31 July 2026

Get In Touch

Layanan Kesehatan Homecare di Jember Selaras dengan Program Asta Cita Presiden

Bupati Jember Gus Fawait bersama tenaga kesehatan saat memberikan layanan keaehatan homecare pada warga miskin usia lanjut di Kecamatan Rambipuji.
Bupati Jember Gus Fawait bersama tenaga kesehatan saat memberikan layanan keaehatan homecare pada warga miskin usia lanjut di Kecamatan Rambipuji.

JEMBER (Lentera) — Pemerintah Kabupaten Jember terus memaksimalkan pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan dan pengentasan kemiskinan. Paling anyar, saat Bupati Jember Gus Fawait memimpin pelaksanaan layanan Homecare dalam serangkaian Bunga Desaku di Desa Rowotamtu, Kecamatan Rambipuji, Rabu (29/7/2026). Program Homecare yang digulirkan Pemkab Jember ini ditegaskan sebagai bentuk konkret pelaksanaan Asta Cita ke-4 Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, serta pemeliharaan kesehatan masyarakat. 

Tidak hanya itu, terobosan ini juga menjadi pilar utama penyokong Asta Cita ke-6, yakni membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi, penyediaan akses layanan dasar, serta pengentasan kemiskinan.

Bupati Gus Fawait menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh jajaran tenaga kesehatan (nakes), Dinas Sosial, Puskesmas, serta jajaran kecamatan dan desa yang bergerak masif melayani masyarakat miskin dan berisiko tinggi secara langsung.

"Program ini baru berjalan beberapa hari, namun semangat kawan-kawan nakes, Dinsos, hingga Puskesmas sangat luar biasa. Tentu sebuah kebijakan besar memerlukan proses penyempurnaan secara bertahap, namun dampaknya sudah langsung dirasakan oleh warga," ujar Gus Fawait.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati mendampingi pemeriksaan warga berisiko tinggi secara menyeluruh. 

Selain membawa dokter spesialis kandungan untuk memeriksa ibu hamil risiko tinggi melalui konsultasi medis, tim kesehatan juga melakukan penimbangan serta evaluasi tumbuh kembang anak terindikasi stunting. Gus Fawait menekankan pentingnya pendekatan persuasif dan humanis dalam memberikan edukasi medis kepada warga.

"Kita tidak boleh menggunakan bahasa medis yang terlalu rumit atau menakutkan bagi warga. Kepada keluarga anak stunting, kita berikan dorongan dan pemahaman bahwa anak mereka baik-baik saja, namun memerlukan dukungan gizi dan nutrisi lebih agar tumbuh kembangnya dapat optimal," jelasnya.

Kehadiran program Homecare tidak hanya berfokus pada penanganan medis belaka, melainkan menyasar akar permasalahan sosial-ekonomi masyarakat. Di Rowotamtu, Gus Fawait juga meninjau kondisi hunian warga kurang mampu. Bagi warga yang tempat tinggalnya berdiri di atas tanah kas desa sehingga tidak dapat memperoleh Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), Pemkab Jember menyiapkan skema bantuan alternatif berupa material bangunan seperti semen dan bahan bangunan lainnya melalui Cipta Karya dan Pemerintah Kecamatan.

"Ini selaras dengan cita-cita Bapak Presiden Prabowo untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia, di mana langkah ini kita mulai secara bertahap dari Kabupaten Jember. Sakit kerap menjadi pemicu utama kemiskinan, sehingga pencegahan dan penanganan dari desa adalah kunci," tegas Bupati Gus Fawait. 

Terkait dengan keterjangkauan wilayah, Gus Fawait menerangkan bahwa bagi desa-desa yang berdekatan dengan fasilitas kesehatan, layanan Homecare dapat mempercepat aksesibilitas. Sementara untuk wilayah terpencil dan pinggiran seperti Sumberbaru atau Panti yang sulit diakses roda empat, para nakes diterjunkan menggunakan moda transportasi roda dua untuk menerobos medan. (mok/ads)

Editor: Arifin BH

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.