29 July 2026

Get In Touch

Ekonomi Jatim 2025 Tumbuh 5,33 Persen, Bukti Daya Tahan Tetap Terjaga

Ilustrasi aktifitas bongkar muat peti kemas di pelabuhan.
Ilustrasi aktifitas bongkar muat peti kemas di pelabuhan.

SURABAYA (Lentera) – Perekonomian Jawa Timur (Jatim) sepanjang tahun 2025 mencatat pertumbuhan yang lebih kuat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2025 perekonomian Jatim tumbuh 5,33 persen (year on year/yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan tahun 2024 yang mencapai 4,93 persen (yoy).

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Rifki Ismal, Selasa (28/7/2026), menyampaikan kondisi tersebut menunjukkan daya tahan ekonomi daerah yang tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global dan nasional.

Dia menandaskan bahwa peningkatan tersebut ditopang oleh membaiknya konsumsi rumah tangga, investasi, serta kinerja ekspor netto yang terus menunjukkan perbaikan sepanjang tahun. "Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada tahun 2025 menunjukkan fondasi yang semakin kuat. Peningkatan konsumsi masyarakat, investasi yang tetap positif, serta membaiknya ekspor menjadi faktor utama yang menopang akselerasi pertumbuhan ekonomi daerah," ujarnya melansir Jatim newsroom.

Lebih lanjut Rifki menjelaskan pada triwulan IV 2025, ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,85 persen (yoy). Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan triwulan III 2025 yang sebesar 5,22 persen (yoy). Peningkatan tersebut didorong oleh akselerasi konsumsi rumah tangga, peningkatan ekspor, serta membaiknya konsumsi pemerintah.

Konsumsi rumah tangga mengalami peningkatan terutama pada kelompok pengeluaran makanan dan minuman serta barang budaya dan rekreasi. Momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru turut mendorong meningkatnya aktivitas belanja masyarakat. Selain itu, transaksi pembayaran nontunai dan aktivitas perdagangan melalui platform e-commerce juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan konsumsi.

Dari sisi pemerintah, peningkatan belanja didorong oleh realisasi belanja pegawai APBN di Jawa Timur, meningkatnya belanja barang dan jasa pemerintah daerah, serta penyaluran berbagai program bantuan sosial.

Sementara itu, kinerja ekspor juga mengalami perbaikan seiring meningkatnya perdagangan antardaerah dan kenaikan ekspor luar negeri pada sejumlah komoditas unggulan Jawa Timur. Di sisi lain, perlambatan impor turut memperkuat kontribusi ekspor netto terhadap pertumbuhan ekonomi. 

"Perbaikan konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah, dan ekspor tercermin pada meningkatnya aktivitas sektor industri pengolahan, perdagangan, pertanian, serta penyediaan akomodasi dan makan minum yang menjadi penopang utama ekonomi Jawa Timur," kata Rifki.

Meski demikian, ia mengakui bahwa laju pertumbuhan ekonomi masih menghadapi tantangan dari sisi investasi. Perlambatan terutama terjadi pada investasi bangunan seiring sejumlah proyek strategis yang memasuki tahap penyelesaian. Kondisi tersebut juga berdampak pada melambatnya aktivitas sektor konstruksi.

Secara keseluruhan, Rifki menilai capaian ekonomi Jawa Timur selama tahun 2025 menjadi modal yang kuat untuk menjaga momentum pertumbuhan pada tahun berikutnya. Sinergi antara pemerintah, Bank Indonesia, pelaku usaha, serta masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memperkuat daya saing daerah.

"Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan guna menjaga stabilitas makroekonomi, memperluas digitalisasi sistem pembayaran, serta mendorong produktivitas sektor-sektor unggulan agar pertumbuhan ekonomi Jawa Timur semakin inklusif dan berkelanjutan," pungkas Rifki. (*)

Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lenterasemarang.com.
Lenterasemarang.com.