15 August 2026

Get In Touch

Mahasiswa ITS Kembangkan STIMZY, Media Interaktif untuk Bantu Kelola Stres

Yohanes Carolus Satria Bramantyo (kanan) dan Ivena Ayu Lestari saat memamerkan STIMZY pada Final Exhibition (Finalex) di Departemen Desain Komunikasi Visual (DKV) ITS.
Yohanes Carolus Satria Bramantyo (kanan) dan Ivena Ayu Lestari saat memamerkan STIMZY pada Final Exhibition (Finalex) di Departemen Desain Komunikasi Visual (DKV) ITS.

SURABAYA (Lentera) -Dua mahasiswa Departemen Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan STIMZY (Stress Regulation Kit), media interaktif yang dirancang untuk membantu pengguna menenangkan diri sekaligus merefleksikan kondisi emosional.

Rancangan tersebut bermula dari adanya tekanan tugas kuliah, aktivitas organisasi, tuntutan magang, hingga kecemasan menghadapi masa depan membuat mahasiswa membutuhkan cara yang praktis untuk mengenali dan mengelola stres.

Inovasi tersebut dikembangkan Yohanes Carolus Satria Bramantyo dan Ivena Ayu Lestari, mahasiswa angkatan 2023. Keduanya melihat bahwa tekanan yang dialami mahasiswa tidak selalu mudah dikenali maupun dikelola secara konsisten.

Menurut Carolus, tuntutan akademik dan aktivitas di luar perkuliahan dapat menjadi sumber tekanan bagi mahasiswa. Kondisi tersebut semakin kompleks ketika mahasiswa juga menghadapi kekhawatiran mengenai karier dan masa depan. “Banyak teman merasa tertekan oleh berbagai tuntutan itu,” ungkap Carolus, Kamis (13/7/2026).

STIMZY kemudian dirancang bukan sekadar sebagai produk hiburan, tetapi sebagai perangkat yang menggabungkan beberapa aktivitas untuk membantu pengguna melakukan regulasi stres. Dalam satu paket, STIMZY terdiri atas tactile fidget charm, jurnal refleksi, panduan regulasi stres, dan sticker pack.

Pengguna dapat memanfaatkan fidget charm sebagai media stimulasi sensorik untuk membantu mengalihkan perhatian dan menenangkan diri. Sementara itu, jurnal refleksi digunakan untuk membantu pengguna mengenali serta menuangkan kondisi emosional yang sedang dirasakan.

Konsep jurnal yang digunakan adalah ephemeral journaling, yakni aktivitas menulis refleksi yang tidak harus menjadi catatan permanen. Pendekatan tersebut memberikan ruang bagi pengguna untuk mengekspresikan pikiran dan perasaan secara lebih bebas tanpa tuntutan untuk menghasilkan jurnal yang rapi atau terdokumentasi dalam jangka panjang.

“Kami ingin semua kebutuhan tersebut hadir dalam satu media yang praktis dan menyenangkan,” tutur Carolus.

Ia mengungkapkan, pengembangan STIMZY dilakukan selama sekitar enam bulan dengan menerapkan pendekatan user-centered design. Proses tersebut menempatkan kebutuhan dan pengalaman pengguna sebagai dasar dalam merancang produk.

Tahap pengembangan dimulai dengan riset terhadap mahasiswa dan kelompok dewasa muda. Selanjutnya, kedua mahasiswa tersebut melakukan brainstorming, eksplorasi desain, pembuatan prototipe, user testing, hingga penyempurnaan produk berdasarkan masukan dari pengguna.

Pendekatan tersebut membuat aspek visual dan pengalaman penggunaan menjadi bagian penting dalam STIMZY. Produk ini dilengkapi kemasan pop-up serta identitas visual yang dirancang untuk memberikan pengalaman interaktif sejak pertama kali digunakan.

Identitas STIMZY juga memiliki makna tersendiri. Logo produk terinspirasi dari tombol CTRL pada papan ketik yang dimaknai sebagai simbol untuk mengambil kembali kendali atas pikiran dan emosi. Konsep tersebut diperkuat melalui tagline “Take CTRL of Yourself” serta maskot kucing bernama Minzy.

“STIMZY bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga media regulasi stres yang lebih lengkap,” jelas Carolus.

Ke depan, Carolus berharap STIMZY dapat terus dikembangkan melalui kolaborasi dengan komunitas, perguruan tinggi, maupun pihak yang memiliki perhatian terhadap isu kesehatan mental. "Masukan dari pengguna dalam proses pengujian juga diharapkan menjadi dasar untuk meningkatkan fungsi dan pengalaman penggunaan produk," tutupnya.

Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.