03 September 2026

Get In Touch

Buntut Keracunan Massal di Sidoarjo, BGN Minta Kepala SPPG Dipecat

Deputi BGN minta pemecatan Kepala SPPG Talang Angin setelah keracunan massal 500 santri di Sidoarjo. (Foto: Antara)
Deputi BGN minta pemecatan Kepala SPPG Talang Angin setelah keracunan massal 500 santri di Sidoarjo. (Foto: Antara)

JAKARTA (Lentera) - Keracunan massal di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggul Angin, Sidoarjo, usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat tanggapan keras dari Badan Gizi Nasional (BGN). Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana meminta Kepala SPPG Talang Angin dipecat, selain itu juga telah di-suspend dengan kategori berat.

"Yang pertama adalah melakukan tindakan investigasi dengan Dinas Kesehatan terkait dan hasilnya nanti kita akan umumkan apa yang menyebabkan terjadinya keracunan," ujarnya Rabu (2/9/2026).

Dia menandaskan bahwa telah mengusulkan kepada kepala SPPG tersebut untuk dilakukan suatu pencopotan sekaligus melakukan pergantian. Selain itu juga melakukan suspend dengan kategori berat selama 30 hari terhadap SPPG Sidoarjo, Talang Angin.

Dia menandaskan bahwa BGN juga memfokuskan pengobatan para korban keracunan yang saat ini masih di rawat di sejumlah rumas sakit. "Kita akan fokus dengan penyelamatan kesehatan anak-anak kita ini di beberapa rumah sakit," tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, Rafli Ridho meminta maaf atas insiden dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menimpa 566 pelajar dan santri, pada Selasa (1/9/2026). 

"Mohon maaf ya, saya menyesal," kata Kepala SPPG Kalitengah, Rafli Ridho, kepada awak media mengutip Kompas.com, Rabu (2/9/2026). 

Ada lebih 500 orang yang terdampak. Bedasarkan perkembangan bahwa dari total sebanyak 380 orang menjalani penanganan di RSUD RT Notopuro Sidoarjo masih ada 5 pasien yang menjalani perawatan dan 22 orang masih dalam observasi.

Humas RSUD Notopuro Sidoarjo Rizqi Maulana mengatakan data itu merupakan kondisi terakhir hingga pukul 15.30 WIB. Dari total 380 pasien, sebanyak 353 orang telah diperbolehkan pulang.

"Pukul 15.30 WIB total ada 380. Yang sudah pulang 353. Yang kita rawat ada 5. Masih observasi 22," kata Rizqi, melansir CNNIndonesia.

Rizqi menyebut kondisi para pasien yang masih menjalani observasi berangsur membaik dan sebagian masih mengeluhkan diare dan sakit perut. "Kondisi mereka sudah membaik. Memang masih jalan observasi tadi tadi itu diare. Masih sakit perut," ujarnya. (*)


Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.