13 August 2026

Get In Touch

Korwil SPPI Ungkap Dugaan Keracunan MBG di Trenggalek Sudah Dilaporkan ke BGN

Shiella Ammanda Yanu Fadilla, Koordinator Wilayah (Korwil) SPPI BGN Kabupaten Trenggalek, saat menyampaikan penanganan dugaan keracunan MBG di SMPN 1 Trenggalek dan SDI Luqman Al Hakim, Rabu (12/8/2026).
Shiella Ammanda Yanu Fadilla, Koordinator Wilayah (Korwil) SPPI BGN Kabupaten Trenggalek, saat menyampaikan penanganan dugaan keracunan MBG di SMPN 1 Trenggalek dan SDI Luqman Al Hakim, Rabu (12/8/2026).

TRENGGALEK (Lentera) – Dugaan keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 1 Trenggalek dan SDI Luqman Al Hakim Trenggalek, langsung ditindaklanjuti oleh Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Badan Gizi Nasional (BGN) bersama sejumlah stakeholder.

Kedua sekolah tersebut, merupakan penerima layanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tamanan Yayasan Petuk Tadah Lillah Billah.

Koordinator Wilayah (Korwil) SPPI BGN Kabupaten Trenggalek, Shiella Ammanda Yanu Fadilla mengatakan penanganan dilakukan dengan melibatkan Dinas Kesehatan, Kepolisian Resor (Polres), Komando Distrik Militer (Kodim), serta Satgas MBG Kabupaten Trenggalek.

"Kami melakukan koordinasi antarstakeholder, mulai dari Dinas Kesehatan, Polres, Kodim, maupun yang lainnya, terutama Satgas. Kami juga sudah menindaklanjuti ke masing-masing sekolah untuk mengonfirmasi berapa yang terdampak, berapa yang tidak terdampak, serta bagaimana kondisi yang mereka rasakan setelah mengonsumsi makanan," ujar Shiella, Rabu (12/8/2026).

Berdasarkan pendataan sementara, terdapat 421 penerima manfaat di SMPN 1 Trenggalek dan 20 penerima manfaat di SDI Luqman Al Hakim Trenggalek yang masuk dalam aduan tersebut.

SPPG Tamanan sendiri berada di bawah naungan Yayasan Petuk Tadah Lillah Billah, melayani 11 sekolah dan 1 posyandu dengan total 2.089 penerima manfaat.

Shiella menuturkan, pihaknya bersama Dinas Kesehatan juga melakukan pengecekan langsung ke dapur SPPG Tamanan. Pemeriksaan dilakukan terhadap seluruh tahapan pengolahan makanan, mulai dari penerimaan bahan baku hingga proses produksi.

"Yang pastinya di dapur kami cek dari penerimaan bahan baku hingga proses produksi seperti apa. Kemudian dari pihak Dinas Kesehatan membawa sampel makanan, baik dari penerima manfaat maupun dari SPPG sendiri, untuk dilakukan pengecekan laboratorium," jelasnya.

Menurutnya, pemeriksaan laboratorium diperlukan, untuk memastikan penyebab munculnya keluhan pada penerima manfaat. Hasil pemeriksaan nantinya menjadi dasar, untuk mengetahui apakah dugaan kejadian tersebut berkaitan dengan makanan MBG atau faktor lainnya.

"Secara kebenarannya itu bisa diketahui karena sudah dilakukan pengecekan di laboratorium, apakah berasal dari makanan atau seperti apa," katanya.

Sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium, SPPG Tamanan untuk sementara diminta menghentikan kegiatan operasional dan tidak menyalurkan MBG kepada penerima manfaat.

"Pastinya untuk sementara berhenti operasional dulu sambil menunggu hasil lab yang dilakukan, apakah berasal dari makanan atau seperti apa. Untuk sementara SPPG ini belum bisa melayani penerima manfaat," tegas Shiella.

Ia memastikan kondisi yang terjadi di SMPN 1 Trenggalek dan SDI Luqman Al Hakim tersebut telah dilaporkan kepada BGN.

"Sudah, sudah kami langsung laporkan tadi," ungkapnya.

Shiella berharap, kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi bersama, agar dapat menjadi pembelajaran bagi SPPG lainnya dalam meningkatkan pelaksanaan program MBG dan mencegah kejadian serupa kembali terjadi.

 

Reporter: Herlambang/Editor: Ais

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.