17 August 2026

Get In Touch

Kukuhkan Paskibraka, Gubernur Khofifah: Menanamkan dan Menguatkan Negara Kesatuan RI

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersalaman dengan Paskibraka setelah pengukuhan di Gedung Negara Grahadi, Minggu (16/8/2026)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersalaman dengan Paskibraka setelah pengukuhan di Gedung Negara Grahadi, Minggu (16/8/2026)

SURABAYA (Lentera) -  Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengukuhkan 76 siswa sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) di Gedung Negara Grahadi, Minggu (16/8/2026) sore. Paskibraka juga sekaligus untuk menanamkan dan menguatkan negara kesatuan Republik Indonesia. 

Para anggota Paskibraka yang dikukuhkan merupakan putra-putri terbaik dari kabupaten/kota se-Jawa Timur yang telah melewati proses seleksi ketat, disertai pembinaan dan pelatihan intensif, sebelum akhirnya dipercaya mengemban tugas mulia pada peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI di Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Gubernur Jatim menyampaikan bahwa tugas yang diemban para Paskibraka merupakan amanah mulia sekaligus bentuk penghormatan sebagai kader terbaik bangsa. Bertugas sebagai pasukan Paskibraka merupakan bentuk kepercayaan, amanah, dan kehormatan dari pemerintah untuk mengibarkan dan menurunkan Bendera Pusaka. 

Gubernur Khofifah menandaskan bahwa mengibarkan dan menurunan Bendera Pusaka bukanlah seremoni semata,  namun juga menanamkan menguatkan negara kesatuan Republik Indonesia. "Ini adalah kesempatan langka yang diberikan oleh negara kepada saudara-saudara sekalian untuk bisa menjadi bagian dari peneguhan dari penguatan komitmen kita semua.  Jikalau ada peringatan hari proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia maka sesungguhnya fokus dari semua peserta upacara adalah pada saat pengibaran bendera dan pada saat penurunan bendera," kata Gubernur Khofifah. 

Lebih lanjut, Gubernur Jatim berharap setelah peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, para anggota Paskibraka dapat kembali ke daerah masing-masing dan tumbuh menjadi putra-putri yang berkarakter unggul, berintegritas, serta berdedikasi tinggi bagi bangsa dan negara.

Sementara itu, Kepala Bakesbangpol Prov. Jatim, Eddy Supriyanto menyampaikan anggota Paskibraka berjumlah 76 dari 38 kabupaten/kota. Masing kabupaten/kota mengirimkan satu pasang, satu putra dan juga satu putri. ​"Jadi prosesnya itu dari kabupaten/kota, dia menghimpun dari SMA-SMA-SMA yang terbaik. Nanti 10 besar kita datangin, kita pilih," ujarnya usai acara pengukuhan. 

Menurut dia persiapan sejauh ini dilakukan dengan baik. Mulai dari pemusatan latihan di Asrama Haji selama 12 hari. Kemudian hingga dikukuhkan oleh Gubernur Jawa Timur. 

Sementara untuk tingkat nasional Eddy mengaku telah mengirim tiga pasang utusan agar mengikuti seleksi di Istana Negara Republik Indonesia. Namun dari tiga pasang tersebut hanya satu pasang yang dinyatakan lolos. 

"Ada tiga pasang nggih. Tapi yang terpilih adalah dari Bojonegoro (putra), yang perempuan dari Bondowoso," imbuhnya.

Di tempat yang sama Dewi Janitra salah satu siswi petugas Paskibraka mengatakan jika dia mengikuti seleksi dari mulai tingkat sekolah hingga kabupaten. "Diambil dua pasang untuk seleksi ke provinsi. Dan lolos ke provinsi hanya satu pasang. Satu pasang, satu cewek dan satu cowok," ujarnya. 

Menurut dara asal Bojonegoro ini dia sudah melakukan latihan sebaik mungkin untuk bisa mengikuti upacara di Gedung Negara Grahadi. "Dan saya enggak nyangka saya bisa di tahap masuk Provinsi Jawa Timur. Persiapannya di Bojonegoro sekitar satu bulan," imbuhnya. (*)

Editor: Lutfiyu Handi
 

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.