15 August 2026

Get In Touch

Gubernur Khofifah Pastikan Jatim Laksanakan Empat Pedoman Kepemimpinan Sesuai Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendengarkan pidato kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, di Gedung DPRD Provinsi Jatim pada Jumat (14/8/2026). 
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendengarkan pidato kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, di Gedung DPRD Provinsi Jatim pada Jumat (14/8/2026). 

SURABAYA (Lentera) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama jajaran pimpinan dan anggota DPRD Prov. Jatim mendengarkan pidato kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, di Gedung DPRD Provinsi Jatim pada Jumat (14/8/2026). 

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah menggarisbawahi empat pedoman utama Presiden Prabowo yang menjadi dasar dalam memimpin Indonesia selama hampir dua tahun kepemimpinannya. Menurutnya, empat pedoman tersebut dapat menjadi acuan untuk membawa Jawa Timur yang lebih maju dengan mengusung kepemimpinan yang mengutamakan kepentingan seluruh rakyat.
 
"Kepemimpinan adalah tentang memegang teguh amanah yang telah diberikan rakyat dan mempertanggungjawabkannya kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Karena itu, setiap langkah pemerintah harus memiliki arah yang jelas dan berpijak pada kepentingan seluruh masyarakat," ungkap Khofifah.
 
Sebagai informasi, dalam pidato kenegaraan di hadapan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI, Presiden Prabowo menyebut ada empat hal yang terus menjadi pegangan.

Yang pertama adalah bekerja untuk menjaga dan melaksanakan perintah-perintah Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pedoman kedua adalah menjaga, menjalankan, dan melindungi kepentingan inti nasional yang vital. 
 
Menurut Khofifah, hal itu termasuk pada upaya terwujudnya Swasembada Pangan di Indonesia yang mana Jawa Timur sebagai Lumbung Pangan Nasional. 

"Ketika nasional tengah berupaya Swasembada Pangan, maka Jawa Timur telah ada di posisi Kedaulatan Pangan Berkelanjutan. Ini bukti bahwa keseriusan dan kerja keras kita untuk melindungi kepentingan masyarakat secara umum," ucapnya. 

Berdasarkan arahan Presiden Prabowo, Indonesia tercatat pada tahun ini telah mencapai swasembada untuk delapan komoditas pangan, yakni beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.

Capaian tersebut nyatanya didukung penuh oleh Provinsi Jawa Timur yang menjadi produsen beras, jagung, gula, daging ayam, telur hingga daging sapi terbesar se-Indonesia. 
 
“Hal ini termasuk menjaga dan mengelola kekayaan bangsa Indonesia, agar dapat sepenuhnya dimanfaatkan untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.

Pedoman ketiga yang ditekankan Presiden Prabowo yaitu bekerja cepat untuk mengatasi berbagai kesulitan yang dihadapi rakyat. Gubernur Khofifah mencontohkan penyelenggaraan Pasar Murah di berbagai daerah di Jatim merupakan salah satu bentuk respon cepat sekaligus
bukti kehadiran pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan di masyarakat.

Pemprov Jatim saat ini dipastikannya akan terus hadir dan lebih peka ketika masyarakat membutuhkan solusi dan tidak membiarkan persoalan berlarut-larut.
 
“Orientasi pemerintah adalah perbaikan kualitas hidup masyarakat. Pemerintah pusat hadir, Pemprov hadir. Kepekaan-kepekaan itu yang sangat dibutuhkan untuk melihat dan menyelesaikan permasalahan masyarakat hingga di lini terbawah,” tegasnya.
 
Sementara, pedoman keempat adalah menekankan orientasi jangka panjang. Khofifah menuturkan bahwa setiap kebijakan pemerintah tidak hanya diarahkan untuk menjawab kebutuhan hari ini, tetapi juga mempertimbangkan kehidupan generasi berikutnya.

Ia mencontohkan kondisi Bonus Demografi yang dimiliki oleh bangsa Indonesia saat ini termasuk Jawa Timur. Menurutnya, Bonus Demografi adalah suatu kondisi yang harusn dioptimalkan potensinya. 

"Jangan sampai kita nanti saat sampai pada Indonesia Emas 2045, merasa menyesal tidak berkontribusi signifikan," ujarnya. 

Masih mendukung arahan Presiden Prabowo, Gubernur Khofifah kembali mengingatkan bahwa pendidikan adalah jalan terbaik untuk memutus rantai kemiskinan sebuah bangsa. Oleh sebab itu, Gubernur Khofifah kembali mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memanfaatkan Bonus Demografi ini dengan mempersiapkan generasi penerus Jatim dan Indonesia semaksimal mungkin. 

Hal ini senada dengan arahan Presiden Prabowo dimana pembangunan paling mendasar adalah pembangunan manusia. 

"Kita percaya bahwa pendidikan mampu mengangkat derajat sebuah keluarga. Oleh sebab itu, perbaikan Sumber Daya Manusia telah menjadi fokus utama dalam kepemimpinan kami sejak periode pertama lalu," kata Khofifah. 

"Kita tegaskan bahwa No One Left Behind. Pendidikan harus inklusif yang merangkul seluruh masyarakat," imbuhnya. 

Di akhir, Gubernur Khofifah optimis bahwa konsep ini akan mampu memberikan guideline bersama hingga lini terbawah bahwa pembangunan yang dilakukan secara nasional memiliki tujuan untuk bisa memberikan kesejahteraan rakyat dan menguatkan kemandirian bangsa.

Dengan upaya bersama dari seluruh elemen, bukan tidak mungkin bahwa target pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 6 persen pada tahun 2027 oleh Presiden Prabowo akan terwujud. Dengan bertumbuhnya ekonomi dan investasi maka akan berdampak pada penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan rakyat. (*)

Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.