26 August 2026

Get In Touch

Ragam Bandana yang Kembali Naik Daun

Ragam Bandana yang Kembali Naik Daun

SURABAYA ( LENTERA ) - Bandana kembali merebut perhatian dunia fesyen pada 2026. Aksesori yang pernah identik dengan era 1990-an dan awal 2000-an itu kini hadir dalam berbagai interpretasi baru, mulai dari model zig zag ala Y2K, scarf-lace bernuansa romantis, hingga headband sporty dan aksesori metal yang lebih futuristis.

Tren ini tidak sekadar lahir dari nostalgia. Di panggung mode internasional, scarf styling menjadi salah satu benang merah musim semi/musim panas 2026. Syal dan scarf tidak lagi hanya berfungsi sebagai pelengkap, melainkan menjadi bagian utama penampilan: dililitkan di kepala, diikat di pinggang, disampirkan di bahu, hingga diolah menjadi elemen busana.

Bandana yang dulu kerap dianggap sebagai aksesori sederhana dari era 1990-an dan awal 2000-an kembali menemukan panggungnya pada 2026. Kali ini, kebangkitannya tidak berhenti pada nostalgia. Dari street style hingga peragaan busana, aksesori rambut tersebut muncul dalam beragam bentuk: zig zag plastik khas Y2K, headscarf bermotif, sport headband, polkadot, lace, rajut, sampai desain metal yang lebih futuristis.

Kembalinya bandana sejalan dengan arah fesyen 2026 yang semakin memberi ruang bagi aksesori berkarakter. Vogue mencatat scarf styling menjadi salah satu tren penting musim panas tahun ini. Scarf tak lagi sekadar menjadi pelengkap, tetapi digunakan sebagai bagian utama dari penampilan, mulai dari dililitkan di tubuh hingga dikenakan sebagai penutup kepala. 

Fenomena itu juga terlihat di kalangan selebritas. Kendall Jenner, Zendaya, Elle Fanning, Kaia Gerber hingga Dua Lipa menjadi deretan nama yang ikut membawa bandana kembali ke radar mode. Harper's Bazaar bahkan menyebut musim panas 2026 sebagai momen ketika bandana bertransformasi dari aksesori liburan menjadi bagian dari gaya sehari-hari. 

Di tengah tren tersebut, setidaknya ada tujuh model bandana dan headband yang kembali mencuri perhatian.

Bandana Zig Zag

Model zig zag menjadi salah satu bentuk kebangkitan Y2K yang paling mudah dikenali. Bentuknya bergelombang atau bergerigi, mengikuti kontur kepala dan berfungsi menahan rambut agar tetap rapi.

Aksesori ini pernah sangat populer pada era 1990-an hingga awal 2000-an. Kini, Hailey Bieber menjadi salah satu figur yang ikut menghidupkan kembali tren tersebut. British Vogue mencatat Bieber tampil mengenakan zig-zag headband yang mengingatkan publik pada gaya David Beckham pada awal 2000-an. Aksesori serupa juga pernah dikenakan Bella Hadid dan Alexa Demie. 

Allure bahkan menyoroti bagaimana Bieber berulang kali memasukkan aksesori tersebut ke dalam penampilannya. Sementara Glamour menyebut zig-zag headband telah bergerak dari sekadar nostalgia menjadi salah satu aksesori yang kembali mengisi tren musim gugur 2026. 

Daya tariknya terletak pada bentuk yang sederhana, fungsional, tetapi langsung memberi sentuhan Y2K. Bandana zig zag dapat dipadukan dengan busana kasual, sporty, hingga tampilan yang lebih polished.

Bandana Caps

Jika bandana klasik biasanya berupa kain yang diikat sendiri, bandana caps menawarkan versi yang lebih praktis. Konsepnya menggabungkan fungsi penutup kepala dengan elemen scarf, sehingga menghasilkan siluet yang terasa sporty sekaligus kasual.

Model ini menarik karena tidak lagi membatasi bandana sebagai aksesori feminin. Bentuknya yang praktis membuatnya dapat digunakan oleh siapa saja dan mudah dipadukan dengan gaya sehari-hari.

Kebangkitan berbagai bentuk penutup kepala juga menjadi bagian dari lanskap mode 2026. Who What Wear mencatat aksesori kepala kembali memainkan peran lebih besar dalam membentuk keseluruhan penampilan, bukan hanya sebagai pelengkap.

Bandana caps bisa menjadi pilihan bagi mereka yang ingin mendapatkan efek laid-back dari scarf tanpa harus repot mengatur simpul dan lipatan kain.

Sport Headband

Sport headband pada awalnya dirancang dengan fungsi yang jelas: menyerap keringat dan menjaga rambut agar tidak jatuh ke wajah saat beraktivitas.

Namun pada 2026, fungsi praktis justru menjadi salah satu kekuatannya. Headband kini kembali diposisikan sebagai aksesori yang dapat digunakan dari gym hingga aktivitas harian.

ELLE menyoroti kebangkitan headband sebagai aksesori yang mampu memberi kesan chic sekaligus praktis. Model ini juga muncul dalam interpretasi Miu Miu, yang membawa kembali nuansa headband elastis sederhana ke panggung mode. .

Bentuknya yang minimal membuat sport headband mudah dipadukan dengan oversized T-shirt, jaket, tank top, hingga outfit athleisure. Ia menawarkan gaya yang sederhana, tetapi tetap terasa disengaja.

Polkadot Headband

Motif polkadot juga kembali menemukan momentumnya. Di tengah dominasi gaya minimalis dalam beberapa musim terakhir, pola klasik ini menawarkan tampilan yang lebih ringan, playful, dan feminin.

Vogue memasukkan motif retro sebagai salah satu unsur yang memberi karakter pada tren musim panas 2026. Dalam koleksi musim ini, motif berani dan pola bernuansa nostalgia kembali digunakan untuk menambahkan sentuhan personal pada penampilan.

Polkadot headband bekerja dengan cara yang sederhana: menjadikan aksesori sebagai titik perhatian. Modelnya dapat menyerupai sport headband, tetapi motif bintik-bintik memberi kesan yang lebih ekspresif.

Aksesori ini juga cukup fleksibel untuk dipadukan dengan hijab. Pengguna dapat menempatkannya sebagai aksen tambahan yang memberi tekstur atau pola pada keseluruhan tampilan.

Bando Scarf Lace

Bagi pencinta gaya vintage, coquette, cottagecore, atau romantic dressing, bando scarf lace menawarkan interpretasi bandana yang lebih lembut.

Model ini memadukan bentuk scarf dengan detail renda. Bagian kain biasanya dibuat lebih panjang atau lebar sehingga dapat membingkai rambut dan menghasilkan efek menyerupai kerudung kepala.

Tren headscarf sendiri memang semakin luas pada 2026. Harper's Bazaar mencatat sejumlah selebritas menggunakan bandana dan scarf sebagai solusi praktis menghadapi cuaca panas sekaligus sebagai pernyataan gaya. Kendall Jenner, misalnya, tampil dengan headscarf bermotif saat berada di Tokyo, sementara Zendaya menunjukkan bahwa aksesori serupa juga dapat digunakan pada rambut pendek. 

Versi lace kemudian membawa tren tersebut ke arah yang lebih romantis. Ia cocok dipadukan dengan dress ringan, blus feminin, rok, atau siluet yang terinspirasi gaya vintage.

Bandana Rajut

Bandana rajut menawarkan alternatif bagi mereka yang menginginkan tekstur. Dibanding bandana berbahan kain atau plastik, rajutan memberikan kesan lebih hangat, earthy, dan personal.

Bentuknya dapat berupa bandana tipis yang mengikuti garis kepala, tetapi juga bisa dibuat lebih lebar hingga menyerupai turban. Kesan handmade menjadi salah satu daya tariknya, terutama ketika fesyen 2026 semakin memberi ruang bagi aksesori yang memiliki karakter dan dapat menjadi penanda gaya personal.

Tren crochet dan knitted headwear juga kembali mendapat perhatian dalam perkembangan aksesori kepala tahun ini. Model-model bertekstur dinilai mampu memberi dimensi pada penampilan yang sederhana. 

Bandana rajut dapat menjadi pilihan untuk menciptakan tampilan yang lebih lembut tanpa kehilangan karakter. Warna-warna netral memberi nuansa minimalis, sementara rajutan berwarna cerah dapat menjadi statement tersendiri.

Headband Y2K Metal Hollow 

Jika bandana kain menawarkan kesan bohemian atau romantis, headband metal hollow membawa tren ke arah yang berbeda: lebih futuristis, edgy, dan bold.

Model ini umumnya menggunakan material metal dengan detail lubang, potongan geometris, atau konstruksi terbuka. Siluetnya mengingatkan pada aksesori rambut era 2000-an, tetapi dapat diterjemahkan kembali dalam gaya yang lebih modern.

Kembalinya berbagai elemen Y2K membuat aksesori seperti ini kembali relevan. Setelah celana capri, denim rendah pinggang, sandal platform, hingga berbagai detail khas awal 2000-an kembali muncul, zig-zag headband dan aksesori metal menjadi bagian dari gelombang nostalgia yang sama. 

Headband metal hollow cocok dipadukan dengan streetwear, outfit monokrom, hingga gaya kasual yang membutuhkan satu elemen pembeda.

Kembalinya bandana pada 2026 menunjukkan bagaimana aksesori lama dapat bertahan dengan terus berganti konteks. Jika sebelumnya bandana identik dengan gaya retro, festival, atau liburan musim panas, kini fungsinya jauh lebih luas.(far,ist/dya)

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.