29 July 2026

Get In Touch

DPRD Minta Pemkot Tidak Berikan Toleransi pada Oknum Pelaku Karhutla

Wakil Ketua II DPRD Kota Palangka Raya, Nenie Adriati Lambung
Wakil Ketua II DPRD Kota Palangka Raya, Nenie Adriati Lambung

PALANGKA RAYA (Lentera) –Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya berkomitmen tidak akan memberikan toleransi terhadap siapa pun yang terbukti menjadi penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

Hal ini mendapat dukungan penuh dari Wakil Ketua II DPRD Kota Palangka Raya, Nenie Adriati Lambung, karena ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga lingkungan serta melindungi masyarakat dari dampak kabut asap, terutama di musim kemarau.

“Upaya pencegahan perlu terus dilakukan, tetapi apabila terbukti ada oknum pelaku karhutla, harus ditindak sesuai aturan yang berlaku,” papar Nenie, Senin (28/7/2026).

Ia menekankan, upaya pencegahan tetap menjadi prioritas. Namun demikian, apabila ditemukan adanya unsur kesengajaan maupun kelalaian yang menyebabkan karhutla, maka pelakunya akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Nenie menjelaskan, di musim kemarau potensi terjadinya karhutla cenderung meningkat seiring berkurangnya curah hujan dan mengeringnya vegetasi. 

Kondisi ini menuntut kewaspadaan semua pihak agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya titik api, termasuk membuka lahan dengan cara dibakar.

Lebih lanjut ia mengatakan, selain mengedepankan penegakan hukum, BPBD bersama TNI, Polri, Manggala Agni, pihak kecamatan dan kelurahan serta instansi terkait, memperkuat langkah pencegahan melalui patroli rutin, pemantauan wilayah rawan, sosialisasi kepada masyarakat, hingga kesiapsiagaan personel dan peralatan penanggulangan karhutla.

"Kami juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif menjaga lingkungan dengan segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi menyebabkan kebakaran," ucapnya.

Menurut Nenie, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah meluasnya karhutla.

Pengendalian karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan seluruh elemen masyarakat. 

Semakin cepat kebakaran diketahui dan ditangani, maka risiko meluasnya api dapat diminimalkan.

"Dengan kolaborasi semua pihak, kita optimis ancaman karhutla selama musim kemarau dapat ditekan, dan kualitas lingkungan tetap terjaga sehingga masyarakat terhindar dari dampak kabut asap," tutupnya.

Reporter : Novita|Editor: Arifin BH

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.