MALANG (Lentera) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang memperkuat edukasi perlindungan konsumen di tengah pesatnya perkembangan era transaksi digital melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) bagi guru SMP dan SMA di Kabupaten Malang serta kelas Duta PEKA (Peduli Kenali Adukan).
Kegiatan yang juga menghadirkan narasumber dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan perwakilan dari Shopeepay ini menjadi salah satu rangkaian Sapta Rona Pesona 2026 yang digelar pada 30 Juli hingga 2 Agustus 2026.
"Melalui kegiatan ini kami ingin membekali para calon Duta PEKA dengan pengetahuan mengenai berbagai hal yang perlu diwaspadai masyarakat saat melakukan transaksi secara digital," ujar Asisten Unit Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran dan Pengawasan Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah (SP-PUR) Kantor Perwakilan BI Malang, Tri Riasari, Jumat (31/7/2026).
Menurutnya, pelaksanaan ToT tersebut bertujuan memperkuat pemahaman peserta mengenai perlindungan konsumen, khususnya dalam menghadapi berbagai risiko yang muncul seiring meningkatnya penggunaan layanan keuangan digital.
Selain itu, guru-guru yang mengikuti pelatihan juga diharapkan menjadi perpanjangan tangan dalam memberikan edukasi kepada para siswa maupun lingkungan sekitarnya mengenai pentingnya bertransaksi secara aman dan bijak.
"Kami berharap Bapak dan Ibu guru yang hadir dapat meneruskan informasi ini kepada anak didiknya maupun rekan-rekan di lingkungan masing-masing agar lebih waspada dalam bertransaksi secara nontunai," jelasnya.
Sari menambahkan, kemudahan teknologi digital harus diimbangi dengan kewaspadaan masyarakat agar tidak menjadi korban berbagai modus penipuan maupun penyalahgunaan layanan keuangan. "Di balik kemudahan itu, jangan sampai kita terlena," tegasnya.
Menurutnya, pengguna layanan aplikasi pembayaran, seperti dompet elektronik, mobile banking, QRIS, hingga BI-FAST, diimbau untuk tidak pernah membagikan PIN, kata sandi, maupun kode One Time Password (OTP) kepada siapa pun.
Masyarakat juga diminta menggunakan kata sandi yang kuat dan rutin menggantinya, serta menghindari mengklik tautan, file, atau aplikasi mencurigakan yang berpotensi menjadi modus penipuan berkedok hadiah maupun promo.
Sementara itu, bagi pengguna Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK), seperti kartu ATM, debit, dan kredit, pihaknya mengingatkan agar membuat PIN yang sulit ditebak, tidak memberikan data pribadi maupun informasi kartu seperti PIN, password, dan kode CVV/CVC kepada pihak mana pun.
"Pengguna juga diminta meningkatkan kewaspadaan saat bertransaksi di mesin ATM maupun EDC untuk mencegah penyalahgunaan data perbankan," katanya.
Secara umum, lanjut Sari, Bank Indonesia menekankan agar masyarakat selalu waspada dan tidak pernah memberikan data rahasia, seperti OTP, PIN, maupun kode verifikasi, kepada siapa pun dengan alasan apa pun.
Sebagai informasi, Sapta Rona Pesona 2026 merupakan agenda BI Malang yang menghadirkan beragam kegiatan edukatif, kompetisi, hingga pemberdayaan UMKM selama empat hari pelaksanaan. (*)
Reporter: Santi Wahyu
Editor: Lutfiyu Handi





.jpg)
