20 August 2026

Get In Touch

DPRD Trenggalek Pangkas Belanja Operasional, Anggaran Dialihkan untuk Program Prioritas

Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi saat memberikan keterangan terkait efisiensi anggaran operasional DPRD
Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi saat memberikan keterangan terkait efisiensi anggaran operasional DPRD

TRENGGALEK (Lentera) – Efisiensi APBD 2027 turut membuat DPRD Trenggalek menata ulang belanja internalnya. Sejumlah pengeluaran operasional ditekan, mulai dari perjalanan dinas, pemeliharaan hingga konsumsi rapat, sementara anggarannya dialihkan untuk kebutuhan yang dianggap lebih mendesak seperti penyusunan peraturan daerah (perda).

Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi mengatakan, efisiensi dilakukan dengan mengevaluasi kembali setiap pos belanja. Anggaran yang masih bisa ditekan tidak otomatis dihapus, melainkan dialihkan ke program lain yang dinilai lebih membutuhkan.

"Kalau DPRD semakin efisiensi, anggarannya yang kemarin itu cuma kita pindah. Misalkan dari perjalanan dinas kita pindah untuk pembuatan perda dan sebagainya," ujar Doding Rahmadi.

Penghematan juga menyentuh biaya pemeliharaan fasilitas DPRD. Menurut Doding, pemeliharaan kini dilakukan secara lebih selektif dengan hanya mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan yang benar-benar diperlukan.

"Untuk pemeliharaan kita di DPRD, jarang-jarang pemeliharaan itu kita semakin sempitkan. Apa saja yang memang pemeliharaan, misalkan lampu yang mati, itu kita hitung seadanya," jelasnya.

Sementara untuk kegiatan rapat dan paripurna, DPRD juga mengurangi belanja konsumsi. Jika sebelumnya kebutuhan konsumsi menjadi bagian dari pengeluaran kegiatan, kini penyediaannya dibatasi.

"Jadi maksimal mungkin konsumsi sekarang juga sudah enggak ada, adanya cuma snack. Setiap hari paripurna pun cuma snack," katanya.

Doding menegaskan, efisiensi tersebut bukan berarti keseluruhan anggaran DPRD berkurang secara nominal. Penyesuaian lebih diarahkan pada perubahan penggunaan anggaran dari satu kegiatan ke kegiatan lain yang dianggap lebih prioritas.

"Kalau anggarannya untuk DPRD ya tetap saja, tapi perpindahan itu dari program yang ini kita pindahkan di program yang ini gitu," ujarnya.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi bentuk penyesuaian DPRD terhadap kondisi fiskal daerah dalam penyusunan APBD 2027. Terlebih, kemampuan keuangan daerah diproyeksikan menurun seiring berkurangnya transfer dari pemerintah pusat.

Melalui penataan tersebut, DPRD Trenggalek berharap anggaran yang tersedia tetap mampu menopang pelaksanaan fungsi legislasi dan kegiatan kedewanan, meski belanja operasional diperketat. (Adv)

 

Reporter: Herlambang

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.