7 siswa harus menjalani rawat inap karena mengalami nyeri perut kuat dan diare, sementara 63 siswa lainnya diperbolehkan pulang setelah observasi.

Fitri Oktaviani (15), siswi Kelas 9 SMPN 1 Kabuh asal Desa Grobogan, Kecamatan Kabuh, mengaku dirinya mengalami muntah dan diare Kamis pagi di sekolah.

Ternyata selain dirinya, puluhan teman lain yang mengalami hal serupa. Itu sebabnya, oleh pihak sekolah kemudian dibawa ke Puskesmas Kabuh dan fasilitas kesehatan lainnya.

Fitri sendiri mengaku sebenarnya sejak Rabu malam, perutnya mulai terasa mual tapi bisa ditahan, bahkan kemudian dia tetap berangkat sekolah.

Kemudian sejumlah siswa mengaku sejak Rabu sore hingga Kamis (3/9/2026) dini hari mengalami muntah dan diare.

Fitri dan beberpa temanya curiga sumber diare adalah menu MBG. "Kemarin itu menunya nasi dan lauknya udang dibumbu saus, tapi terasa bau amis menyengat. Tapi tetap kami makan karena kondisi lapar," katanya, sembari menyebut MBG dibagikan sekitar pukul 11.30 WIB.

Siswa lain yang menjalani perawatan, Ellena Lukitaning Sari, mengaku menyantap nasi MBG dengan lauk udang saus dan sayuran. Ia mengatakan rasa sayuran yang dikonsumsinya terasa berbeda.

“Agak pahit, sayurnya,” ujar Ellena.

Setelah mengonsumsi makanan tersebut, Ellena mengalami diare pada sore hari dan kemudian muntah-muntah. Ia juga menyebut sejumlah teman di sekitarnya mengalami keluhan kesehatan yang serupa.

Salah satu wali murid, Atik mengatakan anaknya mengalami sakit perut dan pusing sebelum akhirnya sempat pingsan saat berada di sekolah.

“Kemarin sore itu perutnya enggak enak, terus pusing. Terus paginya pusing banget. Hingga di sekolah itu pingsanm kemudian dibawa pihak sekolah ke Puskesmas,” kata Atik.

Atik menjelaskan, anaknya sebelumnya mengonsumsi menu MBG. Namun, ia belum dapat memastikan apakah keluhan kesehatan tersebut berkaitan langsung dengan makanan yang dikonsumsi.

Saat ditemui di Puskesmas Kabuh, kondisi anak Atik masih terlihat lemas dan masih mengeluhkan rasa pusing.

Dokter Jaga Puskesmas Kabuh, dr Aditya Bimantara mengatakan dari total 70 siswa yang diperiksa, sebanyak tujuh siswa harus menjalani rawat inap di puskesmas karena kondisi kesehatan yang membutuhkan pemantauan lebih lanjut.

“Totalnya sekitar 70 siswa yang ke sini. Keluhannya dominan perutnya melilit,” kata Aditya.

Menurut dokter Aditya, sebagian siswa juga mengalami diare dengan frekuensi rata-rata tiga kali. Namun, tidak ditemukan pasien yang mengalami diare lebih dari lima kali.

“Dari 70 siswa, ada tujuh siswa, terdiri dari enam siswi dan satu siswa laki-laki, kita infus dan dirawat di Puskesmas,” ujarnya.

Tujuh siswa tersebut menjalani perawatan karena mengalami nyeri perut yang cukup kuat serta masih mengalami diare. Sementara itu, sebanyak 63 siswa lainnya diperbolehkan pulang setelah menjalani pemeriksaan dan observasi.

Dugaan keracunan makanan tersebut masih membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebabnya.

Petugas kesehatan juga masih melakukan observasi terhadap para siswa yang mengalami keluhan setelah mengonsumsi menu MBG.

Pihak SPPG Mangunan, Kabuh, bernama Cakra menolak diminta konfirmasinya terkait dugaan SPPG menjadi sumber diare puluhan siswa SMPN 1 Kabuh.

"Maaf saya masih ada urusan lebih penting," kata Cakra, sembari menyalakan motor dan berlalu dari Puskesmas Kabuh, meninggalkan awak media.

Reporter: Sutono Abdillah|Editor: Arifin BH

 

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.