03 August 2026

Get In Touch

Cegah Peredaran Narkotika, Anggota Fraksi PDIP DPRD Jatim Desak Penguatan Pengawasan Jalur Laut Madura

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Andy Firasadi
Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Andy Firasadi

SURABAYA (Lentera) – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur mendesak penguatan pengawasan jalur laut dan pintu-pintu masuk menuju Pulau Madura, sebagai upaya mencegah peredaran narkotika yang masih marak.

Pasalnya, posisi geografis Madura memiliki banyak akses pelabuhan rakyat yang berpotensi dimanfaatkan sebagai jalur distribusi narkotika.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Andy Firasadi mengatakan pengawasan terhadap pintu-pintu masuk harus diperkuat melalui sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, Badan Narkotika Nasional (BNN), TNI, hingga masyarakat.

Penegasan itu disampaikan Andy menyikapi temuan 3,37 ton ganja di Gresik dan 5,4 kilogram sabu-sabu di Bangkalan dalam kurun satu bulan sepanjang Juli 2026. Menurutnya, Jawa Timur tidak boleh terus dicap sebagai wilayah rawan peredaran narkotika, khususnya di Madura.

“Jawa Timur tidak boleh menjadi surga bagi bandar narkotika. Ini bukan hanya persoalan penegakan hukum, tetapi juga menyangkut masa depan generasi muda dan ketahanan sosial masyarakat,” ungkap Andy, Minggu (2/8/2026).

Anggota Komisi A DPRD Jatim itu menilai, data peredaran narkotika di Jawa Timur masih mengkhawatirkan, terutama di Pulau Madura yang meliputi Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Meski aparat terus membongkar jaringan hingga tingkat bandar, persoalan tersebut dinilai belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Data Polda Jawa Timur mencatat, sepanjang Semester I 2026 terdapat 3.157 kasus narkotika yang berhasil diungkap dengan 4.061 tersangka, meningkat 4,54 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menurut Andy, tingginya angka pengungkapan menjadi bukti bahwa jaringan narkotika masih menjadikan Jawa Timur, termasuk Madura, sebagai pasar sekaligus jalur distribusi yang strategis.

“Kalau setiap tahun ribuan kasus terus terungkap, artinya kita sedang menghadapi ancaman yang sangat serius. Penangkapan memang penting, tetapi negara tidak boleh kalah dalam upaya pencegahan,” ujarnya.

Politisi daerah pemilihan Lamongan-Gresik itu juga mendorong, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperbesar investasi pada program pencegahan melalui edukasi di sekolah, rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkoba, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Jangan biarkan generasi muda Jawa Timur kehilangan masa depan karena narkoba. Kita harus menyerang persoalan ini dari hulunya, yakni pendidikan, keluarga, dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Andy memastikan, Fraksi PDI Perjuangan akan mengawal pelaksanaan Program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), termasuk mendorong peningkatan anggaran bagi edukasi, rehabilitasi, serta penguatan ekonomi masyarakat di wilayah yang tergolong rawan.

“Perang melawan narkoba tidak cukup hanya menangkap pelaku. Kita harus memastikan tidak ada lagi generasi muda yang menjadi korban, dan itu membutuhkan kerja bersama seluruh elemen bangsa,” pungkasnya.

 

Reporter: Pradhita/Editor: Ais

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.