Gubernur Khofifah Bersama Danjen Akademi TNI Bagikan Ratusan Bendera Merah Putih di SRT 2
PASURUAN (Lentera) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Komandan Jenderal Akademi TNI Letjen TNI R. Sidharta Wisnu Graha membagikan ratusan Bendera Merah Putih kepada seluruh civitas akademika Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Kota Pasuruan di Jalan Erlangga Selatan, Purworejo, Kota Pasuruan.
Suasana berlangsung penuh semangat saat Gubernur Khofifah mengajak seluruh peserta menyanyikan lagu Hari Merdeka dan Halo-Halo Bandung bersama-sama. Lantunan lagu-lagu perjuangan itu menggema di lingkungan Sekolah Rakyat, membangkitkan semangat kebangsaan sekaligus mengingatkan kembali perjuangan panjang para pendiri bangsa dalam merebut kemerdekaan.
"Karena ini sudah memasuki bulan kemerdekaan, saya rasa ini momentum tepat untuk menggelorakan semangat kemerdekaan," ujarnya dalam keterangan yang diterima Senin (10/8/2026).
Khofifah menyampaikan, pengibaran dan pembagian Bendera Merah Putih bukan sekadar kegiatan seremonial. Lebih dari itu, bendera Merah Putih merupakan simbol persatuan bangsa yang mampu menyatukan seluruh masyarakat Indonesia di tengah keberagaman suku, agama, budaya, bahasa, maupun latar belakang sosial.
Ia menegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia bukanlah hadiah, melainkan hasil perjuangan, pengorbanan, dan persatuan seluruh elemen bangsa. Karena itu, semangat tersebut harus terus diwariskan kepada generasi muda agar mereka memahami pentingnya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Ketika generasi muda memahami bahwa kemerdekaan diraih melalui perjuangan yang panjang, mereka akan semakin menyadari bahwa persatuan dan kesatuan adalah modal utama untuk menjaga Indonesia tetap kuat," katanya.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, Khofifah juga mengingatkan bahwa tantangan bangsa saat ini tidak lagi hanya bersifat fisik, tetapi juga hadir melalui penyebaran hoaks, ujaran kebencian, disinformasi, dan berbagai narasi provokatif yang berpotensi memecah belah persatuan. Menurutnya, semangat Bhinneka Tunggal Ika harus terus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari.
"Semangat Bhinneka Tunggal Ika harus terus dihidupkan, bendera merah putih adalah salah satu hal yang mempersatukan kita semua dari berbagai perbedaan diantara kita semua, kita memiliki bendera yang sama" katanya.
Khofifah menambahkan, pembagian Bendera Merah Putih juga diharapkan mampu menumbuhkan rasa bangga sekaligus memperkuat kecintaan terhadap Indonesia. Dengan semangat tersebut, masyarakat akan semakin terdorong menjaga persatuan serta berkontribusi dalam pembangunan bangsa sesuai bidangnya masing-masing.
"Rasa cinta tanah air kita dapat tumbuh apabila kita bersama-sama membentangkan, mengibarkan merah putih," tegasnya.
Secara khusus, Khofifah menilai momentum ini sangat penting bagi para siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi. Melalui kegiatan tersebut, nilai-nilai perjuangan, kerja keras, disiplin, dan pantang menyerah diharapkan tertanam sejak dini sebagai bekal menghadapi masa depan.
"Kita perlu menanamkan nilai perjuangan kepada generasi muda, anak-anak kita yang ada di SR, ini akan mengajarkan bahwa untuk mendapatkan sebuah kemerdekaan, sesuatu yang kita inginkan itu ada perjuangan dan pengorbanan yang harus terus diupayakan," katanya.
Ia menegaskan bahwa menjaga kemerdekaan pada masa kini dapat diwujudkan dengan cara yang berbeda sesuai zamannya. Jika para pahlawan dahulu berjuang mengangkat senjata, maka generasi muda saat ini memiliki tanggung jawab mengisi kemerdekaan melalui pendidikan, prestasi, inovasi, serta karakter yang kuat.
"Para siswa tidak ikut turun mengangkat senjata untuk melawan terorisme, tapi mereka harus belajar dan berusaha keras untuk meraih prestasi, berinovasi, dan tidak mudah termakan isu negatif dan provokatif," jelasnya.
Khofifah berharap Bendera Merah Putih yang dibagikan kepada seluruh siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Pasuruan menjadi simbol harapan sekaligus motivasi bagi mereka untuk terus belajar, mengembangkan potensi, dan mempersiapkan diri menjadi generasi unggul yang akan membawa Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
"Ini adalah simbol, motivasi bahwa masa depan bangsa ini, masa depan negara ini ada di tangan mereka, mereka harus bertumbuh dengan baik, mendapatkan akses pendidikan yang setara dan layak, Indonesia emas 2045 ada di tangan mereka," pungkasnya. (*)
Editor: Lutfiyu Handi





.jpg)
