30 July 2026

Get In Touch

Kepala Bakom RI Apresiasi Progres Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Surabaya

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) Muhammad Qodari meninjau langsung kesiapan bangunan dan fasilitas sekolah rakyat terintegrasi 2.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) Muhammad Qodari meninjau langsung kesiapan bangunan dan fasilitas sekolah rakyat terintegrasi 2.

SURABAYA (Lentera) – Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 2 di Jalan Kedung Cowek, Kecamatan Bulak, Surabaya, ditargetkan mulai beroperasi pada awal Agustus 2026.

Menjelang dimulainya kegiatan belajar mengajar, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) Muhammad Qodari meninjau langsung kesiapan bangunan dan fasilitas sekolah yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu tersebut, Selasa (28/7/2026) sore.

Dalam kunjungannya, Qodari mengapresiasi, perkembangan pembangunan kawasan pendidikan seluas 6,6 hektare yang sebelumnya merupakan lahan kosong. Menurutnya, transformasi kawasan tersebut menjadi kompleks pendidikan terpadu menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menyediakan akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat miskin.

“Dari sawah, sekarang berdiri gedung yang begitu bagus dan megah. Kami sangat bangga. Saya yakin Presiden juga akan merasa bangga dan terharu melihat langsung perkembangan Sekolah Rakyat ini,” ujar Qodari dikutip Rabu (29/7/2026).

Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 2, dipimpin oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Kawasan ini dirancang sebagai pusat pendidikan terpadu, yang mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA, lengkap dengan asrama siswa dan guru.

Selain ruang kelas, sekolah juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, seperti lapangan mini soccer, lapangan basket dan voli, ruang serbaguna, masjid, guest house, kantin, dapur umum, hingga laboratorium yang saat ini masih dalam tahap pendataan ulang sebelum digunakan.

Qodari menjelaskan, Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kategori desil satu dan dua, yakni kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah. Ia menilai, program ini merupakan implementasi nyata gagasan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui pendidikan.

“Mudah-mudahan tempat ini menjadi jalan perubahan nasib bagi anak-anak yang kurang beruntung dan keluarganya. Ini momentum untuk melihat bagaimana ide Presiden diterjemahkan menjadi program yang nyata,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya, Antiek Sugiharti mengatakan sebanyak 270 siswa baru dari jenjang SD, SMP, dan SMA akan mulai mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 30 Juli 2026.

Tahapan awal dimulai dengan administrasi, dilanjutkan siswa mulai tinggal di asrama pada 31 Juli, serta menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh sebelum mengikuti pembelajaran.

“Tanggal 31 Juli siswa mulai menginap dan menjalani tes kesehatan untuk jenjang SMA. Selanjutnya pada 1 Agustus tes kesehatan untuk SD dan SMP,” jelas Antiek.

Selain menerima 270 siswa baru, Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 juga akan menampung sekitar 100 siswa rintisan yang sebelumnya belajar di Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Para siswa tersebut akan dipindahkan secara bertahap, hingga seluruh kegiatan pembelajaran terpusat di Kedung Cowek.

Dengan demikian, total siswa yang akan menempati fasilitas Sekolah Rakyat mencapai sekitar 370 anak.

Antiek menambahkan, selama masa awal tinggal di asrama, siswa hanya diminta membawa pakaian sementara dan seragam lama. Jika seragam baru dari fasilitas Sekolah Rakyat belum diterima, mereka tetap dapat menggunakan seragam sebelumnya.

Terkait tenaga pendidik dan kurikulum, seluruh pengelolaan berada di bawah kewenangan kementerian terkait. Adapun proses penjaringan siswa dilakukan melalui penjangkauan langsung ke masyarakat dengan melibatkan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), pendamping kecamatan, Badan Pusat Statistik (BPS), serta Pemerintah Kota Surabaya.

Nama-nama calon siswa yang terjaring, kemudian diverifikasi dan dimasukkan ke dalam sistem pendataan nasional. Pemkot Surabaya berharap keberadaan Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 dapat menjadi solusi konkret untuk menekan angka putus sekolah, khususnya bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu.

“Kami sangat mendukung program ini dan berharap Sekolah Rakyat mampu membantu mengangkat masa depan anak-anak Surabaya dari keluarga kurang mampu,” pungkas Antiek.

 

Reporter: Amanah/Editor: Ais

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.