11 August 2026

Get In Touch

Target Serapan Gabah Terpenuhi, Bulog Tulungagung Fokus Salurkan Bantuan Pangan

Kepala Perum Bulog Cabang Tulungagung Yonas Haryadi Kurniawan memberikan keterangan terkait penyaluran bantuan pangan dan ketersediaan stok jagung di wilayah kerjanya.
Kepala Perum Bulog Cabang Tulungagung Yonas Haryadi Kurniawan memberikan keterangan terkait penyaluran bantuan pangan dan ketersediaan stok jagung di wilayah kerjanya.

TRENGGALEK (Lentera) – Perum Bulog Cabang Tulungagung memastikan target penyerapan gabah telah terpenuhi 100 persen, selanjutnya mengalihkan fokus pada persiapan penyaluran bantuan pangan serta memastikan pasokan jagung untuk kebutuhan peternak tetap aman.

Kepala Perum Bulog Cabang Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan mengatakan, wilayah kerjanya mencakup Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Blitar, dan Kota Blitar. Saat ini, persiapan utama diarahkan pada penyaluran bantuan pangan untuk alokasi Juli, Agustus, dan September.

"Target penyerapan sudah terpenuhi 100 persen. Fokus kami sekarang persiapan penyaluran bantuan pangan untuk alokasi Juli, Agustus, dan September. Kami juga masih tetap melaksanakan SPHP jagung untuk peternak ayam dan telur," ujar Yonas, Selasa (11/8/2026).

Selain beras, Bulog Cabang Tulungagung memastikan ketersediaan jagung untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) juga dalam kondisi aman. Penyerapan jagung masih terus dilakukan untuk menjaga ketersediaan stok.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Bulog tidak hanya mengandalkan hasil penyerapan dari wilayah kerjanya. Pasokan juga diperoleh dari cabang Bulog lainnya di bawah Kantor Wilayah Jawa Timur serta dari Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Sulawesi Selatan (Sulsel).

"Stok jagung aman. Kami masih melakukan penyerapan, tetapi juga mendapat tambahan stok dari cabang-cabang lain sesama Kanwil Jawa Timur, serta pasokan dari NTB dan Sulsel," jelasnya.

Jagung tersebut kemudian disalurkan kepada peternak dengan harga Rp5.500 per kilogram, sementara total alokasi jagung untuk wilayah kerja Bulog Cabang Tulungagung mencapai 89.000 ton.

Jumlah tersebut mencakup kebutuhan Tulungagung, Blitar Raya, dan Trenggalek. Bahkan, alokasi yang dikelola Bulog Cabang Tulungagung menjadi yang terbesar di Indonesia.

"Total alokasi untuk Tulungagung, Blitar Raya, dan Trenggalek mencapai 89.000 ton. Ini yang terbesar se-Indonesia. Dari total penyaluran nasional hampir 250.000 ton, sekitar 130.000 ton berada di Jawa Timur dan 89.000 ton ada di Cabang Tulungagung," ungkap Yonas.

Dari total alokasi tersebut, Blitar menjadi wilayah dengan penyaluran terbesar. Kondisi itu disebabkan jumlah koperasi dan peternak ayam di wilayah Blitar yang lebih banyak dibandingkan daerah lainnya dalam cakupan kerja Bulog Cabang Tulungagung.

Di sisi pergudangan, Yonas memastikan, kapasitas penyimpanan masih mencukupi untuk mendukung kebutuhan penyaluran maupun pengadaan. Bulog juga memanfaatkan sejumlah gudang hasil kerja sama, termasuk fasilitas milik PT Mutual Pangan Utama yang menjadi bagian dari Filial Bulog KP Karangsoko di Trenggalek.

Selain itu, Bulog Cabang Tulungagung baru membuka satu gudang tambahan di wilayah Tulungagung. Kapasitas tersebut semakin longgar karena sebagian stok beras telah dikirim ke sejumlah wilayah yang mengalami defisit.

"Untuk gudang, kami ada beberapa yang bekerja sama, salah satunya gudang PT Mutual melalui Filial Karangsoko. Di Tulungagung juga masih ada satu gudang yang baru dibuka," katanya.

Yonas menambahkan, Bulog Cabang Tulungagung turut berperan dalam mendistribusikan beras ke sejumlah wilayah di luar Jawa yang membutuhkan tambahan pasokan. Pengiriman tersebut antara lain diarahkan ke Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua, dan Maluku.

"Untuk membantu mengisi stok di wilayah defisit, kami juga mengirim beras ke NTT, Papua, dan Maluku. Karena stok sudah kami keluarkan untuk pengiriman tersebut, masih ada ruang di gudang yang tersedia," terangnya.

Terkait rencana penambahan fasilitas pergudangan, Bulog akan menyesuaikannya dengan kebutuhan. Jika kapasitas yang tersedia masih mampu menampung stok, penambahan gudang belum menjadi prioritas.

"Nanti sesuai kebutuhan. Kalau sudah cukup, kami tidak menambah lagi. Paling kami akan mempersiapkan kebutuhan untuk tahun depan," pungkasnya.

Adapun fasilitas yang berada di Filial Bulog KP Karangsoko memiliki kapasitas penyimpanan sekitar 2.000 ton.

 

Reporter: Herlambang/Editor: Ais

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.