SURABAYA ( LENTERA ) - Tren makeup 2026 tampaknya mulai meninggalkan warna pipi yang terlalu mencolok. Setelah berbagai gaya blush seperti boyfriend blush, strawberry girl makeup, blonzing, hingga blush blindness meramaikan media sosial, kini muncul pendekatan yang lebih lembut yaitu anti-blush.
Alih-alih membuat pipi tampak merah muda atau merona dengan warna yang menjadi pusat perhatian, anti-blush mengandalkan warna-warna netral dan lembut agar perona pipi terlihat menyatu dengan kulit.
Tren ini menarik perhatian ketika kecantikan global bergerak ke arah riasan yang lebih ringan, soft dan tidak terlalu sempurna. Vogue mencatat bahwa blurred makeup diprediksi menjadi salah satu karakter utama makeup 2026. Tampilan tersebut menonjolkan kulit yang lebih lembut dan berdifusi, termasuk penggunaan blush yang dibaurkan sehingga batas warnanya tidak terlihat tegas.
Di Indonesia, kecenderungan menuju makeup natural juga semakin terlihat. Media Indonesia melaporkan bahwa tampilan no-makeup makeup dengan complexion ringan dan sehat semakin diminati. Kondisi iklim tropis turut membuat konsumen mencari produk pipi yang mudah dikontrol intensitasnya dan tidak cepat bergeser atau pudar setelah digunakan beraktivitas.
Istilah anti-blush bukan berarti meninggalkan blush sepenuhnya. Teknik ini tetap menggunakan perona pipi, tetapi memilih warna yang mendekati rona alami kulit.
Jika blush konvensional bertujuan menciptakan efek pipi merona, anti-blush justru membuat warna tersebut seolah-olah memang berasal dari kulit. Hasil akhirnya lebih samar, tetapi tetap memberikan dimensi sehingga wajah tidak terlihat datar atau pucat.
Salah satu warna yang dapat digunakan adalah beige. Sekilas, warna ini mungkin terlihat terlalu pucat atau bahkan kurang menarik dibandingkan pink. Namun setelah dibaurkan pada kulit, beige dapat memberikan efek yang lebih menyatu.
Pilihan lain mencakup terracotta, rosy brown, peach lembut, dan soft cinnamon. Warna-warna tersebut memberikan sedikit rona sekaligus kehangatan tanpa menciptakan efek pipi merah muda yang dominan.
Efek akhirnya menyerupai kulit yang mendapatkan sedikit paparan sinar matahari: hangat, sehat dan berdimensi, tetapi tetap terlihat natural.
Warna yang Lebih Muted
Perubahan tersebut bukan tren yang berdiri sendiri. Di panggung kecantikan global, pergeseran menuju warna blush yang lebih lembut sudah terlihat.
Vogue Arabia pada awal Agustus 2026 membahas tren muted blush, yang menawarkan pendekatan lebih lembut dibandingkan warna cerise pink, coral, berry, atau rona merah yang sebelumnya mendominasi media sosial.
Makeup artist global Tania Grier menyebut tren tersebut sebagai bentuk “rebellion” terhadap warna cerise pink dan coral terang yang populer sebelumnya. Menurutnya, warna-warna muted memang membutuhkan perhatian lebih ketika digunakan pada musim panas karena cahaya yang kuat dapat membuat warna tertentu terlihat terlalu pucat atau abu-abu.
Dengan kata lain, anti-blush dapat dilihat sebagai bagian dari pergeseran yang lebih luas menuju warna pipi yang tidak terlalu mencolok.
Di Spring 2026, Who What Wear juga mencatat munculnya tren all-natural finish. Teknik tersebut menghasilkan sapuan warna yang lembut dan memungkinkan fitur wajah tetap terlihat tanpa kesan makeup yang terlalu berat.
Makeup artist Omayma Ramzy mengatakan, “Orang-orang tidak ingin terlihat seperti memakai riasan tebal—mereka ingin terlihat segar dan hidup.” Menurut dia, blush yang diaplikasikan dengan tepat merupakan salah satu cara tercepat untuk membuat wajah terlihat lebih hidup.
Tak Sekadar Pipi Merona
Menariknya, popularitas blush pada 2026 justru tidak menunjukkan bahwa perona pipi kehilangan tempat. Sebaliknya, fungsi blush semakin berkembang.
Vogue India mencatat bahwa blush tahun ini tidak hanya digunakan untuk memberikan warna, tetapi juga berperan dalam membentuk dan mengangkat tampilan wajah. Blush dapat dibaurkan dari pipi menuju pelipis untuk menciptakan efek wajah lebih terangkat tanpa garis contour yang berat.
Zaara Kazi, creative director of hair and makeup di Looks Salons, mengatakan, “Perona pipi yang membalut kulit dari area pipi hingga pelipis memberikan efek mengangkat pada wajah tanpa terlihat seperti sekadar ditempelkan begitu saja.”
Perubahan ini menunjukkan bahwa tren makeup 2026 tidak sepenuhnya bergerak dari blush menuju no blush. Yang berubah justru cara menggunakannya: lebih personal, lebih menyatu dengan kulit dan tidak harus terlihat sebagai lapisan makeup.
British Vogue sebelumnya juga mencatat bahwa blush telah berkembang menjadi bagian dari ekspresi diri. Makeup artist Lisa Eldridge menyebut blush bukan sekadar elemen dekoratif, melainkan sarana untuk menyampaikan suasana hati, karakter dan kepribadian.
Cocok untuk Makeup Sehari-hari
Bagi pencinta makeup sederhana, anti-blush dapat menjadi alternatif ketika warna pink terasa terlalu terang. Teknik ini juga cocok untuk mereka yang menginginkan riasan yang tidak terlihat “terlalu dibuat”.
Kuncinya terletak pada pemilihan warna dan intensitas. Blush sebaiknya diaplikasikan tipis terlebih dahulu, kemudian dibaurkan perlahan hingga batas warnanya hampir tidak terlihat.
Untuk mendapatkan efek yang lebih natural, warna beige atau rosy brown dapat dipilih sebagai titik awal. Pemilik undertone hangat dapat bereksperimen dengan peach lembut, terracotta atau soft cinnamon, sedangkan warna rosy brown yang lebih netral dapat digunakan untuk tampilan yang tidak terlalu hangat.
Tekstur juga perlu diperhatikan. Tren blush 2026 tidak terbatas pada bedak. Allure mencatat bahwa pilihan blush kini semakin beragam, mulai dari powder, cream, gel, stain hingga berbagai formula hybrid.
Untuk hasil yang lebih menyatu, formula cream, gel atau liquid dapat menjadi pilihan karena dapat dibaurkan secara tipis. Namun formula powder tetap bisa digunakan, terutama jika menginginkan hasil yang lebih ringan atau perlu menyesuaikan dengan kondisi kulit.
Pergeseran menuju anti-blush juga sejalan dengan tren skin-first makeup. Kulit tidak lagi harus ditutup dengan complexion tebal untuk terlihat sempurna.
Vogue pada 2026 melihat kecenderungan makeup yang semakin soft, blurred dan tidak terlalu terkontrol. Sementara Vogue Arabia mencatat tren sheer blush yang membiarkan tekstur kulit tetap terlihat dan menggunakan warna secara tipis untuk meniru rona alami.
Tren tersebut juga muncul dalam berbagai bentuk lain. CNN Brasil, misalnya, menyoroti ballet blush, gaya yang mengutamakan kulit bercahaya dan efek rubor alami seperti rona wajah setelah aktivitas fisik ringan atau terkena udara dingin.
Jadi, anti-blush bukan berarti makeup menjadi tanpa warna. Justru sebaliknya, warna tetap digunakan, tetapi dibuat sedemikian rupa agar tidak menjadi pusat perhatian.(far)




.jpg)
