SURABAYA (Lentera) – Pameran otomotif GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) Surabaya 2026 resmi dibuka di Grand City Convex Surabaya, pada Rabu (26/8/2026), dengan menghadirkan 37 merek kendaraan.
Pameran yang berlangsung selama lima hari, 26–30 Agustus 2026, tersebut menjadi salah satu ajang untuk mempertemukan industri otomotif dengan konsumen sekaligus memperkuat pasar kendaraan di Jawa Timur.
Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), Putu Juli Ardika mengatakan Jawa Timur memiliki potensi pasar otomotif yang besar, berdasarkan data penjualan kendaraan hingga April 2026.
“Jawa Timur memiliki potensi besar. Berdasarkan data penjualan mobil hingga April 2026, Jawa Timur konsisten berada di posisi ketiga nasional dengan menyumbangkan 9,1 persen dari penjualan nasional,” kata Putu usai pembukaan GIIAS Surabaya 2026.
Potensi tersebut juga terlihat dari jumlah populasi mobil penumpang di Jawa Timur yang mencapai 5,58 juta unit. Angka tersebut menjadi yang tertinggi di Indonesia dan berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang mencapai 5,84 persen pada triwulan II 2026.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadikan Surabaya sebagai lokasi strategis untuk memperluas penetrasi pasar otomotif. Kehadiran GIIAS Surabaya 2026 juga menjadi upaya industri menjawab kebutuhan masyarakat terhadap berbagai pilihan kendaraan dan teknologi terbaru.
“GIIAS Surabaya tidak hanya menjadi ajang pameran kendaraan terbaru, tetapi juga platform strategis untuk memperluas pasar otomotif nasional sekaligus memanfaatkan potensi besar Jawa Timur,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin), Faisol Riza mengatakan perkembangan industri otomotif global saat ini mengalami perubahan signifikan, termasuk dengan semakin kuatnya posisi China sebagai salah satu negara industri otomotif terbesar dunia.
Di tengah perubahan tersebut, Indonesia dinilai masih mampu mempertahankan kinerja sektor otomotif, salah satunya melalui keberlanjutan pameran otomotif berskala besar seperti GIIAS.
Faisol menyebut, Jawa Timur memiliki posisi penting dalam industri otomotif nasional karena konsisten berada di peringkat ketiga dalam penjualan kendaraan nasional. Pada tahun sebelumnya, kontribusi Jawa Timur terhadap penjualan nasional mencapai sekitar 9,7 persen.
“Ini tidak bisa dianggap kecil. Peringkat ketiga ini memberikan sumbangan yang luar biasa bagi industri kita sekaligus menjadi penopang bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Faisol.
Ia menjelaskan, industri pengolahan menjadi salah satu sektor penting dalam menopang perekonomian nasional. Pada triwulan II 2026, ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen, sedangkan industri pengolahan tumbuh sekitar 5,32 persen.
Industri pengolahan juga memberikan kontribusi sekitar 16,83 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), dengan nilai mencapai sekitar Rp1.102 triliun serta menyerap hampir 20 juta tenaga kerja.
Kinerja industri tersebut, lanjut Faisol, turut diperkuat oleh pertumbuhan investasi dan ekspor. Karena itu, pemerintah berharap industri otomotif dapat terus mempertahankan tingkat ekspansi sekaligus meningkatkan kapasitas ekspor.
“Kami berharap GAIKINDO dan semua industri otomotif bisa membantu pemerintah mempertahankan level ekspansi ini dan meningkatkan ekspor sehingga memberikan kontribusi lebih tinggi lagi kepada PDB,” ujarnya.
Diketahui, tahun ini, GIIAS Surabaya mencatat penyelenggaraan terbesar dengan luas area mencapai 15.000 meter persegi. Sebanyak 37 merek kendaraan dari berbagai kategori ikut ambil bagian, ditambah 25 merek industri pendukung.
Untuk kategori kendaraan penumpang, terdapat 26 merek yang hadir, yakni BAIC, BYD, Changan, Chery, Citroen, Daihatsu, GAC AION, Geely, GWM, Honda, Hyundai, iCAR, Jaecoo, Jeep, Jetour, Kia, Leapmotor, Lepas, Mazda, Mitsubishi Motors, Polytron, Suzuki, Toyota, VinFast, Wuling, dan Xpeng.
Sementara kategori kendaraan komersial diikuti Foton. Adapun kendaraan roda dua diramaikan 10 merek, yakni Aprilia, Kuprum, Moto Guzzi, Piaggio, Polytron, QJ Motor, Royal Enfield, Scomadi, Triumph, dan Vespa.
Beragam merek tersebut membawa produk dan teknologi terbaru untuk diperkenalkan kepada masyarakat Jawa Timur. Kehadiran banyak merek dinilai dapat memberikan lebih banyak pilihan bagi konsumen sekaligus mendorong persaingan di industri otomotif.
Reporter: Amanah/Editor: Ais





.jpg)
