10 August 2026

Get In Touch

Tio Ferdian yang Terseret Isu Dugaan Aborsi Bukan ASN Pemkot Surabaya

Tio Ferdian Cak & Ning Surabaya 2023 dan Runner-up Raka & Raki Jawa Timur 2026 yang diduga terseret kasus aborsi.
Tio Ferdian Cak & Ning Surabaya 2023 dan Runner-up Raka & Raki Jawa Timur 2026 yang diduga terseret kasus aborsi.

SURABAYA (Lentera)- Kepala Bagian Umum, Protokol dan Komunikasi Pimpinan Pemkot Surabaya, Ario Bagus Permadi memastikan Tio Ferdian Rahmana bukan aparatur sipil negara (ASN) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Klarifikasi tersebut disampaikan menyusul nama Tio viral dalam isu dugaan permintaan menggugurkan kandungan atau aborsi terhadap seorang perempuan.

Berdasarkan informasi yang beredar, Tio diketahui pernah membantu sejumlah kegiatan di lingkungan Bagian Umum, Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Pemkot Surabaya. Namun, Pemkot Surabaya menegaskan keterlibatan Tio saat itu hanya sebagai tenaga non-ASN berdasarkan kontrak.

Dikatakan Tio pernah membantu jajaran protokol untuk sejumlah tugas, terutama sebagai pembawa acara (MC).

“Yang namanya staf itu kan ada ASN, ada non-ASN. Dia ini termasuk staf yang non-ASN,” kata Ario, Senin (10/8/2026).

Ario menjelaskan, Tio mulai membantu di lingkungan protokol sekitar akhir 2024 hingga awal 2025. Saat itu, Tio dinilai memiliki pengalaman sebagai Cak Surabaya serta kemampuan yang sesuai untuk mendukung kebutuhan pembawa acara dalam berbagai kegiatan Pemkot Surabaya.

“Pada waktu itu background beliau sebagai Cak Surabaya. Kebetulan teman-teman protokol membutuhkan MC laki-laki. Dari proses itu beliau dianggap bisa menjadi salah satu MC laki-laki dan kemudian membantu di protokol untuk tugas-tugas MC,” jelasnya.

Namun, berdasarkan informasi dari jajaran protokol, Tio disebut sudah tidak lagi membantu sebagai MC sejak akhir Desember 2025.

“Semenjak akhir Desember 2025 itu beliau sudah tidak membantu sebagai MC di protokol,” ujarnya.

Jadi hubungan Tio dengan Pemkot Surabaya saat itu sebatas kontrak sebagai tenaga non-ASN. “Kontrak saja,” tegasnya.

Terkait persoalan pribadi yang kini menyeret nama Tio, Ario mengatakan Pemkot Surabaya tidak ingin mencampuri perkara tersebut. Menurutnya, Tio sudah tidak lagi membantu di lingkungan protokol sehingga persoalan yang berkembang saat ini berada di ranah personal.

“Yang bersangkutan sudah bukan staf kami lagi, sudah tidak membantu kami lagi. Saya kira itu urusannya personal,” kata Ario.

Apabila persoalan tersebut kemudian berkaitan dengan aspek hukum, penanganannya berada di luar kewenangan Pemkot Surabaya. “Kalau itu sudah mungkin urusan hukum atau urusan apa, itu sudah bukan kewenangan kami lagi,” imbuhnya.

Sebelumnya, nama Tio Ferdian Rahmana ramai diperbincangkan di media sosial setelah seorang perempuan mengunggah pernyataan di platform X yang mengaitkannya dengan dugaan permintaan untuk menggugurkan kandungan.

Dalam unggahan tersebut, perempuan itu mengaku kecewa dengan sikap Tio yang meminta menggugurkan kandungan. Unggahan tersebut kemudian mendapat perhatian publik karena Tio diketahui pernah menyandang predikat Cak & Ning Surabaya 2023 dan Runner-up Raka & Raki Jawa Timur 2026.

Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH

 

 

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.